Beranda / Male Adult / Sisi Liar Mas Nanang / Bab 77 - Menuju Kosan Salsa

Share

Bab 77 - Menuju Kosan Salsa

Penulis: MassAzfa
last update Tanggal publikasi: 2026-05-16 19:00:26
“Permisi, Bu,” ucap Nanang sopan saat melewati Dyah, ibu pemilik kos Salsa, yang sedang mengepel lantai.

Salsa hanya tersenyum sambil mencubit lengan Nanang, memberikan kode untuk tidak terlalu formal.

Nanang tersentak. “Aww...! Apa-apaan sih, Sa? Pake nyubit gue segala," bisiknya kesal.

Dyah, yang mendengar interaksi mereka, menatap Nanang dengan tatapan menggoda.

"Emang aku ada tampang ibu-ibu?"

"Enggak sih," ucap Nanang, mendadak salah tingkah.

"Makanya, panggil aku Mbak. Karena aku dari desa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rika Dwi A
gilaa salsa bner2 barbar,,,, lebih barbar dari lina wkkw
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 106 - Uang Tips Dari Clara

    Sesampainya di toko, pikiran Nanang masih belum bisa lepas dari Dena.Bayangan wajah dan aroma tubuh wanita itu seolah masih tertinggal, melayang-layang di kepalanya hingga ia tak fokus menata barang."Woy! Ngelamun aja lo! Kerja yang bener!" bentak sebuah suara kasar yang membuyarkan lamunannya.Nanang tersentak, ia melihat Doni sang kepala toko yang memang selalu mencari kesalahannya-berdiri dengan wajah angkuh.Nanang hanya bisa menunduk dan mengangguk pelan.“Baik, Pak.”“Oh ya, habis ini lo beresin barang lagi di gudang. Susun yang rapi, jangan sampai ada yang berantakan! Awas lo kalau malas-malasan!” perintah Doni dengan nada memerintah yang tinggi.“Baik, Pak,” jawab Nanang lagi, mencoba menelan kekesalannya dalam-dalam.Dari meja kasir, Salsa memperhatikan kejadian itu dengan tatapan prihatin.Ia tahu Nanang sedang ditekan, tapi ia tak bisa berbuat banyak.Setelah puas m

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 105 - Salsa Bermain Sangat Indah

    Salsa semakin memanas.Ia terus bergoyang dengan pinggul yang meliuk luwes bak biduan dangdut di atas panggung.Gerakannya sangat lihai, seolah ia tahu persis titik mana yang harus ia tekan untuk menyiksa Nanang dalam kenikmatan.Tak puas hanya bergoyang, ia mulai mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi, lalu menghujamkannya kembali ke bawah dengan ritme naik-turun yang bertenaga.PLOK!... PLOK!... PLOK!...Suara penyatuan mereka yang basah menggema di seluruh penjuru kamar.Nanang menatap pemandangan di atasnya dengan takjub.“Gila... lo hebat banget, Sayang!” puji Nanang dengan suara parau yang tertahan.Wajah Salsa merona merah, bukan hanya karena gairah, tapi juga karena rasa bangga.“Jangan tinggalin gue ya, Sayang... Semua ini gue lakuin hanya buat lo,” bisiknya tulus sambil terus memacu kecepatannya.Nanang tidak menjawab dengan kata-kata. Sebagai balasan, ia mengangkat kedua tangannya

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 104 - Kecurigaan Salsa Pada Nanang

    Suasana di kamar Salsa seketika berubah tegang.Salsa berdiri bersedekap, matanya menyipit tajam, menatap Nanang seolah-olah ia adalah seorang detektif yang sedang menginterogasi tersangka utama."Nanang, lo beneran nggak ngapa-ngapain kan sama Mbak Dyah?" tanya Salsa dengan nada penuh selidik.Nanang mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang."Lo ngomong apa sih, Sa? Tadi itu gue sempet kesusahan, apinya nggak mau nyala-nyala, makanya agak lama di dapur," jawab Nanang, mencoba mencari alasan paling logis.Salsa tidak lantas percaya. Ia menunjuk ke arah tempat tidur dengan dagunya."Kalau gitu, rebahan di sana. Buka celana lo!" Nanang terbelalak, kaget dengan permintaan frontal itu.“Ngapain, Sa? Lo kan baru banget beres mandi!”“Kalau lo nolak, berarti fix lo masih lemes habis main sama si Dyah!” seru Salsa telak, tidak memberikan ruang untuk menghindar.Nanang menghela napas panjang, berpura-pura pasrah pa

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 103 - Bermain Di Rumah Dyah

    Sesampainya di dalam rumah Dyah yang sunyi, suasana mendadak menjadi sangat panas.Dyah seolah tidak ingin membuang waktu satu detik pun.Tanpa basa-basi, ia langsung berjongkok di hadapan Nanang, tangannya dengan cekatan melepas kancing dan menurunkan celana Nanang dengan napas yang memburu.Begitu terbebas, Permen Nanang langsung menjulang gagah, menegang sempurna di hadapan wajah Dyah yang sudah memerah karena gairah."Mbak, jangan..." bisik Nanang, mencoba memberikan penolakan lemah yang justru terdengar seperti pasrah.Dyah mendongak, matanya menatap tajam namun menggoda."Diam, Nanang. Kamu masih butuh menginjakkan kakimu ke kosan ini buat ketemu Salsa, kan?” ancamnya halus, sebuah pengingat akan posisinya sebagai pemilik kos yang punya kuasa.“Tapi Mbak...”Belum sempat Nanang melanjutkan bicaranya, Dyah langsung melumat Permen Nanang secara liar.Lidahnya menari-nari dengan teknik yang sangat ahli, memberikan sen

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 102 - Di Ambil Paksa Mbak Dyah

    Setelah membeli rokok, Nanang kembali ke kamar. Begitu pintu terbuka, pemandangan di depannya nyaris membuat rokok yang baru ia beli jatuh.Salsa sudah keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan Be-Ha tipis yang tampak kewalahan menopang dadanya yang besar, dipadukan dengan g-string coklat yang terselip tipis di pinggulnya.“Sayang, rokoknya ada?” tanya Salsa dengan suara manja."Ada... kenapa? Lo mau?" sahut Nanang sambil mencoba mengalihkan pandangan."Gue mau dong..."Nanang langsung menoleh tajam ke arah Salsa, kaget."Apaan sih lo, Sa! Cewek nggak boleh ngerokok, nggak baik buat kesehatan!"Salsa justru tertawa kecil, matanya melirik nakal ke arah celana Nanang."Maksud gue rokok yang itu Loh, Nang...”Nanang menyeringai, mulai Paham arah pembicaraan Salsa.“Capek ah gue, Sa. Kan tadi sudah di gudang, masa mau lagi?”Tanpa memedulikan penolakan Nanang, Salsa menghampiri pria itu.Nanang yang seda

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 101 - Istirahat Di Kosan Salsa

    Nanang mendengus kasar di pinggir trotoar yang mulai gelap.Napasnya memburu, matanya masih liar menyisir keramaian jalanan, namun sosok Lina benar-benar sudah lenyap ditelan arus kota."Sial! Secepat itu dia menghilang," umpatnya pelan dengan perasaan campur aduk.Dengan langkah gontai dan bahu yang merosot, Nanang akhirnya berjalan kembali ke toko.Di sana, di dekat area parkir, ia melihat Salsa sudah berdiri menunggu di samping motornya. Wajah Salsa tampak gelisah, namun ada sedikit rasa ingin tahu yang besar di matanya."Gimana? Ketemu?" tanya Salsa langsung saat Nanang mendekat.Nanang tidak menjawab secara lisan. Ia hanya menggeleng lemah, lalu mulai menaiki motornya dan menyalakan mesin tanpa menatap Salsa.Pikirannya masih tertahan pada kotak pengaman yang dibeli Lina dan status istri orang yang tadi diucapkan mantan pacarnya itu.“Lo mau pulang sekarang?” tanya Salsa lagi, suaranya sedikit melembut seolah memahami keke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status