แชร์

Bab 559 Terlambat Sudah!

ผู้เขียน: Madamme Yellow
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-07 00:07:53

“Besok kita tidak perlu buru-buru ke bandara untuk terbang jauh, Sayang. Aku sudah menyewa sebuah private villa mewah di kawasan Uluwatu, Bali,” ucap Arlan sambil menatap mata Karin yang berbinar.

Bali?

Sejak jadi dokter, Karin pernah ke Bali hanya saat ia kabur.

“Vila itu menghadap langsung ke tebing laut selatan, punya infinity pool pribadi, dan aksesnya sangat tertutup dari publik. Aku juga sudah menyiapkan helikopter sewaan dan pengamanan privat dari bandara Ngurah Rai langsung ke lokasi vi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 564 Keributan Yang dibuat Karin

    “Aku harus telepon Moreno.”Dengan tangan yang gemetar akibat amarah dan air mata yang terus mengalir, Karin mencari ponselnya di dalam mobil.Ia langsung mencari nomor kontak Moreno dan menekannya tanpa ragu. Panggilan itu hanya tersambung beberapa detik sebelum suara berat, dingin dan penuh wibawa khas Moreno terdengar di ujung telepon.“Ada apa, Karin?” tanya Moreno datar, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.“Moreno! Lepaskan Laura sekarang juga! Kamu itu iblis! Kamu mengurungnya di rumah itu seperti tawanan!” makian Karin langsung meledak, tak lagi memperdulikan tata krama.“Kamu gak pernah mencintai adikku, Moreno! Kamu hanya menyiksanya! Kalau kamu memang gak menyukainya sejak dulu, biarkan Laura keluar dari sana! Pergi dan carilah wanita lain yang benar-benar kamu suka, jangan jadikan Laura budak pemuas nafsu dan obsesi gilamu!”Mendengar kalimat terakhir Karin, suhu di ruang kerja megah milik Moreno seketika membeku.Rahang pria itu mengeras mendengarnya. Kata-kata Karin seol

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 563 Siasat Membawa Kabur Tahanan

    Sementara Karin, masih berjuang mencari pertolongan untuk Laura.“Tante Angelina, apa Tante tau kalau Laura menderita saat dengan Moreno? Apa Tante tau kalau Moreno memaksakan kehendaknya. Bagaimana Laura bisa hidup nantinya?” tanya Karin dengan suaranya yang melengking di telepon. Bahkan Karin enggan memanggil wanita ini dengan sebutan Mommy nya. Menghubungi Angelina saja, Karin terpaksa!“Moreno pria yang baik, selama Laura sakit, Moreno yang menjaganya. Apa yang harus dikhawatirkan?” tanya Angelina dengan santai. Gila! Mendengar tanggapan santai dari orang tua Laura, dunia Karin rasanya runtuh seketika. Karin berdiri dengan tubuh gemetar menahan amarah, sementara Arlan di sampingnya meremas tali ranselnya dengan rahang mengeras.Mereka masih di ruang tamu saat menghubungi Angelina.Koper-koper mereka sudah siap di dalam bagasi mobil. Tiket penerbangan mereka ke luar negeri beberapa jam lagi harusnya membawa mereka terbang jauh untuk melanjutkan honeymoon yang tertunda akibat kep

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 562 Belajarlah Mencintaiku

    “Dia masih tidur,” gumam Moreno sambil melihat ke arah kamarnya.Semalam ia sangat kasar dengan Laura tapi sebenarnya Moreno sangat peduli. Moreno tidak suka saja sikap Laura yang selalu ingin pergi meninggalkannya.Pagi ini sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden sutra, membawa kehangatan yang kontras dengan suasana dingin mencekam malam sebelumnya.Di dalam kamar, Laura terbangun dengan mata sembab dan tubuh yang terasa letih.Ketika ia menoleh, sisi ranjang di sebelahnya sudah kosong. Hanya ada keheningan yang tersisa di dalam kamar megah yang kini terasa seperti penjara bawah tanah baginya.Sementara itu, di lantai bawah, suasana dapur utama kediaman Moreno tampak sibuk tidak seperti biasanya.Ya, Moreno sedang berbaik hati, membuatkan sarapan sendiri untuk kekasihnya. Chief Chef kediaman tersebut berdiri dengan tegap, namun guratan gugup tidak bisa disembunyikan dari wajahnya. Di hadapannya. Moreno, pria yang biasanya hanya menerima makanan jadi di meja makan, kini t

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 561 Siksaan Di Ranjang

    Tanpa memberi kesempatan untuk membela diri, Moreno maju mencengkram pinggang Laura dengan kasar dan menarik tubuhnya hingga menempel erat.Sebagai hukuman atas pembangkangannya, Moreno langsung memagut bibir Laura dengan rakus, memaksakan ciuman dominan yang menuntut kepatuhan tanpa mempedulikan air mata Laura yang mulai menetes.“Eumph, lepas!”Setelah itu, Moreno melepaskan tautannya, meninggalkan Laura yang terengah-engah dalam ketakutan.“Jangan pernah mencoba kabur atau aku akan melakukan hal yang lebih gila dari ini, Laura!”Dengan tatapan dingin yang menegaskan dominasinya, Moreno memperingatkan Laura bahwa setiap tindakannya kini berada di bawah pengawasannya yang ketat, sebelum akhirnya meninggalkan Laura sendirian di kamar yang sunyi dengan pintu terkunci dari luar.****Malam ini Moreno mabuk, ia masuk ke kamar Laura, langsung menarik tubuh Laura, memagut bibirnya dengan tidak sabaran, membuka seluruh pakaian Laura dan memaksa Laura melebarkan kakinya. Moreno tenggelam di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 560 Hukuman Untuk Wanita Yang Tidak Patuh!

    Pertahanan yang selama berbulan-bulan ini ia bangun kokoh di depan Moreno, runtuh seketika begitu mendengar suara kembarannya.Di bawah lindungan dinding kamar tidurnya yang kini tak ubahnya seperti sangkar emas, Laura akhirnya menumpahkan seluruh kebenaran yang teramat kelam.“Karin, aku udah gak suci lagi,” bisik Laura, suaranya bergetar hebat.“Setiap malam ... setiap malam aku harus melayani gairah Moreno. Dia gak peduli meskipun aku menangis atau memohon.”Laura bercerita bagaimana setelah kejadian pendarahan hebat akibat kateter kistanya yang terlepas paksa itu, Moreno sama sekali tidak melepaskannya.Begitu dokter menyatakan luka fisiknya membaik, Moreno langsung kembali menuntut tubuhnya.Karin sedih mendengarnya, terdengar sekali Laura begitu hancur.Pria itu memperlakukannya dengan cara yang sangat kontradiktif, penuh dengan dominasi yang kasar namun di sisi lain sarat akan obsesi yang mendalam.“Dia mendatangi kamarku setiap malam, Karin. Tak terhitung berapa kali dia memak

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 559 Terlambat Sudah!

    “Besok kita tidak perlu buru-buru ke bandara untuk terbang jauh, Sayang. Aku sudah menyewa sebuah private villa mewah di kawasan Uluwatu, Bali,” ucap Arlan sambil menatap mata Karin yang berbinar.Bali?Sejak jadi dokter, Karin pernah ke Bali hanya saat ia kabur.“Vila itu menghadap langsung ke tebing laut selatan, punya infinity pool pribadi, dan aksesnya sangat tertutup dari publik. Aku juga sudah menyiapkan helikopter sewaan dan pengamanan privat dari bandara Ngurah Rai langsung ke lokasi vila agar kita gak perlu terjebak macet atau keramaian.”Arlan selalu memberikan kejutan!Arlan menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua dari terpaan AC kamar yang dingin.“Kita akan menghabiskan waktu satu minggu di sana. Hanya ada aku, kamu, suara ombak dan pelayanan privat penuh. Kamu bisa berjemur, spa atau kita bisa mengulang apa yang kita lakukan malam ini di pinggir kolam renang tanpa perlu mengkhawatirkan apa pun di dunia luar. Bagaimana, kamu suka?”Jelas!Karin tersenyum

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status