Mag-log inBijak memilih bacaan, cerita ini mengandung 21+!! Sakit hati ditinggalkan setelah jatuh miskin, Dewa berniat membalas dendam pada mantan kekasihnya, dengan menerima tawaran Tika sebagai suami kontraknya. Namun, siapa sangka, ia justru jatuh hati pada nona konglomerat itu. Naasnya, saat Dewa tengah berjuang, sebuah kebenaran tentang dirinya terungkap yang mengakibatkan Tika salah paham. Lantas, bagaimana kisah keduanya? Akankah kontrak mereka berakhir atau Dewa berhasil membuat pernikahan mereka menjadi "nyata"?
view moreSedangkan di rumah Adiraksa, Tika masih mematung di tempat, menimang apakah akan bergabung atau memilih putar badan dan kembali ke kamar begitu tahu siapa yang sedang berbicara dengan suaminya di ruang tamu. Namun, ketika sudah memutuskan tidak akan menemui tamunya, Dewa justru melihatnya lebih dulu, dan meminta mendekat lewat anggukan samar. Masih ragu, tapi tatapan hangat Dewa seakan menyakinkan semua akan baik-baik saja. Akhirnya dengan langkah pelan ia pun berjalan mendekat. “Arkhan sudah tidur?” Dewa berdiri menyambut. “Sudah,” balas Tika disertai senyum singkat. Ia masih belum tahu apa tujuan pasangan itu datang ke rumahnya malam-malam. “Duduklah.” Dewa mempersilahkan sang istri duduk bersisian dengannya. “Mereka mengundang kita besok malam. Selain merayakan ulang tahun putri mereka, mereka juga memutuskan untuk kembali bersama.” Cukup terkejut, tapi Tika belum berkomentar. Sampai akhirnya suara Floren menarik perhatiannya. “Maafkan aku, Tika. Aku sudah sangat egois s
“Apa kau sudah gila!” teriak Alan lantang sambil menarik pisau dapur dari tangan Clara yang ujungnya nyaris menembus perut wanita itu. “Dia anakku! Berani kau menyakitinya! Maka semua keluargamu akan menanggung akibatnya!” Ia tidak main-main, lantaran sudah sangat muak dengan sikap Clara yang dianggap bukan hanya serakah, tapi juga tidak punya hati sebagai wanita dan calon ibu. “Sudah aku katakan! Aku tidak mau mengandung anakmu!” balas Clara ikut berteriak. Suaranya bahkan sampai melengking hingga menembus ruang tengah yang hening. “Untuk apa dia lahir! Aku tidak mau anakku merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Tidak bisa hidup layak padahal memiliki suami kaya!” “Tidak bisa hidup layak katamu!” Dipuncak amarah, Alan menekan kalimatnya. Suaranya berdesis di celah gigi yang merapat. “Kau anggap apa semua yang sudah kuberikan padamu selama ini!” Kemarahan nyaris membuat Alan menggila, kalau saja tidak ingat di perut Clara telah hidup satu nyawa calon penerus keluarganya. Tapi p
Jagat media tengah dihebohkan dengan berita kematian Firman. Pemuda dua puluh delapan tahun itu ditemukan meringkuk tak bernyawa di dalam kamar sel. Diduga luka say*tan melintang di leher, hingga put*snya urat nadi yang menjadi penyebab nyawa pemuda blasteran itu tidak bisa diselamatkan. Dugaan sementara, Firman nekat mengakhiri hidup lantaran depresi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh keterangan tahanan lain, yang mengatakan jika sejak kedatangan teman-temannya Firman berubah murung, dan tidak banyak bicara. Sampai akhirnya selang beberapa hari petugas datang mengantarkan sarapan, sudah berulang kali memanggil tidak juga ada jawaban—Firman tetap meringkuk di atas karpet usang. Begitu dipastikan ternyata ada genangan d*rah di dekat leher yang mulai mengering. Diperkirakan Firman melancarkan aksinya saat malam hari. Naasnya, keadaan tidak jauh berbeda juga telah terjadi di kediaman Liem. Tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya dan siapa yang telah melakukannya, sekarang yang tersisa h
“Kenapa ada disini?” Tika terkejut mendapati Inez bisa ada di rumah sakit yang sama dengannya. “Apa ada yang serius denganmu?” lanjutannya khawatir. “Tidak, Kak. Jangan cemas. Aku hanya sudah membuat janji dengan Dokter Rara,” balas Inez. “Kamu hamil lagi?” Tika langsung bisa menembak. Dengan wajah tersipu, Inez mengangguk. Meski menunjukkan senyum, tapi dalam hati Tika tetap mencemaskan kondisi adiknya. Pasalnya trauma itu belum sepenuhnya sembuh, dan sekarang Inez sudah kembali Gusti buat hamil. Keduanya lantas berjalan bersama menyusuri koridor rumah sakit yang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang. Sampai saat ada persimpangan, mereka terpisahan. Tika sudah berdiri di depan ruang poli umum, menatap sebentar Inez yang masih berjalan tenang di koridor seberang Mengetahui sang adik sudah sampai di depan ruang obgyn dan tidak lama masuk, Tika juga langsung mengetuk pintu. “Masuk!” Mendengar suara dari dalam, Tika segera memutar handle. Pintu pun terbuka perlahan. Seo


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.