Share

Bab 14. Buka Kakinya!

Author: weni3
last update publish date: 2026-06-25 23:52:49

"Mas hallo! Mas! Mas tunggu jangan dimatikan dulu!"

Mila mendesak kasar kemudian menarik ponselnya kala tak lagi ada jawaban dari Saka. Pria itu mematikan dengan sepihak yang membuat Mila semakin kesal.

"Aaagghhhhhhh!"

Kedua alis Bejo menukik mendengar suara Mila yang terdengar berisik. Bejo ingin membuka mata tetapi rasanya berat sekali hingga membuat Bejo menikmati lelapnya lagi.

BRUGH

"Eugh!"

Kedua mata Bejo terbelalak kala merasakan perutnya teras engap dan berat seperti ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 16. Bebas

    "Saya anak yatim piatu, Nyonya." Deg Bejo melirik Mila yang duduk di belakang sana mendadak linglung mendengar jawabannya. Sementara Bejo sendiri sudah terbiasa dengan pertanyaan itu. Hanya saja memang Bejo tidak menunjukkan kesendirian dan kesedihannya. "Tidak usah merasa nggak enak, Nyonya. Aman aja!" kata Bejo lebih dulu mendahului ucapan Mila berikutnya. Bejo sudah tau apa yang akan Mila katakan setelah ini. Sudah banyak pengalaman begitu jadi Bejo seolah hafal dengan tanggapan orang-orang setelah tau dia tidak lagi memiliki keluarga. "Maaf ya, Jo." "Santai! Namanya manusia, ada matinya. Kalau hidup terus barang antik namanya," jawab Bejo santai dan fokus pada jalan sedangkan Mila meringis mendengar jawaban dari Bejo. "Kamu nggak sedih, Jo?" "Hidup terus berputar, Nyonya." Singkat saja jawaban Bejo yang membuat Mila mengangguk membenarkan. Ya memang benar, hidup terus berputar. Kalau sedih terus, gimana cara Bejo melanjutkan hidup? Namun jawaban Bejo se

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 15. Sesap!

    "Pelan, Bejo!" Baru saja membuka kaki, tubuh Mila menegang dan wajah pun sedikit memucat. Sepertinya Mila masih merasakan ketakutan. Bisa jadi sakitnya masih terasa. Tangan Mila sudah sedikit gemetar dan Bejo merasakannya. Satu gerakan Bejo lakukan. Satu hisapan Bejo berikan hingga membuat Mila mendesis menarik nafas. Mila membusungkan dada, sedikit menahan nafas saat mendapatkan serangan darinya. "Bejo kamu keterlaluan!" kata Mila dengan suara lemah mendesis dan terdengar menggoda. Mila kewalahan dengan apa yang ia lakukan dan Bejo semakin tidak memberikan celah untuk Mila. Bejo terus memancing meningkatkankan gairah di tubuh Mila hingga wanita itu semakin gelisah. "Eeuuughhhh...." Mila mengerang kala dua jari Bejo masuk ke dalam lubang senggama yang mulai terbuka, basah, dan lancar dimasukkan. Gerakan jari Bejo bergerak pelan keluar masuk menyentuh G-spot yang membuat tubuh Mila meremang. Bejo pun merinding sebadan-badan. Jarinya merasakan kelembutan dan daging-

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 14. Buka Kakinya!

    "Mas hallo! Mas! Mas tunggu jangan dimatikan dulu!" Mila mendesak kasar kemudian menarik ponselnya kala tak lagi ada jawaban dari Saka. Pria itu mematikan dengan sepihak yang membuat Mila semakin kesal. "Aaagghhhhhhh!" Kedua alis Bejo menukik mendengar suara Mila yang terdengar berisik. Bejo ingin membuka mata tetapi rasanya berat sekali hingga membuat Bejo menikmati lelapnya lagi. BRUGH "Eugh!" Kedua mata Bejo terbelalak kala merasakan perutnya teras engap dan berat seperti tertimpa beras sekarung. Namun setelah diperhatikan, bukan beras yang jatuh ke atas tubuhnya melainkan Mila yang kini sudah duduk di atas perutnya. "Nyonya! Apa yang anda lakukan?" tanya Bejo dengan menatap bingung. Kedua tangan Bejo pun terbuka pasrah memperhatikan. "Pusing, Jo." Kedua alis Bejo terangkat mendengar itu kemudian berusaha untuk membenarkan posisinya agar lebih nyaman tanpa menurunkan tubuh Mila darinya. Gila! Mimpi apa coba? Bangun tidur langsung didudukin sama majikan c

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 13. Ganjen

    "Puyeng pala gue. Nyoto dulu sama minum es jeruk." "Tumben loe! Biasanya otak loe paling gacor," sahut Edo setelah mendengar keluhan dari Bejo. Baru saja Bejo keluar dari kelasnya. Langkah agak oleng setelah memaksakan untuk tetap berpikir sedangkan raga meminta untuk istirahat setelah semalam lembur. "Bukan apa, ngantuk banget. Gue kurang tidur kayaknya." "Repot! Biasanya juga tidur tinggal tidur. Kita ke basecamp aja yok! Udah lama nggak ngegame. Sibuk banget loe!" sahut Didi dan Bejo menggelengkan kepalanya seraya melangkah menuju kantin. "Nggak bisa, abis makan gue lanjut gawe. Majikan gue nungguin. Loe aja berdua dah! Gue masih banyak tugas tambahan," tolak Bejo. Ingat! Ada yang minta lagi nanti malam. Bejo harus memulihkan staminanya lagi agar bisa lebih perkasa melebihi semalam. Mereka pun mengambil tempat duduk di salah satu meja yang kosong. Bejo melirik banyaknya gorengan dan mengambil salah satu di antaranya. Bejo makan saja seraya memesan soto. "Bu,

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 12. Buruk

    Damn! "Gue kata apa. Kerja si Juki bagus. Ketagihan 'kan dia." Bejo menyeringai kemudian membalas pesan masuk dari Mila. [Siap, Nyonya.] Singkat saja pesan itu dia layangkan. Setelah itu melanjutkan kegiatannya. Ada dua mata kuliah yang harus dia penuhi hari ini. Sementara sebelum mengirimkan pesan itu. Di toko, Mila tengah mengawasi para karyawan yang bekerja. Kegiatan itu setiap hari dilakukan untuk mengisi waktu setelah menjadi Nyonya besar di rumah Saka. Toko itu pun sebagai hadiah ulang tahun dari Saka yang kemudian Mila kembangkan hingga memiliki banyak cabang dalam waktu yang sangat singkat. Jangan tanya bagaimana keuntungan yang didapat setelah menjadi istri dari Saka. Bahkan Mila bisa membangunkan rumah besar untuk keluarga dan juga membukakan usaha untuk mereka. "Nyonya maaf, ada tamu yang ingin bertemu." "Oh oke, sebentar saya cuci tangan dulu." Mila menuju wastafel setelah dikabarkan ada yang menunggu. Mila lebih dulu mencuci tangannya kemudian

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 11. Malam Ini Lagi

    Bajo menurunkan Mila di toko kue. Kembali Bejo membuka pintu mobil Mila dan membantu wanita itu untuk turun. Desisan lirih terdengar dan dengan gerakan cepat Bejo meraih tubuh Mila hingga wanita itu tersentak. "Bejo apa yang ingin kamu lakukan? Lupa kamu kita sedang ada dimana? Jaga sikap dan batasanmu, Bejo!" sentak Mila lirih tetapi penuh penekanan. Kedua mata Mila pun tajam menatap Bejo geregetan. Bejo yang baru saja menyentuh bawah bokong dan juga punggung Mila pun segera melepaskan dan menarik diri setelah menyadari tengah berada di mana. "Maaf Nyonya, saya reflek tadi karena Nyonya kesakitan. Niatnya ingin bertanggung jawab apalagi itu semua karena saya tetapi lupa kalau kita hanya sopir dan majikan. Sekali lagi maaf, Nyonya!" Bejo mengangguk sopan. Bejo kelepasan karena memang kalau dipikir-pikir yang menyebabkan Mila sakit adalah si Juki. Jadi Bejo harus bertanggungjawab atas kelakuan si botak nakal itu. Setidaknya ada gerakan yang meringankan sakit Mila walaupun

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status