MasukCantika tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah saat ia menjadi pasien dari seorang dokter tampan dan dingin bernama Pangeran. Di balik tatapan tajam dan sikap tegasnya, tersembunyi kelembutan yang perlahan meluluhkan hati Cantika. Namun, cinta itu bukan miliknya sendiri. Pangeran sudah bertunangan dengan Zolanda, asisten sekaligus wanita pilihan sang ayah. Zolanda bukan wanita biasa. Ia ambisius, licik, dan siap melakukan apapun demi mempertahankan Pangeran. Meski begitu, ibu Pangeran diam-diam lebih menyukai Cantika dan mendukung keputusan apapun yang anaknya ambil, meski harus melawan kehendak suaminya sendiri. Di tengah rumitnya perasaan, hadir Marsel—pria baik yang selalu ada untuk Cantika, berharap cinta gadis itu akan berbalik padanya. Tapi hati Cantika sudah tertambat pada Pangeran, meski ia tahu mencintai sang dokter berarti siap menanggung luka dan pengorbanan. Saat cinta, tanggung jawab, dan keluarga saling bertabrakan, akankah Cantika dan Pangeran berani melawan takdir demi cinta yang mereka yakini?
Lihat lebih banyakAilina’s POV:
“Ah…”
I held my head and groaned in pain…
I felt as if a truck had just run over me… it’s very painful…
‘Painful?’ I startled…
‘Why I am still feeling pain? Didn’t I just jump from the building and die?’ I thought.
Thinking that, I supported my weight on my hands and tried to get up… However as soon as I did… I was dumbfounded…
I sat up without any difficulty…
Stunned, I quickly lifted the quilt… seeing my intact right leg… I almost screamed in joy…
‘My leg… my leg is fine…’
With trembling hands, I touched my leg… “It’s true… my leg is fine…”
Almost immediately, I got out of bed and jumped twice… Feeling excited…
“What… Aren’t you satisfied last night? So, you are seducing me early in the morning…”
As I was lost in my joy, suddenly a low and magnetic voice came from behind me…
Hearing that voice, I stopped jumping and slowly turned around to see the source of the voice…
However, as soon as I did… I was shocked…
I saw a God-like man sitting on the bed. He has thick eyebrows, with a pair of deep black eyes… a straight nose, thin lips…. In short, he looked like some Greek God.
As my eyes moved down, I saw broad shoulders and a narrow waist… the eight paces on the abdomen were as if someone had painted them very carefully… they didn’t seem to look real at all…
Looking at the man in front of me, there are only two words that came into my mind… ‘Too Handsome!’
“Have you seen enough?”
Hearing the man’s voice again, I came to my senses and looked at him…
As he looked at me, his eyes were filled with mockery and sarcasm…
Realizing that something was not right, I looked down at my body and my eyes widened in disbelief…
I am standing in front of him, completely naked…
Seeing this, I quickly reacted and snatched the quilt from the bed to cover myself… At that moment, I didn’t even need to look at my face to see how red it was…
In my keen excitement of having my leg, I didn’t even notice that I was not wearing anything…
However, as soon as I snatched the quilt, the man's whole body was exposed in the air… he was also completely naked…
Seeing this I quickly turned around, my face was burning hot…
Then, I quickly looked at the interior of the room… and the more I looked at it the more shocked I became…
Even though I had only come here once in my life, this room is something that I am too familiar with…
This is the hotel room where I lost my virginity…
‘What’s going on? Why I am in this room? And how came I got my leg back?’ Didn't i lost my leg in order to save that sumbug?'
Then thinking of something my eyes suddenly widened in disbelief… “Could it be that I am reborn?’
Thinking that I picked up my phone and as expected… it was xx years… I had indeed come five years back in a time…
I had only seen this kind of thing in drama and never in my life I had thought that something like this would happen to me…
However, when I thought about how I died in my previous life, my eyes suddenly turned cold…
‘Hallie… Darren… Since God give me the second chance… I will certainly make you pay for what you have done to me…’
“I am sorry for the last night… I am willing to take responsibility and marry you…”
Hearing the man’s low voice, I came back to my senses and turned to look at him.
Wearing a bathrobe, a man stood in front of me, executing a noble aura… However, his face is as cold as ice… as if he is a king, looking down on other people…
‘What did he mean my take responsibility? What did he think he is? Did he think he can get away like that after taking advantage of me?’
How I wish, I could be reborn a little earlier… even if it is just one day…
In my last life, when I woke up, the man was not in the room. And after that, I had never entered this hotel… let alone find the person who took advantage of me…
However, since I met him this time, I didn’t want to let him go just like that…
“Take responsibility? Marry me? What do you take of me? Do you think I will let go of you after what you have done to me…”
“Mister let me tell you…. you had raped me and I am going to sue you for this… don’t even think about escaping just like this…”
Even though I was a little scared by his cold aura, I couldn’t help but straighten my back and look into his eyes…
However, he didn’t seem too afraid, instead, a mocking smile appeared on his face…
“Sue me?” Saying that he walked towards me step by step, exuding a cold aura…
Seeing him like this, I subconsciously retreated… until my back was pressed against the cold wall…
Now I am trapped between the man’s chest and wall… nowhere to escape…
“I think you have forgotten that it was you who broke into my room last night and threw yourself in my arms… What’s more… do you even know how much I have lost I have to bear because of you?’ the man asked. His voice is as cold as ice.
Hearing his words, I felt even more angry! ‘What did he mean my throw myself into his arms? It was pretty obvious that I was drugged…’
“I was drugged. Don’t you think you should have to take me to the hospital instead of taking advantage of me?” I asked angrily.
“Why should I? It was you who took the initiative and I had no obligation to take you to the hospital!”
The man’s whole body is exuding a cold and fierce aura, like ice and snow that had not been melted for thousands of years.
So, even though I am angry, I am also afraid of him. So, I just stood against the wall, not even daring to breathe loudly.
Langit senja mulai berubah kelabu ketika rombongan mobil hitam itu melaju kencang di jalur pegunungan yang sunyi. Suara ranting patah di bawah ban, serta kabut tipis yang menggantung di udara, menambah aura ketegangan yang tak bisa dihindari.Cantika duduk memeluk Putri di dalam mobil, sementara Caca menggenggam tangan kecil Mario erat-erat. Di mobil lain, Marsel dan Caca bergantian menatap ke belakang, memastikan tak ada kendaraan asing yang mengikuti mereka.Pangeran berada di depan, menyetir bersama Reno, dan putra menuntun jalan menuju tempat persembunyian baru yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Lokasinya jauh dari kota, dikelilingi tebing curam dan hutan lebat. Tak terjangkau sinyal, tak terdeteksi drone, dan tak tercatat di peta.“Kau yakin ini tempatnya?” tanya Reno, menahan degup jantung yang masih kacau pasca-teror terakhir dari Zolanda.“Yakin,” jawab Pangeran mantap. “Ini tempat terakhir yang bahkan aku sembunyikan dari semua dokumen pribadi. Bahkan pasukan kita pu
Petir menyambar langit seperti dentuman perang, seolah alam pun ikut merasakan teror yang menyelimuti keluarga Pangeran. Mobil-mobil hitam berderet keluar dari gerbang besar rumah mereka, melaju membelah malam menuju tempat yang hanya diketahui oleh Pangeran, Reno, dan Marsel sebuah rumah persembunyian lama yang terletak di tengah pegunungan, jauh dari jangkauan siapa pun… atau setidaknya mereka kira begitu. Cantika memeluk Mario erat, sedangkan Putra dan Putri duduk di kursi belakang sambil terus menoleh ke jendela. Caca menggenggam tangan Marsel dengan erat. Ketegangan tak bisa disembunyikan dari wajah siapa pun malam itu. “Aku merasa kita tak benar-benar aman. Zolanda terlalu licik,” bisik Reno dari kursi depan. Pangeran mengangguk pelan. “Tapi ini pilihan terbaik. Kita harus jaga jarak, dan di tempat tinggi ini, lebih mudah mengendalikan titik masuk.” Namun tak seorang pun menyadari... bahwa tepat di belakang konvoi mobil itu, sebuah kendaraan kecil dengan lampu mati mengunti
Pagi harinya, suasana rumah Pangeran tampak biasa saja. Burung-burung bernyanyi, matahari menembus tirai tipis ruang keluarga, dan aroma teh jahe buatan Cantika menguar di udara. Putri duduk di dekat jendela sambil memainkan rambut adiknya, Mario, yang masih menguap ngantuk. Putra tampak sibuk merakit puzzle besar di meja tengah. Caca dan Naila sedang di dapur, tertawa pelan membicarakan resep kue baru.Namun tak ada yang tahu, ancaman perlahan menyusup, nyaris tak terdengar... nyaris tak terlihat.Di kamar belakang, Pangeran dan Reno duduk di depan layar laptop yang terhubung ke jaringan keamanan rumah. Marsel berdiri di samping, memantau aktivitas dari kamera tersembunyi.“CCTV utara sudah dicek. Semua aman,” ujar Reno.“Dan perimeter belakang juga steril,” tambah Marsel.Pangeran mengetuk ngetuk meja. “Tapi tetap ada yang mengganjal. Setelah insiden si Cebol semalam, kenapa Zolanda belum mengirim serangan lanjutan?”“Karena itu bukan caranya kali ini,” gumam Reno. “Dia sudah tahu k
Tawa terdengar dari ruang keluarga sore itu. Matahari menyorot lembut melalui celah tirai, membasuh wajah wajah hangat keluarga yang kini berkumpul kembali. Cantika sedang menyisir rambut Putri yang kini tumbuh menjadi gadis remaja cantik nan ceria. Di sisi lain, Pangeran dan Reno duduk sambil menyeruput teh sembari melihat Mario dan Putra bermain lempar bola di taman kecil belakang rumah.“Lihat itu, Mario makin gesit. Baru lima tahun udah kayak ninja!” kata Marsel sambil tertawa, bahunya sedikit berguncang.“Awas lo, Mas! Jangan salah lempar ke jendela kayak waktu itu!” sahut Caca dari dapur sambil membawa sepiring kue.Mereka tertawa bersama. Tak ada satu pun dari mereka ingin mengusik damai ini. Mereka tahu betapa sulitnya mendapatkan ketenangan setelah bertahun tahun hidup dalam ketakutan dan pelarian. Tapi justru karena itu, mereka sangat menghargai detik-detik ini.Putra duduk di samping pangeran. “Ayah, apa semua akan baik-baik saja sekarang?”pangeran menatap mata putranya, l












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan