Share

Bab 488

Penulis: Citra Lestari
Eliska tentu mengerti maksud kata-kata Arjuna. Sebagus apa pun obat itu, tetap saja dibutuhkan "usaha". Lelaki adalah sumber benihnya. Selama Arjuna bekerja keras, mereka sama sekali tidak butuh resep obat.

"Ternyata masih harus meminta pada Putra Bangsawan ya? Kukira Putra Bangsawan yang selama ini selalu menginginkannya, nggak perlu diminta," ucap Eliska.

Arjuna membalas dengan tenang, "Tentu saja kamu nggak perlu meminta. Aku salah bicara. Seharusnya aku meminta Eli untuk lebih mengasihaniku."

Ekspresi Arjuna masih seserius biasa, tetapi ada kilat jenaka dan menggoda di matanya.

"Rasanya kurang menarik kalau seorang lelaki terlalu berinisiatif. Lebih baik Putra Bangsawan jangan terlalu blak-blakan," saran Eliska.

Arjuna menatapnya sejenak, lalu bertanya, "Kenapa kamu meminta bantuan Hendra?"

Meskipun tahu Arjuna sudah bisa menebak alasannya, Eliska tetap menjelaskan, "Pertama, Hendra pasti bersedia membantu demi menyanjungmu. Kedua, nggak ada masalah pada resep itu. Belum lama ini t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 491

    Bahkan jika ada kemungkinan kecil Hendra tidak menyukai Harini, tetapi tetap mengenalinya ... sekalipun dia curiga ada yang bermasalah dari resep titipan Eliska, hasil pemeriksaan belum tentu akan menunjukkan keanehan apa pun.Lagi pula, di mata Hendra, Yanuar dan Arjuna berada di kubu yang sama. Dia mencoba bertanya pada diri sendiri, seandainya dia tidak berniat menyelamatkan Harini dan perlu melenyapkan kecurigaan dari dirinya terlebih dahulu, apa dia akan memberikan resep itu pada Yanuar?Tidak, sebaliknya Hendra akan berpura-pura bodoh dan langsung meninggalkan resep itu di kedai teh. Sebagai orang baru, bagaimana dia bisa mengambil risiko menyinggung Kediaman Raja Kawiswara? Sekalipun ada konspirasi, dia akan berpura-pura tidak tahu untuk menghindari keterlibatan.Jika resep itu tidak diperiksa, kemungkinan keadaan akan aman terkendali. Dengan begitu banyak konflik di istana, hal ini mungkin tidak akan diusut dengan begitu detail. Namun, jika memang dilakukan penyelidikan menyelu

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 490

    Harini membasahi kertas resep itu dengan tinta sebening air. Kemudian, pesan rahasia di sana perlahan terlihat.Raut wajah Harini tampak menegang sehabis membaca isinya. Setelah terdiam sebentar, dia menghancurkan kertas itu, lalu kembali memilah teh baru seperti hari-hari biasa. Seolah-olah tidak menyadari bahwa seseorang tak jauh dari sana sedang mengawasinya.....Setelah meninggalkan kedai teh, Hendra melirik sekilas resep di tangannya. Kertas resep itu tampaknya tidak berubah. Setelah memikirkannya sejenak, dia memutuskan untuk pergi ke kediaman Yanuar."Kudengar kamu pergi ke Kediaman Raja Kawiswara hari ini?" tanya Yanuar sambil meliriknya. Sejurus kemudian, dia menunduk dan menyesap teh yang diberikan Luna."Dulu ayahku pernah bekerja di bawah Raja Kawiswara. Aku pergi berkunjung juga atas permintaan ayahku," sahut Hendra dengan jujur."Waktu Provinsi Ergos dilanda kekacauan, Raja Kawiswara mengendalikan kediaman-kediaman besar di sana. Demi menjaga keseimbangan kekuasaan, kali

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 489

    Hati Harini gelisah melihat Hendra hanya diam. Jika dia benar-benar memiliki ekor, dia mungkin sudah mengapitnya di antara kedua kaki dan sesekali mengibaskannya untuk menjilat pemuda itu.Harini sedikit takut pada Hendra, tahu bahwa dia bukan orang yang baik hati.Setelah Hendra membawanya kabur dari para bandit, awalnya dia berulang kali ingin meninggalkannya. Hanya karena Harini bersikap manja dan memohon-mohon sambil menangis, barulah pemuda itu bersedia membawanya.Hendra baru memperlakukan Harini dengan baik setelah mereka menghabiskan cukup waktu bersama."Apa tujuan Tuan datang ke kedai teh ini?" tanya Harini dengan lirih.Hendra mengulurkan tangan, menyibak cadar Harini. Wajah di balik cadar itu biasa saja, pipi kirinya bahkan penuh bekas luka, sama sekali tidak mirip Harini."Wajahku jelek dan nggak sedap dipandang, Tuan," kata Harini.Hendra menatapnya cukup lama sebelum bertanya, "Siapa namamu?""Namaku Ainun," sahut Harini."Namamu lumayan bagus. Pasti tuanmu cukup memedul

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 488

    Eliska tentu mengerti maksud kata-kata Arjuna. Sebagus apa pun obat itu, tetap saja dibutuhkan "usaha". Lelaki adalah sumber benihnya. Selama Arjuna bekerja keras, mereka sama sekali tidak butuh resep obat."Ternyata masih harus meminta pada Putra Bangsawan ya? Kukira Putra Bangsawan yang selama ini selalu menginginkannya, nggak perlu diminta," ucap Eliska.Arjuna membalas dengan tenang, "Tentu saja kamu nggak perlu meminta. Aku salah bicara. Seharusnya aku meminta Eli untuk lebih mengasihaniku."Ekspresi Arjuna masih seserius biasa, tetapi ada kilat jenaka dan menggoda di matanya."Rasanya kurang menarik kalau seorang lelaki terlalu berinisiatif. Lebih baik Putra Bangsawan jangan terlalu blak-blakan," saran Eliska.Arjuna menatapnya sejenak, lalu bertanya, "Kenapa kamu meminta bantuan Hendra?"Meskipun tahu Arjuna sudah bisa menebak alasannya, Eliska tetap menjelaskan, "Pertama, Hendra pasti bersedia membantu demi menyanjungmu. Kedua, nggak ada masalah pada resep itu. Belum lama ini t

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 487

    Setelah mati nanti, Pradipta bahkan tidak tahu ke mana dia akan pergi. Mungkin dia hanya akan menjadi abu, lenyap dari dunia ini dan seiring waktu dilupakan semua orang.Eli tidak akan pernah tahu bahwa seseorang yang dianggapnya suami terburuk pernah berada di sisinya begitu lama. Mungkin memang lebih baik dia tidak tahu.Ketika Pradipta membuka matanya, tatapannya kembali jernih. Dia tidak bisa menunda lebih lama.Di sisi lain, Eliska sudah pergi ke aula utama untuk menemui Hendra."Putri Bangsawan," sapa Hendra sambil berdiri. Mereka pernah bertemu satu kali di Provinsi Ergos, dia masih sedikit mengingat Eliska.Eliska bertanya sambil tersenyum, "Kudengar Tuan Hendra adalah orang Provinsi Ergos. Apa Tuan sudah menikah?""Belum," jawab Hendra."Tuan Hendra yang tampan pasti disukai banyak gadis. Kenapa belum menikah hingga sekarang?" tanya Eliska ingin tahu.Hendra terdiam sejenak sebelum menyahut, "Ada seseorang yang kucintai, tapi dia sudah meninggal. Aku belum bisa melupakannya."

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 486

    Namun, Eliska segera memikirkan rintangan dari rencananya. Membuat Harini "mati" di bawah mata Zuhair bukanlah hal yang mudah.Selain itu, Eliska pun tidak leluasa menemui Harini. Area di sekitar kedai teh pasti sudah diawasi mata-mata Zuhair. Dia tidak mungkin pergi menemuinya secara pribadi sekarang.Eliska lalu memikirkan Hendra.Hendra cukup dekat dengan Yanuar dan pasti akan menjadi anak buahnya di masa depan. Namun, untuk saat ini dia belum memiliki fondasi kuat di istana. Dia seharusnya belum memahami liku-liku politik di dalamnya.Jika Hendra tahu Harini berada di ibu kota, dia pasti akan pergi menemuinya. Alangkah bagusnya jika Eliska bisa menitipkan pesan pada Harini lewat pemuda itu. Dengan begitu, pesannya akan sampai ke kedai teh tanpa diketahui siapa pun.Eliska sedang larut dalam pikirannya ketika Pradipta tiba-tiba berkata, "Nona Eliska, aku pamit sekarang."Ketika Eliska mendongak, matanya bertemu tatapan Pradipta yang seolah-olah menembus dirinya. Dia tampaknya sedang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status