LOGIN"Sekali kamu berada di ruang sidang pribadiku, maka tak ada jalan keluar! Tubuhmu hanyalah milikku!" *** Persahabatan tiga Jaksa Penuntut Umum di Kota Los Angeles. Xavion Young, Ezra Wu, dan Chaiden Black. Tiga nama yang selalu menggetarkan hasrat wanita mana pun bila mendengarnya. Berasal dari keluarga politikus serta petinggi gedung kehakiman membuat mereka digilai banyak wanita. Kaum hawa berlomba untuk merasakan satu malam dengan para Tuan Muda. Akan tetapi, siapa yang mengira jika masa lalu ketiga lelaki itu berhubungan dengan seorang wanita yang berasal dari panti asuhan yaitu .... Lelaki macam Xavion Young tidak akan pernah tertarik dengan gadis culun, polos, ceroboh, dan lusuh macam Hanae Liason Tan. Akan tetapi, gadis itu telah membakar sesuatu yang sangat berharga baginya. Sesuatu yang tidak bisa diganti oleh uang dalam jumlah berapa pun. Dan kini Hanae Tan tidak punya pilihan selain membayar atas kesalahan fatal yang sudah dia lakukan. Xavion Young is a beast that no one knows. Hanae Tan adalah wanita pertama yang merasakah gilanya ruang sidang khusus sang jaksa tampan.
View MoreDi Kerajaan Chu, Kota Tianyong, Keluarga Jing.
Dahi Jing Qiuxue dipenuhi keringat, seolah-olah dia sangat kesakitan, namun dia masih mempertahankan ketenangan dan keteguhan hatinya. Di bawah langit malam, cahaya bintang dari atas Cakrawala terus menyinari Jing Qiuxue, menonjolkan sosoknya yang ramping dan kulit putih yang samar terlihat di balik pakaiannya yang basah oleh keringat. Namun, Lin Tian tidak berniat menikmati pemandangan indah itu. “Pegang teguh hatimu yang asli. Rasa sakit hanyalah pikiran. Kosongkan dirimu, bayangkan dirimu sebagai peri cantik yang melayang di Sungai Bintang Sembilan Surga, menonton pemandangan bintang yang indah bagaikan mimpi. Adapun rasa sakit, itu akan berlalu seperti mimpi.” Suara Lin Tian lembut, terbawa angin ke telinga Jing Qiuxue, menyebabkan getaran tubuhnya mereda perlahan. Ketika tubuh Jing Qiuxue mulai tenang, Lin Tian mengeluarkan sembilan jarum perak dan menusukkannya ke kepala Jing Qiuxue. “Ah…” Jing Qing, yang berada tak jauh dari sana, hampir berteriak kaget. Ia menutup mulutnya dengan tangan mungilnya, menatap tindakan berani Lin Tian, lalu menatap kakaknya, Jing Qiuxue. “Arahkan kekuatan bintang ke dalam tubuhmu, biarkan mengalir melalui meridianmu, dan segel ke dalam gerbang bintang.” Suara Lin Tian seperti mimpi, terus bergema di telinga Jing Qiuxue, membuat kekuatan bintang terserap ke dalam tubuhnya dan menyebar ke seluruh sistemnya. “Kembalilah ke dalam kehampaan. Kau sekarang adalah sebuah kesadaran. Temukan bintang yang kau suka dan gabungkan kesadaranmu di dekatnya.” Suara Lin Tian membawa kekuatan hipnotis. Perlahan, di atas kepala Jing Qiuxue, sesosok hantu mengembun, seekor bangau emas dengan sayap lebar dan aura anggun yang dahsyat. Mata Jing Qing melebar. Itu adalah Jiwa Bintang… Kakaknya benar-benar akan memadatkan Jiwa Bintang. “Sisanya terserah padamu,” gumam Lin Tian, wajah mudanya memancarkan kesungguhan. Cahaya bintang bersinar dari tubuh Jing Qiuxue. Akhirnya, dengan suara bangau yang melengking, bangau emas itu berkuasa, memancarkan kekuatan bintang yang mengerikan. Mata Jing Qiuxue terbuka, seterang bintang. “Dia berhasil!” Jing Qing melompat kegirangan, lalu memeluk Lin Tian dan berseru tak jelas, “Kak Tian, Kakak benar-benar berhasil!” Saat itu, ia tanpa ragu mencium pipi Lin Tian. Lin Tian ikut tersenyum, senyum cerah dan polos, jauh berbeda dari keseriusan sebelumnya. “Bintang dari Surga ke berapa?” tanya Lin Tian. “Surga Ketiga.” Jing Qiuxue tersenyum, senyum yang indah dan cemerlang. Di usia enam belas tahun, ia adalah salah satu dari empat wanita cantik Kota Tianyong sekaligus Nona Muda Keluarga Jing. “Surga Ketiga! Kakak memadatkan Jiwa Bintang dari Surga Ketiga pada percobaan pertama! Berarti dia bisa memadatkan Jiwa Bintang kedua dan ketiga dengan mudah! Hebat! Aku akan memberi tahu Ayah!” Jing Qing tampak lebih bahagia dari kakaknya. “Tidak perlu.” Seorang pria paruh baya berjalan mendekat. Ia adalah Jing Qingsong, ayah Jing Qing dan Jing Qiuxue. Tangannya bergetar ringan saat menatap putrinya, “Qiu Xue, kau sudah bekerja keras.” “Ayah, kalau bukan karena Kak Tian, Kakak mungkin tidak bisa memadatkan Jiwa Bintang.” Jing Qing berseru. Jing Qingsong menatap Lin Tian dan tersenyum, “Tian, kamu juga sudah bekerja keras hari ini. Istirahatlah. Qiu Xue dan aku pergi dulu.” “Baik, Paman Jing,” jawab Lin Tian. Sejak pertunangan Keluarga Lin dan Keluarga Jing tiga tahun lalu, Jing Qingsong sering mengundangnya tinggal di rumah keluarga. “Qing’er, ikut Ayah. Jangan ganggu Kak Tian-mu.” Namun Jing Qing menjulurkan lidah. “Kenapa Ayah tak memaksa Kakak ipar pulang hari ini? Aku mau bicara dengan Kak Tian. Ayah dan Kakak pergilah dulu.” Jing Qingsong hanya bisa menghela napas dan pergi bersama Jing Qiuxue. “Jiwa Bintang Kakak berasal dari Langit Ketiga. Ayah pasti akan menemui para tetua. Aku tidak mau ikut.” ucap Jing Qing setelah mereka pergi. “Kak Tian, aku tak percaya sebelumnya, tapi kau benar-benar melakukannya. Kau melarang Kakak menyerap Qi Asal Langit dan Bumi, dan tak membiarkannya memadatkan Jiwa Bintang lebih awal. Itu semua demi hari ini?” “Jika dia menyerap Qi Asal Langit dan Bumi, meridian dan titik akupunturnya akan berisi Qi itu, yang akan meningkatkan persepsi terhadap kekuatan bintang, tetapi mengurangi peluang memadatkan Jiwa Bintang.” Lin Tian berbaring sambil menatap langit berbintang. “Kebanyakan orang menyerap Qi Asal Langit dan Bumi sambil merasakan bintang-bintang. Dengan begitu, meski gagal jadi Penggarap Takdir Bela Diri, mereka masih bisa jadi Praktisi Bela Diri. Tapi metode Kak Tian adalah bertaruh semua demi memadatkan Jiwa Bintang. Kalau gagal, hasilnya fatal…” Jing Qing duduk di samping Lin Tian. “Qing’er, berapa jenis Jiwa Bintang yang pernah kau dengar?” tanya Lin Tian. “Sedikit. Kota Tianyong tak banyak yang memadatkan Jiwa Bintang. Bagaimana dengan Kak Tian?” “Di Sungai Bintang Sembilan Surga ada Bintang Takdir Bela Diri tak terhitung jumlahnya. Setiap bintang memiliki jenis Jiwa Bintang sendiri.” Jiwa Bintang Singa memberikan kekuatan buas; Jiwa Bintang Mata Surgawi meningkatkan penglihatan dan persepsi; Jiwa Bintang Tempa mengubah seseorang menjadi pandai besi kuat; Jiwa Bintang Mimpi Agung memungkinkan kultivasi dalam mimpi, dan seterusnya. “Berkultivasi dalam mimpi… sungguh ajaib,” gumam Jing Qing. “Benua ini sangat luas. Di dunia luar, banyak ahli memiliki banyak Jiwa Bintang. Mereka bisa terbang dan menembus bumi. Mereka adalah para penguasa. Praktisi biasa hanyalah semut. Jika tak bisa menjadi Penggarap Takdir Bela Diri… hidup tak berarti.” Mata Lin Tian bersinar dengan tekad.Mata bulat Hanae melebar sempurna saat melihat apa yang ada di dasar gelas champagne-nya. Sesuatu berbentuk bundar, kuning mengkilat, dan ada satu titik berkilat.Debaran menggila di dalam dada kian meluap saat kemudian Xavion berdiri dari kursi, lalu bersimpuh di sebelahnya. Demi apa pun juga dia tidak percaya semua ini terjadi.“My God ... my God ...,” engah Hanae menggeleng dengan wajah merona merah muda. Matanya berkaca-kaca, sebentar lagi akan ada butiran bening meluruh di pipi.Xavion mengambil gelas champagne yang sudah kosong di tangan kekasihnya. Ia ambil satu cincin berlian yang basah, mengeringkan dengan tisu, lalu mendongakkan kepala sambil menatap wajah cantik.Bibirnya bergerak dengan haru, “Seumur hidup, aku tidak pernah percaya akan cinta. Karena bagiku cinta hanya menghadirkan rasa sakit dan pembunuhan.”“Tapi, kehadiranmu mengubah semuanya. Kehadiranmu membuat malam-malamku tak lagi dingin. Aku telah mencari kedamaian selama 22 tahun terakhir, tetapi hanya berakhir d
Tepat saat dia berkata begitu, munculah dua orang polisi masuk ke dalam ruangan. “Selamat siang, saya adalah Letnan Jackman, dan ini Letnan Cruz. Kami yang menyelidiki pembunuhan Lilac Cheng.”“Atas dasar apa kepolisian menahan klien saya?” senyum Corry menghadapi polisi dengan tenang.Salah satu detektif berkata, “Kami berhasil menangkap pembunuh bayaran yan disewa oleh Gladys Young untuk membunuh Lilac Cheng. Dia sudah mengakui semuanya dan memberikan bukti-bukti berupa uang yang diserahkan oleh Nyonya Young di sini.”“Jadi, sepertinya Anda memilih pembunuh bayaran yang salah, Nyonya Young. Karena dia adalah pembunuh bayaran yang menyimpan semua bukti-bukti pembunuhan yang dia lakukan, serta siapa yang menyuruhnya.”Detektis satunya tertawa pelan, “Ya, dia sudah sedia payung sebelum hujan.”Xavion saling pandang dengan Corry sang pengacara. Di mana pembela tersebut merasa kasus ini akan menjadi kasus yang sulit.“Mom? Please, M
Mendengar ibunya ditangkap polisi atas kasus pembunuhan Lilac Cheng, betapa terkejut hati Xavion. Ia memang sudah menduga ibunya yang melakukan hal tersebut, hanya saja tidak menyangka akan sampai terungkap oleh polisi. Meninggalkan klinik tempatnya mengetes DNA dengan Hanae, mobil Bentley mewahnya segera meluncur ke kantor polisi tempat ibunya ditahan. Sempat berselisih paham dengan beberapa orang petugas polisi yang melarangnya menemui Gladys, tetapi akhirnya ia diijinkan. Mengingat yang datang adalah jaksa terbaik di Los Angeles, orang yang berjasa memenjarakan banyak tangkapan polisi, maka ia mendapatkan perlakukan khusus. “Jangan lama-lama. Maksimal 10 menit saja dan kamu sudah harus keluar. Dari apa yang aku dengar, ibumu sudah memanggil pengacara terbaik.” Mengangguk, Xavion kemudian bergegas menuju ruang interogasi di mana ibunya sedang disekap di sana. “Mommy!” engahnya saat melihat sang ibu duduk d
Ezra memandangi dengan gamang. Meski ada keraguan, tetapi dia juga tahu Xavion tidak segila itu merancang semua kebohongan ini hanya untuk bisa bersama Hanae. Tahu kalau sahabatnya tidak segila itu untuk meniduri adiknya sendiri.“Kita tes DNA siang ini saja. Aku ada sidang sebentar lagi, jadi sebaiknya kita bergegas,” ucap Ezra menghela pasrah. Baginya, kebahagiaan Hanae adalah yang terpenting. Kalau memang ternyata Xavion dan adik angkatnya tidak memiliki hubungan darah, apa haknya untuk melarang mereka bersatu?Bergandengan tangan, Hanae bergelayut mesra di lengan kekar mantan kekasih yang sebentar lagi akan kembali menjadi kekasih. “Xavion,” panggilnya manja.“Apa?” jawab jaksa tampan dengan gemas.“Selama tidak bersamaku, kamu tidak bersama wanita lain, ‘kan?” kikik Hanae berbisik.Tawa Xavion berderai. Tawa lepas pertama yang ia keluarkan dari bibir setelah hampir satu bulan terakhir didera berbagai rasa pilu menyayat.
Hanae meronta sekencang yang ia bisa meski tubuh dicengkeram oleh lima lelaki kampungan yang ingin menodainya. Sudah lelah bekerja 12 jam tanpa makan siang, tanpa makan malam, di penghujung hari justru ia hendak dinodai.Wanita berusia 22 tahun itu masih suci. Hidup di panti asuhan dan memakai berb
Sadar kalau telah dikerjai dan dibodohi, Hanae menunduk. Ia tidak menjawab apa-apa. Bibir dikulum ke dalam menahan sebuah emosi yang tengah membungkus sekujur batin perihnya. Xavion menggeleng jengah seraya berkata, “Jadi orang itu yang pintar! Aku tidak suka punya karyawan bodoh meski dia hanya s
Xavion meregangkan tangan ke atas. Sekujur tubuh dirasa sangat lelah setelah seharian menghdiri dua persidangan dan tiga rapat bersama para petinggi di gedung kehakiman untuk tiga urusan yang berbeda. Mengusap tengkuk, lalu ia menekuk leher ke kanan dan ke kiri. Melemaskan urat serta otot. Memanda
“Apa katamu!” engah Xavion menatap tak percaya pada teman satu timnya. “Dia ... aku akan menjadi bosnya?”Fanty mengangguk, “Iya, dia akan menjadi anak buahmu. Dia sedang magang selama tiga bulan di sini dan ditugaskan di tempat kita.”Wanita cantik yang terlihat berpendidikan tersebut melirik mala






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews