/ Romansa / Under His Darkness / 147. Cara Untuk Tidak Mati

공유

147. Cara Untuk Tidak Mati

작가: Hanana
last update 게시일: 2025-12-11 12:12:58

Nayla sempat menyimpulkan kalau Damian akan menolak mentah-mentah permintaannya. Terbukti, Damian menarik tangannya secara paksa agar segera menjauh dari lemari yang penuh dengan senjata api. Bahkan, pria itu setengah menyeretnya untuk keluar dari ruangan pribadinya.

Namun, di luar dugaan, Damian ternyata membawanya ke halaman samping dekat kolam renang. Mereka berhenti di depan sebuah lemari kayu besar yang berdiri rapi di salah satu sisi dinding. Lemari itu tampak biasa, hanya serupa loker un
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Under His Darkness   181. Rumah Rahasia

    Nayla masih terjaga menatap langit-langit berhias lampu gantung yang terlalu mewah untuk sebuah persembunyian rahasia. Selain megah, rumah itu punya satu ciri yang selalu diingat Nayla. Jendela-jendela kaca raksasa yang menjulang, seolah dindingnya sengaja dihilangkan supaya cahaya bisa masuk tanpa halangan.Dia ingat betul saat pertama kali berdiri di rumah itu beberapa waktu lalu. Saat itu, Damian sendiri yang membawa Nayla masuk, membuka pintu, dan menuntunnya melewati setiap ruangan. Hanya mereka berdua, dan memang tak boleh ada orang lain selain mereka berdua.Kini, situasinya telah sepenuhnya terbalik. Nayla kembali ada di ruangan yang sama, dikelilingi orang-orang Damian, ditemani kakaknya sendiri, tapi justru tanpa Damian. Justru Nayla tidak diperbolehkan berada di dekat Damian sama sekali.“Kamu belum makan malam,” ucap Adrian, menghancurkan lamunan Nayla.Nayla menoleh sebentar, lalu kembali mengalihkan pandangan. “Sudah.”“Hanya sepotong kentang.”“Aku bukan anak kecil lagi

  • Under His Darkness   180. Kabut di Roma

    "Kita pindah sekarang," titah Damian kepada Enzo.Matahari belum sepenuhnya muncul, tapi mereka sudah harus kembali bergerak cepat. Enzo segera menghubungi seseorang yang bertugas mengatur perjalanan selanjutnya. Tak boleh ada waktu yang sia-sia. Sebab Enzo paham betul kalau Damian pasti sudah sangat teliti dalam menghitung berapa menit lagi mereka boleh berdiri di tempat yang sama.Ponsel yang baru saja Damian pakai untuk menelepon Jonathan, dia tinggalkan begitu saja kepada salah seorang anak buah yang dibiarkan tetap berdiam diri di dermaga. Dia didandani menjadi seorang pekerja kapal yang duduk di atas kotak kayu, menyalakan rokok, dan berpura-pura menunggu waktu melaut. Sinyal telepon itu akan tetap menyala di sana selama beberapa jam ke depan, memberi kesan bahwa Damian masih di sekitar Napoli, sementara dia sendiri sudah jauh melangkah ke arah lain.Mereka bergerak ke utara sebelum pagi benar-benar terik. Mobil yang tampak murah dan pasaran dikendarai menembus jalan-jalan sepi

  • Under His Darkness   179. Langkah Pertama

    Damian duduk di teras belakang villa yang bertengger di lereng bukit. Matanya menyipit menatap arah laut yang berkilau di kejauhan. Cahaya bulan jatuh di permukaan air, pecah menjadi ribuan serpihan yang muncul lalu hilang, mengikuti napas ombak yang tak pernah berhenti.Ada yang tidak biasa dari caranya melepas tajam pandangan mata. Tentu bukan hanya serta merta menikmati pemandangan yang memanjakan, tapi sebaliknya, kepalanya sedang sibuk dengan deret rencana yang mengerikan. Kiranya, cahaya bulan bukan lagi simbol keindahan, melainkan sekadar penghiburan di tengah peperangan penuh darah.Enzo berdiri beberapa langkah di belakangnya. Tanpa sedikit pun bicara, dia memilih untuk hanya bersandar pada pilar. Setelah sekian lama tersimpan di saku celana, kini kedua tangannya disilangkan di depan dada. Dari ekspresinya, dia sudah bisa paham kalau Damian sedang merencanakan sesuatu yang tidak main-main.“Enzo, sekarang,” ucap Damian kepada Enzo, tanpa sedikit pun menoleh.Kedua kaki Enzo s

  • Under His Darkness   178. Kerajaan

    Palermo. Setelah meninggalkan satu jejak di Roma, Damian langsung berpindah ke kota ini. Kota yang bukan tempat kelahiran, pun bukan kampung halaman. Namun, di sini Damian selalu merasa pulang ke rumah.Orang-orang Damian tersebar dalam lapisan-lapisan yang nyaris tak terlihat. Yang paling luar adalah petani-petani sungguhan yang menggarap ladang di sekitar bukit. Sebagian dari mereka memang hanya petani, sebagian lagi adalah mata dan telinga yang dibayar untuk melaporkan siapa pun yang lewat lebih dari sekali dalam seminggu. Lapisan berikutnya adalah orang-orang di kota, di pelabuhan, di kantor notaris, di balai kota, dan sejenisnya. Orang-orang yang tak pernah memegang senjata, tapi tahu persis kapan harus mengeluarkan surat izin atau melenyapkan sebuah dokumen.“Selamat datang kembali,” ucap Enzo, pria yang Damian percaya kedua setelah Andy.“Ciao, Enzo.” Damian memeluknya singkat sambil menatap bangunan yang bertahun lamanya tidak dia pijak.Villa itu berdiri di punggung bukit seb

  • Under His Darkness   177. Roma, Italia

    Beberapa saat sebelum berangkat, dokter sempat memeriksa lukanya dengan cepat. Perban baru sudah diganti tanpa perlu obrolan berlebihan. Begitu pesawat mulai bergerak di taxiway, Damian segera menyandarkan kepala ke kursi dan menutup mata. Obat tidur dosis aman yang dia telan memaksanya untuk terlelap meski yang dia cari bukan sekadar istirahat fisik.Dokter di sampingnya sesekali tetap membangunkan Damian untuk sekadar minum banyak air. Sayangnya, efek obat tidak berdampak lama. Begitu gelap datang, dia justru terjaga.Malam penyerbuan Saeed kembali teringat dengan jelas. Ratusan peperangan serupa memang sudah Damian alami. Namun, kejadian malam tadi adalah hal yang berbeda. Setiap detik seperti mengukir jejak trauma.Dia mendengar lagi bunyi kaca pecah yang tajam, seperti suara yang tidak pernah benar-benar hilang dari telinga. Teriakan Nayla yang terdengar panik dan penuh ketakutan pun ikut muncul juga. Lalu, dentuman pistol yang meledak seperti meningg

  • Under His Darkness   176. Pria Itu

    Damian memutuskan untuk berjalan melewati lelaki itu, tidak menghindari, tetapi juga tidak mendekat terlalu cepat. Dia berjalan dengan ritme yang tetap, menjaga tangannya tetap santai meski setiap saraf di tubuhnya bersiaga.Saat jaraknya tinggal beberapa meter, lelaki itu tiba-tiba tersenyum."Damian?" panggilnya dengan nada yang akrab.Damian berhenti. Dia menatap lelaki itu lebih jelas sekarang. Wajahnya benar-benar familiar, dan jelas-jelas Damian tidak hanya pernah bertemu dengannya satu atau dua kali saja. Tak sampai dua detik kemudian, ingatannya saling berkesinambungan.Vincent. Dia adalah salah seorang pelanggan VIP di beach club miliknya. Pengusaha properti dari Jakarta yang sering datang ke Bali untuk berlibur dan selalu memesan area VIP di beach club Damian.

  • Under His Darkness   145. Orang Asing

    Sesuai dugaan, Damian tidak menanggapi dengan serius permintaan Nayla untuk terlibat dalam semua pergerakan. Alhasil, Nayla memilih bergerak sendiri. Dia mulai mencari tanda-tanda, sebab dia yakin kalau villa itu bukan villa biasa. Tidak mungkin Damian memilih tempat sembarangan.Nayla menelusuri r

  • Under His Darkness   143. Belum Aman

    “Masalah Iran sudah tertangani,” kata Alessandro dari balik telepon.Nada datarnya selalu tenang, padat, tanpa sedikit pun ruang untuk emosi. Hanya ada suara embusan angin yang tertangkap samar, mungkin dari balkon tempat dia berdiri, atau dari lorong gelap tempat dia baru memb

  • Under His Darkness   141. Biarkan Aku Masuk ke Hidupmu

    Nayla menghadapi semuanya dengan tenang. Tidak lagi panik, tidak pula marah. Kejanggalan yang dia lihat sudah membentuk petunjuk. Damian terlalu sering membuat jeda saat mereka bicara, kalimat dan pertanyaannya yang sengaja Damian biarkan menggantung, dan tatapan pria itu yang sempat meredup sebelu

  • Under His Darkness   140. Manis dan Darah

    “Aku bersumpah kamu akan miskin setelah ini,” ucap Andy yang sejak tadi mengoceh dari balik telepon. “Seharusnya kamu bersyukur karena secara tidak langsung, uangku menyelamatkan nyawamu juga,” balas Damian. “Dan kamu rela memiskinkan diri?” Andy masih sedikit bernada tinggi. “Lalu? Apa aku haru

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status