Share

336

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-09-04 23:17:12

“Jelaskan mengapa surat ini menyebut namamu.”

Wajah Selir Cui seketika kehilangan seluruh warna. Lian Wei menatapnya tanpa berkedip.

“Dan bukan hanya namamu,” ucapnya berhenti sejenak.

“Surat itu juga menyebut perintah untuk membunuh ibuku, permaisuri kerajaan ini.”

Kaisar Li mengepalkan surat tersebut.

“Dan perintah untuk membuat kematiannya terlihat seperti kecelakaan saat melahirkanku.”

Selir Cui terduduk lemas.

“Tidak...”

Lian Wei melangkah mendekat, “Masih ingin mengatakan bahwa kau difitn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   338

    “Kenapa nona memilih ramuan ini? Bukankah ada ramuan yang lain?” tanya Yelu.“Ramuan ini adalah cara tercepat. Tuan harus melakukan banyak hal. Itu sebabnya ia memilih ramuan ini. Sebaiknya kita bersiap untuk pergi, setelah tuan bangun kita akan punya misi selanjutnya.”“Kau benar, kita perlu bersiap. Sebaiknya kita keluar dulu,” ajak Yelu lalu membenarkan selimut Lian Wei. Malam harinya Lian Wei bangun, dengan sedikit rasa sakit di punggungnya ia mencoba untuk bangun. “Tuan anda sudah sadar?” tanya Mingmei yang baru masuk kedalam. Ia segera membantu Lian Wei bangun.“Minta Yelu menyiapkan ramuan mandi.”“Ini kertas dan kuasnya tuan,” ucap Mingmei yang sudah paham dengan Lian Wei.Lian Wei menuliskan herbal untuk dicampur pada air mandinya. Ia harus berendam dengan ramuan obat agar lukanya mengering. “Berikan ini padanya, lalu siapkan makanan untukku.”“Baik tuan.”Mingmei pergi untuk menyiapkan makan malam dan menyampaikan pesan pada Yelu. Di bantu oleh Bao Yu, Yelu mengambil herb

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   337

    “Lindungi Yang Mulia!”Para pengawal segera menghunus pedang.Lian Wei berbalik menuju jendela. Sebuah anak panah menembus kisi-kisi jendela dan melesat lurus ke arah Selir Cui.“Berhenti!”Lian Wei bergerak cepat.Tangannya menangkap anak panah itu hanya beberapa inci dari wajah Selir Cui.Namun sebelum siapapun sempat bereaksi, Selir Cui memuntahkan darah.Matanya melebar.“Cui'er!” pekik Kaisar Li dan segera bergegas menghampirinya.Lian Wei segera meraih pergelangan tangan Selir Cui.“Nadinya melemah.”Lian Wei menatap ujung anak panah, “Bukan anak panahnya.”Lian Wei mencium ujung panah tersebut.“Racun.”Wajah Kaisar Li berubah murka.“Siapa yang berani menyerang di dalam istanaku?!”Lian Wei justru menatap Selir Cui.Karena sebelum kehilangan kesadarannya, Selir Cui menggenggam tangan Lian Wei dengan sisa tenaganya.Bibirnya bergerak sangat pelan.“Gerbang... utara...”Lian Wei membungkuk.“Apa?”“Cari... orang...”Napas Selir Cui tersengal.“Yang memakai... giok...”Setelah me

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   336

    “Jelaskan mengapa surat ini menyebut namamu.”Wajah Selir Cui seketika kehilangan seluruh warna. Lian Wei menatapnya tanpa berkedip.“Dan bukan hanya namamu,” ucapnya berhenti sejenak.“Surat itu juga menyebut perintah untuk membunuh ibuku, permaisuri kerajaan ini.”Kaisar Li mengepalkan surat tersebut.“Dan perintah untuk membuat kematiannya terlihat seperti kecelakaan saat melahirkanku.”Selir Cui terduduk lemas.“Tidak...”Lian Wei melangkah mendekat, “Masih ingin mengatakan bahwa kau difitnah?”Selir Cui menatap Lian Wei dengan kebencian yang tidak lagi mampu disembunyikan. Namun Lian Wei justru tersenyum.“Belum selesai.”Ia mengeluarkan sebuah botol kecil.“Karena ada satu hal lagi yang bahkan lebih menarik.”Kaisar Li menatap botol itu.“Apa itu?”“Racun.”Mata Kaisar Li melebar.“Racun yang sama ditemukan di dalam makanan ibuku.”Selir Cui langsung menatap botol tersebut dan kali ini, Lian Wei menangkap sesuatu yang sangat jelas.Ketakutan.Bukan ketakutan seseorang yang ditud

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   335

    “Racun?”“Ya.”“Tidak mungkin kau bohong kan!” pekik Mayleen.Lalu tanpa banyak kata, Lian Wei mengambil tusuk konde peraknya dan menggores telapak tangannya.Sret!Tes…Darah bercucuran dari tangannya, lalu ia menunjukan tusuk konde perak itu. Terlihat di ujungnya berubah warna menjadi hitam.“Lian’er! Kau gila?!” marah Wang Xuemin, lalu merobek pakaiannya dan membalut luka Lian Wei. Lian Wei menatap Wang Xuemin dengan raut wajah bingung, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.“Sejak kapan?” tanya Jianying menatap kosong pada adiknya.Lian Wei menatap Selir Cui dan Lien Hua bergantian. Kemudian pandangnya beralih pada Mayleen.“Lalu adik ketiga, yang membunuh ibumu adalah aku. Ibumu lebih sering memberikan racun pada ibuku, terlebih lagi terhadapku. Mungkin sejak aku kecil?”“Apa Kakak Pertama? Kenapa? Kau kejam sekali?”“Kejam? Kau bilang aku kejam? Kalian hampir membuatku mati di kediaman busuk itu, kalian menyiksaku setiap saat, tidak memberikan aku uang, makanan, pakaian. Bahkan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   334

    “Kau…”“Kakak Pertama?” ucap Lien Hua dan Mayleen bersamaan.“Aku tahu itu kau!” ucap Lien Hua dengan nada tinggi, tangannya menunjuk pada Lian Wei.“Putri Kedua! Jangan tidak sopan pada kakakmu!” marah Kaisar Li.Lien Hua langsung menunduk takut, namun dengan tangan yang terkepal kuat di balik bajunya.Pandangan Lian Wei menatap pada Mayleen yang gemetar ketakutan.“Adik Ketiga, kakak akan memeriksamu. Jika kau tidak terkait dengan hal ini, kau tidak perlu takut,” ucapnya menyindir Mayleen. ‘Sampah sialan ini pasti sengaja!’ batin Mayleen.Segera Lian Wei mengambil paksa tangannya dan menyingkap lengan hanfu Mayleen. Hampir di seluruh tangannya terdapat bercak merah. Semua orang di sana sangat terkejut. “Ah!”Suara pekikan terdengar begitu keras. Lien Hua langsung menatap pada lengan Mayleen.“Li Mayleen! Beraninya kau!” marahnya lalu segera menampar wajah Mayleen.Plak!“Dasar adik tidak tahu diuntung! Beraninya kau meracuni ibuku!” pekik Lian Hua seraya menjambak rambut Mayleen.

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   333

    Mereka berbicara cukup lama namun tidak menyadari jika terdapat seseorang yang mencuri dengar percakapan mereka. “Aku harus melaporkan hal ini,” ucap orang itu dan segera pergi.Sementara di tempat lain, Lian Wei mendapatkan surat dari mata-mata di Kekaisaran Song. Ia membuka kertas itu dan membacanya. “Bagus… sangat bagus.”“Nona, apa yang bagus?”“Mingmei siapkan bahan herbal terbaik dan terlengkap. Lalu kemas dengan rapi, kita akan segera pergi ke Kekaisaran Song.”“Apa? Tapi nona di sana berbahaya.”“Mingmei, tempat paling berbahaya adalah tempat yang paling aman.”“Cepat siapkan,” perintahnya. “Baik nona,” ucap Mingmei menerima perintah. “Nona, keadaan Selir Cui semakin memburuk,” lapor Yelu. “Memburuk? Baiklah mari kita pergi melihatnya.”Lian Wei dan Yelu pergi ke kediam Selir Cui. Tidak disangka semua orang sudah berkumpul di sana. “Kak, ada apa?” bisik Lian Wei pada Jianying yang berada paling belakang.“Ibu Selir Cui juga teracuni, tetapi tidak ada yang tahu tentang ra

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status