LOGIN"Apa?"
"Beberapa pedagang dari Song mulai datang. Mereka ingin mengetahui kapan pasar pertama akan dibuka."Lian Wei tersenyum."Lebih cepat dari yang kuduga."Dia berjalan menuju area yang akan menjadi pusat pasar. Di hadapannya, para pekerja sedang memasang tiang-tiang kayu."Kalau begitu, kita harus mempercepat pembangunan jalan."Mingmei mengangguk."Baik."Lian Wei memandang tanah luas di hadapannya. Beberapa minggu"Lalu apa berita dari Kekaisaran Song?""Kaisar Song akan turun tahta dan digantikan oleh Putra Mahkota Song, Hong Tiong Wai. Acara penobatannya tiga minggu ke depan.""Baiklah, persiapkan penyambutannya lalu sebarkan undangan untuk seluruh kekaisaran. Pesan topeng terbaik, pastikan seluruh rakyat kita memakai topeng pada saat acara. Jika ada yang melanggar hukum mereka.""Baik, Yang Mulia Kaisar Wanita," ucap mereka berdua lalu pergi dari sana. Lian Wei di nobatkan sebagai Kaisar Wanita, Kekaisaran Lian Fang Xin. Setelah ia berhasil menjadi saudagar kaya raya, ia membuat kerja sama dengan benua lain. barangnya akan dikirim melalui kapal-kapal besar. Panglima Zei Xen naik pangkat menjadi menteri kiri yang akan berurusan dengan bisnis luar dan dalam benua. Sementara Panglima Anming naik pangkat menjadi menteri kanan yang bertugas mengurus pasukan kekaisaran. Tao Mo di angkat menjadi komandan pasukan kekaisaran. Ia juga menikah
"Apa?""Beberapa pedagang dari Song mulai datang. Mereka ingin mengetahui kapan pasar pertama akan dibuka."Lian Wei tersenyum."Lebih cepat dari yang kuduga."Dia berjalan menuju area yang akan menjadi pusat pasar. Di hadapannya, para pekerja sedang memasang tiang-tiang kayu."Kalau begitu, kita harus mempercepat pembangunan jalan."Mingmei mengangguk."Baik."Lian Wei memandang tanah luas di hadapannya. Beberapa minggu lalu, tempat ini masih kosong. Sekarang, perlahan-lahan kehidupan mulai tumbuh."Suatu hari nanti," gumamnya, "tempat ini akan menjadi kota perdagangan terbesar di antara negeri-negeri."Mingmei tersenyum."Dan apa nama kekaisaran ini, Yang Mulia?"Lian Wei terdiam dia belum memberikan nama resmi. Namun, beberapa saat kemudian, sebuah nama terlintas di pikirannya."Lian Fang Xin.""Lian Fang Xin..." Mingmei mengulanginya pelan."Ya."
"Benar-benar membuatku khawatir.”Dia berdiri dan mendekati ranjang.Tangannya perlahan menyentuh tangan Wang Xuemin.Hangat.Nafasnya teratur.Barulah rasa sesak di dadanya sedikit berkurang."Kalau kau sampai terjadi sesuatu..."Lian Wei berhenti.Dia tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya. Karena untuk pertama kalinya, dia menyadari bahwa kepergian Wang Xuemin adalah sesuatu yang bahkan tidak ingin dia bayangkan.Dia menggenggam tangan laki-laki itu lebih erat."Aku belum selesai membangun kekaisaranku."Senyum tipis muncul di wajahnya."Jadi kau harus tetap hidup sampai melihatnya berdiri."Dalam tidurnya, jari Wang Xuemin bergerak sedikit dan tanpa sadar menggenggam balik tangan Lian Wei.Lian Wei membeku.Kemudian tersenyum kecil."Dasar..."Dia tidak melepaskan tangannya.Malam itu, untuk pertama kalinya sejak memulai pembangunan wilayah barunya, Lian Wei tidak memikirkan jalan, gudang, perdagangan, atau batu-batu pondasi.Dia hanya duduk di samping Wang Xuemin. Menjaga laki-la
"Menurutmu aku datang untuk apa?"Wang Xuemin terdiam, Lian Wei berjalan mendekat."Kau terluka.""Hanya luka kecil.""Luka kecil?" Lian Wei berhenti di hadapannya."Kalau memang luka kecil, kenapa kau menyembunyikannya dariku?"Wang Xuemin menghela nafas."Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu.""Aku bisa memutuskan sendiri apa yang mengganggu pekerjaanku dan apa yang tidak.""Lian'er...""Aku baru tahu dua hari kemudian," suara Lian Wei bergetar."Aku bahkan tidak tahu kau terluka ketika aku masih berada di luar Kekaisaran Song."Wang Xuemin terdiam, Lian Wei menatapnya lekat-lekat."Kalau lukamu lebih parah dari ini, apakah kau masih akan menyembunyikannya dariku?""Tidak," jawab Wang Xuemin cepat."Kalau kau hampir kehilangan nyawa?"Wang Xuemin tidak menjawab."Jawab aku.""Tidak."Lian Wei menghela nafas kasar."Bagus."Dia berbalik, tetapi Wang Xuemin segera menangkap tangannya."Lian'er."Lian Wei tidak menoleh, ia hanya menatap lurus."Aku benar-benar tidak bermaksud membuat
"Apa katamu?"“Ya, Yang Mulia.”“Maksudmu Wang Xuemin terluka?”“Benar, Yang Mulia.”“Bagaimana bisa?” Tanya Lian Wei penasaran dengan kejadiannya."Pangeran Wang terluka saat menangkap salah satu antek Hong Li Hao yang kabur. Luka di sisi tubuhnya cukup dalam, tetapi tabib mengatakan nyawanya tidak dalam bahaya."Lian Wei menatap pengawal itu dengan wajah membeku.“Kapan terjadinya?”“Sekitar dua hari yang lalu.”"Kenapa aku baru diberi tahu sekarang?"Pengawal itu menundukkan kepala."Pangeran Wang memerintahkan agar kabar tersebut tidak disampaikan kepada anda, karena beliau tahu Anda sedang sibuk."Lian Wei tidak mengatakan apa-apa. Tangannya perlahan mengepal."Wang Xuemin..." suaranya sangat pelan.Mingmei yang berdiri di sampingnya langsung mengetahui bahwa kemarahan Lian Wei mulai muncul."Siapkan kereta.""Yang Mulia?""Kita ke Wu.""Namun, pembangunan—""Biarkan," nada suara Lian Wei begitu dingin hingga tidak ada yang berani membantah."Aku sudah mengurus pembangunan berha
Sementara Lian Wei sibuk dengan pembangunan wilayah barunya, Wang Xuemin juga tidak tinggal diam.Penyelidikan terhadap sisa jaringan Hong Li Hao akhirnya membuahkan hasil.Salah seorang tahanan yang telah ditangkap memberikan informasi mengenai tempat persembunyian seorang tokoh penting yang selama ini menjadi penghubung antara para mantan pengikut Hong Li Hao.Namanya tidak pernah tercantum secara langsung dalam dokumen. Dia selalu menggunakan orang lain untuk menyampaikan perintah. Namun, kali ini Wang Xuemin sudah mendapatkan lokasi persembunyiannya."Yang Mulia, kami bisa mengirim pasukan untuk mengepung tempat itu," ujar Tianzhi.Wang Xuemin menggeleng."Terlalu banyak orang akan membuat mereka sadar.""Kalau begitu, beberapa puluh orang?""Sepuluh."Tianzhi terdiam."Sepuluh orang?" Tanya Tianzhi memastikan lagi."Sepuluh orang cukup," ucap Wang Xuemin berdiri dan mengambil pedangnya."Aku akan memimpin mereka."Tianzhi segera mengerutkan kening, "Yang Mulia, ini berbahaya.""A
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







