เข้าสู่ระบบ"Menurutmu aku datang untuk apa?"Wang Xuemin terdiam, Lian Wei berjalan mendekat."Kau terluka.""Hanya luka kecil.""Luka kecil?" Lian Wei berhenti di hadapannya."Kalau memang luka kecil, kenapa kau menyembunyikannya dariku?"Wang Xuemin menghela nafas."Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu.""Aku bisa memutuskan sendiri apa yang mengganggu pekerjaanku dan apa yang tidak.""Lian'er...""Aku baru tahu dua hari kemudian," suara Lian Wei bergetar."Aku bahkan tidak tahu kau terluka ketika aku masih berada di luar Kekaisaran Song."Wang Xuemin terdiam, Lian Wei menatapnya lekat-lekat."Kalau lukamu lebih parah dari ini, apakah kau masih akan menyembunyikannya dariku?""Tidak," jawab Wang Xuemin cepat."Kalau kau hampir kehilangan nyawa?"Wang Xuemin tidak menjawab."Jawab aku.""Tidak."Lian Wei menghela nafas kasar."Bagus."Dia berbalik, tetapi Wang Xuemin segera menangkap tangannya."Lian'er."Lian Wei tidak menoleh, ia hanya menatap lurus."Aku benar-benar tidak bermaksud membuat
"Apa katamu?"“Ya, Yang Mulia.”“Maksudmu Wang Xuemin terluka?”“Benar, Yang Mulia.”“Bagaimana bisa?” Tanya Lian Wei penasaran dengan kejadiannya."Pangeran Wang terluka saat menangkap salah satu antek Hong Li Hao yang kabur. Luka di sisi tubuhnya cukup dalam, tetapi tabib mengatakan nyawanya tidak dalam bahaya."Lian Wei menatap pengawal itu dengan wajah membeku.“Kapan terjadinya?”“Sekitar dua hari yang lalu.”"Kenapa aku baru diberi tahu sekarang?"Pengawal itu menundukkan kepala."Pangeran Wang memerintahkan agar kabar tersebut tidak disampaikan kepada anda, karena beliau tahu Anda sedang sibuk."Lian Wei tidak mengatakan apa-apa. Tangannya perlahan mengepal."Wang Xuemin..." suaranya sangat pelan.Mingmei yang berdiri di sampingnya langsung mengetahui bahwa kemarahan Lian Wei mulai muncul."Siapkan kereta.""Yang Mulia?""Kita ke Wu.""Namun, pembangunan—""Biarkan," nada suara Lian Wei begitu dingin hingga tidak ada yang berani membantah."Aku sudah mengurus pembangunan berha
Sementara Lian Wei sibuk dengan pembangunan wilayah barunya, Wang Xuemin juga tidak tinggal diam.Penyelidikan terhadap sisa jaringan Hong Li Hao akhirnya membuahkan hasil.Salah seorang tahanan yang telah ditangkap memberikan informasi mengenai tempat persembunyian seorang tokoh penting yang selama ini menjadi penghubung antara para mantan pengikut Hong Li Hao.Namanya tidak pernah tercantum secara langsung dalam dokumen. Dia selalu menggunakan orang lain untuk menyampaikan perintah. Namun, kali ini Wang Xuemin sudah mendapatkan lokasi persembunyiannya."Yang Mulia, kami bisa mengirim pasukan untuk mengepung tempat itu," ujar Tianzhi.Wang Xuemin menggeleng."Terlalu banyak orang akan membuat mereka sadar.""Kalau begitu, beberapa puluh orang?""Sepuluh."Tianzhi terdiam."Sepuluh orang?" Tanya Tianzhi memastikan lagi."Sepuluh orang cukup," ucap Wang Xuemin berdiri dan mengambil pedangnya."Aku akan memimpin mereka."Tianzhi segera mengerutkan kening, "Yang Mulia, ini berbahaya.""A
Malam itu, setelah seluruh laporan diperiksa, Wang Xuemin duduk seorang diri di ruang kerjanya.Di hadapannya terletak sepucuk surat kosong.Dia sebenarnya ingin menulis kepada Lian Wei, memberitahunya bahwa sebagian jaringan Hong Li Hao mulai terungkap dan bahwa dia sedang mengurus masalah tersebut.Namun, setelah beberapa saat, dia justru meletakkan kuasnya.Dia membayangkan Lian Wei berada di wilayah yang baru ditemukannya, sibuk mengatur pembangunan, memeriksa kebutuhan para pekerja, dan menyusun rencana untuk masa depan kekaisaran barunya.Dia bisa membayangkan perempuan itu mengerutkan kening ketika menemukan pengeluaran yang tidak sesuai, kemudian memarahi para pengawas yang bekerja ceroboh.Membayangkan hal itu membuat sudut bibir Wang Xuemin sedikit terangkat."Setidaknya, kali ini dia memiliki sesuatu yang bisa membuatnya sibuk selain memikirkan masalah keluarganya," gumamnya.Dia melipat surat kosong itu, lalu menyimpannya kembali.Bukan berarti dia ingin menyembunyikan seg
"Yang Mulia ingin menggunakan dirinya untuk menemukan jaringan yang lebih besar?”"Benar."Wang Xuemin menyandarkan tubuhnya di kursi."Selama ini, kita hanya menangkap orang-orang yang berada di permukaan. Aku ingin mengetahui siapa yang masih memberi mereka uang, siapa yang menyimpan senjata, dan siapa yang membantu mereka melarikan diri."Tatapannya berubah tajam."Aku tidak ingin mereka kembali mengganggu Lian'er."Tianzhi terdiam sesaat.Dia telah mengikuti Wang Xuemin selama bertahun-tahun. Dia tahu betapa seriusnya tuannya ketika menyangkut keselamatan Lian Wei.Namun, kali ini Wang Xuemin tidak menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak. Dia justru tampak jauh lebih tenang, seolah telah menyusun seluruh langkahnya sejak awal."Yang Mulia," ujar Tianzhi hati-hati, "apakah Putri Lian Wei mengetahui penyelidikan ini?"Wang Xuemin terdiam sebentar."Tidak.""Apakah Anda berniat memberitahunya?""Tidak untuk sekarang."Tianzhi menundukkan kepala, tetapi tetap memberanikan diri bertan
“Ada apa?”"Di sana saat kami menambang batu bara, kami menemukan tambang emas dan berlian." "Apa?!" pekik kaget Lian Wei dan Anming. Segera mereka pergi bersama untuk melihat, Panglima Zei juga ikut melihat. Saat mereka tiba di sana mereka benar-benar terkejut. "Aku benar-benar kaya hahaha," tawa Lian Wei bergema. "Panglima Zei pergilah ke benua lain, temukan tempat berbisnis tambang yang baik.""Baik tuan."Sementara Lian Wei menyusun keuangannya, di Kekaisaran Shang pasukannya yang bertugas mulai menggantikan papan nama di toko. Keributan terdengar di seluruh Kekaisaran Shang, ingatlah tokonya tidak hanya ada di Kerajaan Wei saja. Kekaisaran Shang terdiri dari empat kerajaan besar yang semuanya berbisnis dengan Lian Wei. Mereka sudah mengurus izin kepemilikannya. "Ku dengar pemilik toko Xinxin pergi kesuatu tempat dan membuka usahanya di sana.""Tapi ku dengar mereka bangkrut makanya menjualnya pada Lian Fang Xin.""Mana mungkin bangkrut, merekakan pengusaha perhiasan.""Bena
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







