امرأة هزت عرش السلفادور (سلسلة قلوب تتناحر عشقًا)

امرأة هزت عرش السلفادور (سلسلة قلوب تتناحر عشقًا)

last updateHuling Na-update : 2026-08-09
By:  أسماء حميدةIn-update ngayon lang
Language: Arab
goodnovel16goodnovel
10
33 Mga Ratings. 33 Rebyu
92Mga Kabanata
12.4Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

عادت قوية، ذكية، وطموحة، لتستعيد إرث عائلتها متحدية كل الصعاب... لكن جاستن الرجل الذي ترك قلبها محطمًا يظهر فجأة ليعيد إشعال المشاعر القديمة ويقلب حياتها رأسًا على عقب. بين صراعات العائلة، مؤامرات المال، وخطط الخصوم الخفية تصبح كل خطوة محفوفة بالمخاطر. الحب والغدر، الوفاء والخيانة، يتشابكون في لعبة قاسية لا مكان فيها للضعفاء. هل ستنجح بيلا في استعادة عرشها، قلبها، ومكانتها… أم ستسقط أمام طموح الأعداء وقوة العاطفة؟

view more

Kabanata 1

١

"Pasti Mas Reza suka sama kejutanku."

Tepat pukul lima sore, aku keluar dari mobil. Aku sengaja meninggalkan kendaraan roda empat itu di depan gang, lanjut berjalan kaki menuju rumah yang masih berjarak 200 meter di depan sana.

Satu tanganku membawa kotak berukuran sedang berisi kue ulang tahun untuk Mas Reza, sedang tangan yang lain membawa tiket liburan ke Bali. Aku tidak sabar memberikan kejutan ini untuknya. Dia pasti senang dan langsung sembuh dari sakitnya.

Ya, sebenarnya tadi pagi Mas Reza agak demam. Dia izin tidak masuk kerja dan istirahat total di rumah. Aku yang kebetulan dapat banyak pesanan katering hari ini, terpaksa tidak bisa menemaninya. Aku minta maaf dan baru pulang jam tujuh malam. Dia tidak keberatan sama sekali, memintaku tidak perlu khawatir karena dia bisa mengurus dirinya sendiri.

Langkah kakiku semakin dekat menuju gerbang, melewatinya tanpa suara. Seperti seorang pencuri, aku bahkan berhati-hati menutupnya. Semua demi kejutan yang sudah aku persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan Bima—putraku dengan Mas Reza—sengaja aku titipkan pada Ibu khusus untuk hari ini. Aku ingin memberikan me time untuk suamiku.

Aku berhenti di ruang tamu dengan kening berkerut saat mendapati ada satu tas wanita di kursi sofa. Warnanya merah menyala, begitu kontras dengan ruangan yang hampir keseluruhan dekorasinya berwarna coklat muda. Juga ada sepatu heels dengan warna yang sama, tergeletak di bawah meja.

"Barang-barang milik siapa ini? Kenapa ada di sini? Rasa-rasanya aku nggak ...." Seketika dadaku terasa sesak dan tidak bisa melanjutkan kalimatku. Kue yang sedari tadi kubawa dengan hati-hati, kini kuletakkan begitu saja di atas meja.

Dadaku bergemuruh. Aku tidak tahu pemilik dua benda asing ini, tapi juga tidak bisa berprasangka baik setelahnya. Tadi saat mendapati pintu utama yang tak terkunci, kupikir Mas Reza lupa. Lagi pula, tidak mungkin ada pencuri karena satpam kompleks selalu keliling dua jam sekali.

“Ya Allah, kenapa dadaku rasanya sesak begini, ya?”

Aku berusaha menahan air mata yang mulai terkumpul, membuat pandanganku berkaca-kaca.

Belum habis pertanyaan di kepalaku, samar-samar terdengar celotehan seorang wanita dari lantai dua. Dia tertawa, seperti tengah digelitik atau semacamnya.

"Apa-apaan ini?" batinku semakin tidak menentu. Aku yakin rumahku tidak berhantu. Itu pasti suara manusia. Tapi siapa?

“Mas, jangan gitu, ah!”

Suara itu terdengar semakin jelas saat aku mulai menaiki anak tangga. Sepatu flat milikku sengaja kutinggalkan di bawah tangga, demi mengintai ke sumber suara sambil berjinjit. Mungkinkah Mas Reza sedang bermain gila dengan wanita lain di kamar utama? Itu tempat tidurku dengannya. Mana mungkin .…

“Mas! Udah!”

Sekali lagi kudengar teriakan manja wanita itu, membuat seluruh ketakutan dalam diriku semakin menjadi-jadi. Berbagai prasangka langsung memenuhi kepala. Apa yang sedang wanita itu lakukan di ruangan pribadi kami?

“Bentar lagi, Sayang. Nanggung, nih.”

Deg!

Langkahku terhenti seketika, bersama degup jantung yang kehilangan ritmenya. Dadaku rasanya sesak seketika.

“Itu suara Mas Reza. Aku nggak mungkin salah.”

Belum reda keterkejutanku, detik berikutnya kembali terdengar suara-suara yang terasa menjijikkan. Kata-kata kotor terdengar menusuk telinga, membuatku semakin yakin Mas Reza tengah enak-enakan di kamar kami.

Ingin aku tutup telingaku supaya tidan mendengar suara mereka. Wanita itu tidak segan memanggil nama Mas Reza berkali-kali, membuat kakiku hampir tidak mampu berdiri lagi. Tubuhku limbung.

“Ya Allah ... kuatkan hamba.”

Tanganku mencengkeram besi berulir yang mengular sepanjang anak tangga. Hanya tersisa dua-tiga meter sebelum aku sampai di kamar, tapi tenagaku rasanya sudah habis. Tapi, aku harus kuat. Aku harus dapat bukti kalau memang Mas Reza benar-benar selingkuh. Meski itu kemungkinan terburuk yang paling tidak aku inginkan. Membayangkannya saja tidak.

Tiket liburan yang dari tadi kugenggam, kini kuremas dan kubuang begitu saja. Rencana indah yang sudah kurancang sedemikian rupa, kini musnah seketika. Hatiku remuk redam rasanya.

Desah dua makhluk laknat itu terdengar semakin jelas saat kakiku sampai di ambang pintu.

"Joy, makasih, ya. Kamu selalu bikin aku puas," puji Mas Reza dengan suara yang cukup keras.

Joy?!

Mataku membulat seketika. Joy siapa?

Dari celah pintu yang terbuka, aku lihat dia menarik diri dari wanita yang telah memuaskannya. Kecupan-kecupan penuh cinta diberikan di seluruh wajah lawan mainnya, sama persis seperti yang Mas Reza lakukan setelah menghabiskan malam denganku.

Seluruh rasa cintaku pada Mas Reza tercerabut dengan paksa. Dia melakukan hal yang amat sangat aku benci, yakni berselingkuh. Itu benar-benar kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

"Mas Reza!" Tanganku terkepal erat, ingin berteriak. Ingin sekali menghambur ke dalam sana untuk menangkap basah dua insan yang begitu hina itu. Tapi, kakiku terpaku di lantai. Aku tidak bisa bergerak.

Gemuruh di dalam dadaku tak terkontrol, tidak sabar ingin tahu siapa wanita yang sudah membuat Mas Reza terlena. Benar-benar tidak ada gambaran, suamiku yang pengertian itu menodai ikatan suci kami.

Alih-alih menyudahi dosa yang mereka lakukan, aku dibuat tersentak saat suara wanita terdengar keenakan. Mereka melakukannya lagi.

Mataku berkaca-kaca, teringat rumah tangga kami yang begitu harmonis sebelumnya.

Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa Mas Reza tidur dengan wanita lain di ranjang yang seharusnya hanya ditempati oleh kami berdua?

Terlalu asyik memadu cinta, sampai membuat dua manusia minus logika itu tidak sadar waktu tanganku membuka pintu sedikit lebih lebar. Satu tanganku mengambil ponsel dan mengaktifkan fitur kamera.

"Udahan ya, Mas? Aku udah bisa pulang sekarang? Capek," ucap wanita itu sambil beranjak dari ranjang. Dia duduk di samping Mas Reza, membelakangi pintu, membelakangiku. Namun, suaranya terdengar familiar.

"Kenapa buru-buru, sih? Istirahat dulu sebentar."

Mas Reza memeluknya sambil menciumi tengkuknya. Sial! Kemarahanku rasanya naik ke kepala, membuat ubun-ubunku mendidih dan ingin menghantam keduanya dengan benda tumpul apa saja yang ada.

“Nggak, ah. Nanti kalau tiba-tiba Nadya pulang gimana? Aku takut ketahuan. Udah, ya.”

"Nggak bakal. Dia tadi udah kirim pesan, bakal pulang malam. Restorannya rame, pesanan kateringnya juga lagi membludak. Kamu tidur aja dulu. Nanti jam enam aku bangunin & antar kamu pulang."

"Tapi, Mas ...."

“Sst, udah deh nggak usah bantah. Kalau masih ngeyel, aku buat kamu nggak bisa pulang.”

“Mas!”

“Yakin udahan? Nggak mau ronde ketiga?”

"Mas Reza, jangan genit!"

Telingaku semakin pekak mendengar canda tawa mereka. Ingin sekali kuambil pisau, menerobos masuk dan menghabisi mereka. Tega-teganya Mas Reza mengkhianati kepercayaanku. Apa katanya tadi? Ronde ketiga? Gigiku gemeletuk saling beradu satu sama lain.

Apa kurangku sampai Mas Reza selingkuh? Bukannya aku masih penuhi hak dia semalam? Kenapa sekarang dia main gila dengan wanita lain? Sudah berapa lama mereka selingkuh? Apa aku tidak menarik lagi di matanya?

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

Mga Ratings

10
100%(33)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
33 Mga Ratings · 33 Rebyu
Sulatin ang Repaso

RebyuMore

Lilia Samaali Epouse Kribi
Lilia Samaali Epouse Kribi
قصة جميلة بس ياريت زيادة الفصول
2026-08-10 00:03:38
1
1
amjad
amjad
حلوة عجبتني كتير استمري ... انصحكم كمان برواية زوجة المعلم في أحضان صديقه
2026-08-06 17:58:33
1
0
smsm
smsm
هل توقف التحديث؟؟ راح ننسى الاحداث
2026-07-30 03:09:15
0
1
smsm
smsm
صار كم يوم ماكو تحديث ياريت تنزلينا فصول اكثر كلش متحمسين للاحداث
2026-07-27 05:19:41
2
1
Yara Khaled
Yara Khaled
هو التحديث بيكون امته
2026-07-25 03:55:49
1
0
92 Kabanata
١
١…..تأملت آنا براون أوراق الطلاق الملقاة على الطاولة، وقد بدت التوقيعات عليها مكتملة، كأن القرار قد اتخذ دون أن يُمنح قلبها فرصة للاعتراض. أزاحت نظرها ببطء نحو النافذة، حيث تسللت دمعة خجلى إلى عينيها. هناك، في وهج شمس الظهيرة، كان جاستن سلفادور واقفًا في سكونٍ صارم، يبدو مثاليّ الملامح، باردًا كتمثالٍ من حجر، تحيط به هالة من القسوة الصامتة.قال بصوتٍ خالٍ من أي ارتجاف:«لقد وُقِّعت الأوراق. ينبغي عليكِ التوقيع في أقرب وقت، حتى نُنهي إجراءات الطلاق قبل عودة روز.»ظل واقفًا، ويداه معقودتان خلف ظهره، دون أن يلتفت إليها، ثم أردف بنبرة عملية لا تعرف التردد:«وبما أن لدينا اتفاقًا ما قبل الزواج، فلن تواجهنا صعوبة في تقسيم الممتلكات. ومع ذلك، سأمنحكِ تعويضًا إضافيًّا قدره عشرون مليون دولار، إلى جانب الفيلا في الضواحي الغربية. على أي حال، لا يمكنني أن أشرح لجدي سبب رحيلك دون أن تحصلي على شيء.»اتسعت عينا آنا في ذهولٍ موجع، وهمست بصوتٍ متكسر:«وهل يعلم جدك أنك تريد تطليقي؟»أجابها ببرودٍ قاطع:«رأي جدي لن يؤثر في قراري.»ارتجف جسد آنا النحيل، فلم تجد ما تتكئ عليه سوى حافة الطاولة، كأنها آخر م
Magbasa pa
٢
٢……كانت روزاليند، بوصفها ابنة أخت السيدة سلفادور، موضع ترحيبٍ دائم في القصر، فبقيت تلك الليلة وتناولت عشاءً عائليًّا هادئًا مع آل سلفادور. غير أن جو الألفة لم ينجح في إخفاء عبوسٍ واحدٍ شاذّ عن البقية؛ كان جاستن الجالس بينهم وحده، شارد النظرات، فاقد الشهية، مثقل الفكر برحيل آنا مع آشر طومسون.لم تأخذ آنا معها شيئًا، ولم تقبل تعويضًا بقيمة عشرين مليون دولار، ولا الفيلا التي عُرضت عليها. غادرت كأنها تقطع خيطًا أخيرًا دون التفات.«أين آنا؟ ولماذا لم تنزل لتناول العشاء؟»سأل غريغوري سلفادور، والد جاستن، وقد بدت الدهشة واضحة في صوته.خفض جاستن عينيه وأجاب بفتورٍ متعب:«لقد وقّعنا أوراق الطلاق بالفعل. وسأنهي الإجراءات في أقرب وقت.»تجمد غريغوري في مكانه، وقال مصدومًا:«طلاق؟ ولماذا الطلاق؟!»تدخلت شانون كواري، زوجة أبي جاستن، وقد أطلقت تنهيدة طويلة، وقالت بنبرةٍ لا تخلو من الرضا:«آه يا غريغ، لقد أخبرتك منذ زمن أن جاستن وآنا لا يصلحان لبعضهما. والدك هو من أصرّ على هذا الزواج. هذا الطفل المسكين عانى ثلاث سنوات كاملة. والآن، بعد أن أصبحت آنا مستعدة للتخلي عنه، يمكن لكلٍ منهما أن يعيش حياته ال
Magbasa pa
٣
٠٠٠٠٠٣توجهت سيارة رولز رويس بسلاسة نحو منتزه يارا، مقر إقامة عائلة طومسون في هاتشباي، حيث توقفت في منتصف السجادة الحمراء الممتدة أمام المدخل الرئيسي، كأنها مدخل لعالم من الفخامة والهيبة.في منتصف السجادة، كان يقف أكسل طومسون، الأخ الثاني لبيلا، بانتظارها، ففتح باب السيارة بابتسامة دافئة لاستقبالها:«مرحبًا بعودتك إلى المنزل، يا أميرة!»بدت بيلا مذهلة تحت الأضواء الساطعة للقصر، حذاؤها الرياضي قد استبدلته في السيارة بحذاء ذي كعب عالٍ، وعندما نزلت، بدت وكأنها ملكة فخورة بخطواتها الرشيقة.سألها أكسل بابتسامة:«كيف حالك؟»أجابت بيلا بهدوء:«أنا بخير… لكني أشعر بتحسن كبير الآن بعد عودتي.»تابع أكسل بحماس:«هل شاهدت الألعاب النارية؟ لقد كانت هديتي لك بمناسبة عيد ميلادك… انتشرت صورها على الإنترنت!»ابتسمت بيلا ببهجة وصفقت بيديها:«أجل، لقد رأيتها. يبدو أن الناس يصفونك بالوغد الغني الذي يحاول الفوز بقلب شخص ما… إنجازٌ كبير، أليس كذلك؟»تجاهل أكسل سخريتها بخفة، ثم قال بجدية:«بيلا… لن ترحلي مرة أخرى، أليس كذلك؟»أجابته بابتسامة حزينة:«إلى أين سأذهب الآن بعد طلاقي؟»ربتت بيلا على ظهر أخيها الث
Magbasa pa
٤
٤…..بعد خمسة أيام، وما إن انتهى الإفطار، حتى استدعى جاستن سكرتيره إيان هاريس إلى مكتبه.قال بلهجة مقتضبة لا تخلو من حدّة:— هل توصّلتَ إلى شيء جديد بشأن آنا؟كان يقف قبالة النافذة الزجاجية الممتدّة من الأرض إلى السقف، متأمّلًا أفق مدينة سافرو. قامته الطويلة وبنيته الصلبة كانتا تضفيان على حضوره هالةً خانقة من الهيمنة والصرامة.تردّد إيان قليلًا قبل أن يجيب:— أعتذر، سيد سلفادور… لم نحرز أي تقدّم.مسح العرق المتصبّب من جبينه في توتّر، ثم تابع:— بعد مغادرة السيدة الشابة تلك الليلة، لم تعد إلى دار رعاية المسنّين التي كانت تعمل بها. كما توجّهتُ إلى مسقط رأسها للتحقّق بنفسي، لكن العنوان الذي قدّمته سابقًا كان مزيفًا. لم تكن هناك أي عائلة تُدعى براون في تلك البلدة الصغيرة.— العنوان… مزيف؟استدار جاستن فجأة، وقد اكتست عيناه بظلمة موحشة وبريق ينذر بالغضب.— نعم، سيدي. راجعتُ مركز الشرطة المحلي للتأكّد من بياناتها، لكنهم لم يعثروا على أي شخص يطابق أوصاف السيدة الشابة.وكان إيان، الذي اعتاد طوال ثلاث سنوات أن ينادي بيلا بـ«السيدة الشابة»، بحاجة إلى بعض الوقت ليتخلّص من تلك العادة، وكأن الاسم
Magbasa pa
٥
005وهكذا وجد كبار المديرين التنفيذيين أنفسهم في موقفٍ بالغ الحرج، وقد أُخذوا على حين غرّة وهم يتنادون بالسوء عن مديرتهم الجديدة.— يا لهذا الهراء!اشتعل الغضب في صدر ستيفن لوفيت، سكرتير آشر، وهو يجلس في مقعد الراكب:— الآنسة طومسون هي الابنة الشرعية الوحيدة لعائلة طومسون! ماذا كان يدور في عقولهم؟ابتسمت بيلا ابتسامة هادئة، وقالت ببرودٍ لافت:— سواء أكان المرء شرعيًّا أم لا، فذلك لم يعد ذا شأن. لسنا في العصور الوسطى. فلمَ كل هذا الانفعال يا ستيف؟ضيّقت عينيها اللامعتين، ثم مدت يدها وقَرَصَت خدّه بخفة. احمرّ وجهه على الفور، وكاد يتلعثم من الدهشة.— بيلا…تدخّل آشر عابسًا قليلًا:— أنتِ الرئيسة التنفيذية المقبلة لمجموعة **KS**. تصرّفي بما يليق بهذا المنصب، ولا تُضايقي ستيف.قهقهت بيلا بخفّة وقالت:— وما الخطأ في ذلك؟ لا أحد يعترض حين يمازح رئيسٌ ذكر سكرتيرته الأنثى!ثم نقرت بلسانها وأضافت بمرحٍ مشاكس:— ثم إنه شرفٌ له أن ألمسه.هزّ آشر رأسه، وفي عينيه نظرة حنانٍ صامتة، وهو يتأمّل أخته التي لم تفقد شيئًا من جرأتها رغم كل ما تغيّر.دخل الأخوان طومسون الفندق، محاطين بكبار المديرين التنفيذي
Magbasa pa
٦
6صُعِقت "آنا" حينما لمعت على شاشة الهاتف كلمة لم تكن تتوقع رؤيتها... **اسم "جاستن"**، وقد ظهر بوضوحٍ على معرف المتصل في يد "آشير".التفت إليها، وعيناه تترجمان التردد، ثم سأل بنبرةٍ خافتة:ــ "هل أُجِيب؟"ــ "نعم... بالطبع!" أجابته دون تفكير، كأن قلبها سبَق لسانها.وضع آشير المكالمة على مكبر الصوت، فانبثق صوتٌ خشنٌ أجش، وكأنّه قادمٌ من جوف عاصفة:ــ "السيد تومسون، هل... زوجتي معك؟"تشنّج وجه بيلا، وانعكس الغضب في عينيها كوميضِ شرر، فما أثارها لم يكن السؤال، بل **كلمة "زوجتي"**، وكأنّها طلقة خرقت سكون ما تبقّى من كرامتها.ــ "السيد سلفادور، رجاءً... انتبه لما تقول. أنا لم أعد زوجتك، بل أصبحتُ... زوجتك السابقة."قالتها بنبرةٍ حاسمة، وكأنها تُسقط ورقة كانت ثقيلة على قلبها منذ زمن.ارتعش صوت جاستن وقد ازداد عمقًا، كأنه ينحدر من بئرٍ مظلم:ــ "آنا براون... إذًا أنتِ معه فعلًا؟"أطبقت أنفاسها، وتناهى إلى قلبها طنين من الأسى، لكن صوتها خرج صلدًا:ــ "أين كنتَ تريدني أن أذهب؟ أبقى في منزلكم وأنتظر لحظة طردٍ لا تعرف الرحمة؟"ــ "كم أنتِ جاحدة!" قالها بنبرةٍ ممزوجة بالخذلان، لكن عين بيلا كانت ج
Magbasa pa
٧
الفصل 7**مدّ الجد نايجل يديه كمن يستنجد بظلٍ من الماضي وقال بصوتٍ دافئ تحمله خيوط الحنين:**— "آنا... تعالي إلى جدّكِ، يا ابنتي."في لحظة خاطفة تخلّت بيلا عن ذلك القناع المتمرّد وتحوّلت إلى تلك الطفلة المطيعة التي كانت تجلس بجانبه كلما تاهت روحها. جلست برقة كما لو كانت تحتمي بحضنه من عواصف العالم.— "جدّي... كيف حالك؟ هل تشعر بأي تعب؟"ابتسم العجوز وضمّ يدها بكفٍ متهالكٍ يحمل تجاعيد الزمن وآثام القرارات.— "تحسّنتُ كثيرًا الآن بعد أن رأيت وجهكِ... ولكن أخبريني هل صحيحٌ ما قاله ذاك الوغد؟ هل أنتما... مطلقان؟"أطرقت بيلا رأسها وارتجفت رموشها كما لو أن عينها تخشى أن تسقط منها الحقيقة.— "نعم يا جدّي... لقد افترقنا."كانت كلماتها كالسكاكين تقطّع نايجل ببطء لكنه جاهد ليجلس مستقيمًا وحدّق بجاستن بعينٍ تكاد تشعل النيران:— "أيها الأحمق... كيف لك أن تطلّق امرأة مثلها؟! آنا هي الأفضل... الأفضل من بين الجميع!"تجمّد جاستن في مكانه وبدا وكأن صحوة الموت سبقت موعدها داخله لكنه لم يجرؤ على الرد.— "رجاءً جدّي... لا تغضب. لقد كان الانفصال باتفاق وكلٌّ منّا اختار طريقه." همست بيلا وراحت تربّت على ك
Magbasa pa
٨
الفصل الثامنصُعقت "شانون" حين رأت روزاليند تتهاوى كريشة تائهة في مهب ريح سقطت بين النظرات والاتهامات وارتفع حاجباها في دهشة ممزوجة بوميض رغبةٍ عابرة في الضحك لكنها كبحتها.اندفع "جاستن" نحوها كمن رأى محبوبته تُذبح أمامه وانحنى ليُعينها لكن روزاليند في مشهدٍ يشبه المسرحيات الرديئة إذ تمسّكت بالأرض كما لو أنها تحمل ثقل وجعها وحدها.تأوّهت بتصنّع:ـ "آه، جاستن... هذا يؤلمني! هلّا حملتني؟"كأن الألم الذي اعتراها قد اخترق ركبتيها مباشرة إلى غرورها فراحت تتشبث بعينَي جاستن متوسّلة بإدعاء خبيث.في الجانب المقابل من المشهد كانت بيلا تقف كعمود من نورٍ ساخر تعقد ذراعيها أمام صدرها وتحدّق بثباتٍ في تلك التي تلوّث الحقيقة بالدموع الزائفة."جاستن... لقد دفعتني السيدة براون!"صرخت روزاليند كمن يطلق رصاصة وهمية في صدر الحقيقة ثم زحفت بخنوع إلى أحضان جاستن كقطةٍ مدرّبة على البكاء.ابتسمت بيلا لا بسخرية بل براحة من يشاهد فصلاً مألوفًا في مسرح الكذب.ـ "أحقًا تعتقدين أنني دفعتكِ؟"كان صوت بيلا ناعمًا لكنه مشبع بسُخرية باردة كثلجٍ يحتفظ بحرارته المميتة.توردت وجنتا روزاليند وصرخت بحدّةٍ لا تناسب نعومته
Magbasa pa
٩
الفصل 9قبضت بيلا على عجلة القيادة بيدٍ واحدة بينما اندفعت سيارتها بسرعةٍ مجنونة على الطريق… وها قد أطلقت أغنية صاخبة عبر مكبرات الصوت فاهتز الهواء من حولها كما لو أن الموسيقى تسابقها… تعزف لحنًا للتمرد الذي يشتعل في أعماقها.لم تكن تخشى ماضيها ولم تكن تهتم كثيرًا بتحقيقات جاستن العبثية. ما حيّرها حقًا هو: لماذا تذكّرها بعد ثلاث سنوات من التجاهل والبرود؟ ولماذا لم ينبض قلبه بها إلا بعد أن أصبحا غريبين رسميًا؟كان جاستن في نظرها رجلاً بارعًا في الحماقة يتقزز من اهتمامها حين تمنحه قلبها ويقترب منها كظلٍ لزج حين تهجره ببرود.نظرت في مرآة الرؤية الخلفية، وعبوسٌ خفيف مرّ على ملامحها كغمامة صيفية وإذا بسيارته اللامبورغيني السوداء تلهث خلفها.أدارت عينيها بازدراء، تقول بحماسة:ـ "أوه... يظن أنه سيلحق بي؟ فليواصل الحلم إذن!"ارتسمت على شفتيها ابتسامة ساخرة وضغطت على دواسة الوقود حتى التصقت بجدار الزمن تنطلق كبرقٍ ممزقٍ للسماء لا يُرى بل يُخمن فقط أين مرّ.---في المقعد المجاور لسائقٍ مذعور كان جاستن يزم شفتيه:ـ "أسرِع! لا تدعها تفلت!"لم يسبق لإيان أن قد قاد بهذه السرعة قط… أخذت نبضات قلبه
Magbasa pa
١٠
الفصل 10على الجانب الآخر من المدينة وفي ركنٍ هادئٍ من مكتبه الواسع وقف "جاستن" مدهوشًا كأن صاعقة قد نزلت من السماء واستقرت على سمعه… يدُه المعلقة في الهواء لا تزال قابضة على الهاتف وعيناه شاخصتان نحو اللاشيء بينما صوت "بيلا" البارد القاطع لا يزال يتردد في ذاكرته كما لو كان صدى صفعة على وجه كرامته.تلك النبرة... الحسم... البرود الذي لم يعتده منها.**أكانت تلك هي المرأة نفسها التي ذات يوم انهارت بين يديه، باكيةً، متوسلةً ألا يتركها؟**عبثًا حاول إقناع نفسه أن الأمر لا يعنيه لكن شيئًا ما في صدره كان يغلي كمرجلٍ لا تهدأ نيرانه.**أكان كل ما بينهما سرابًا؟ ثلاث سنوات من العمر، ألم تُترك له فيها ذرة مشاعر؟****هل صبرت على عائلته وطباعه وغيابه الطويل فقط من أجل شيء؟ شيء لم يفهمه بعد؟**كلما غاص في تساؤلاته استشاط غضبًا أكثر كأن عقله يشعل نارًا وقوده الشك والندم.قطع شروده صوت إيان مساعده وهو يضع فنجان القهوة أمامه بلطف وقال:— "قهوتك، سيد سلفادور."لاحظ إيان الجمود الجليدي الذي كسا ملامح رئيسه، فسأله بتردد:— "هل تمكنت من الوصول إلى السيدة الشابة؟ هل حصلت على رقم هاتفها الجديد؟"مرر جاستن ك
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status