LOGINเรื่องรักชวน (ปวด) หัวจากการจับคลุมถุงชน ของคู่แต่งงานข้าวใหม่ปลามัน ชีวิตคู่ใต้หลังคาเดียวกัน ความรู้สึกหวั่นไหว และสับสน ใครจะตกหลุมรักใครก่อนกัน?
View More“Rangga, maafkan aku karena sudah mengecewakanmu. Aku memang main pernah belakang dengan bosku dua tahun terakhir.”
Ucapan Jojo, istri Rangga, dua bulan yang lalu masih terngiang di kepala Rangga.
Selama ini Rangga hanya setia kepada satu wanita, tetapi wanita itu telah mengecewakannya. Walaupun ada banyak wanita yang berusaha menggoda Rangga, tapi Rangga tidak pernah memberi mereka kesempatan untuk mendekatinya.
Tapi, sejak Jojo mengakui semuanya kalau dia pernah berselingkuh dengan Rahul, bosnya, maka hati Rangga menjadi sangat kecewa. Dia menjadi sangat murka akan kehidupannya.
Sejak itu Rangga mulai mencari cara untuk membalas dendam kepada biang keladi kehancuran rumah tangganya, orang yang mengajak Jojo masuk ke dalam kemaksiatan, masuk ke dalam perselingkuhan, pengkhianatan yang melukai hati Rangga.
Dan hari ini, Rangga akhirnya mulai melakukan apa yang menjadi rencananya itu!
Rangga melangkahkan kakinya untuk pertama kali ke rumah Rahul. Inilah caranya untuk membalas kekecewaan tersebut, yaitu dengan masuk ke rumah Rahul sebagai sopir pengganti.
Saat Rangga melihat pria itu, dia hampir tidak bisa menahan diri. Tangannya terkepal, wajahnya mengeras. Pria tua yang tidak pantas menjadi saingannya ini telah berselingkuh dengan istrinya selama hampir dua tahun!
Rahul menatap Rangga. "Jadi kamu sopir baru yang dibilang Yopi itu?"
"Iya, Pak. Nama saya Rangga."
"Oke. Antarkan aku ke kantor."
"Mari, Pak Rahul."
Saat Rahul melewatinya, Rangga hampir saja melepaskan amarahnya. Namun, dia memiliki rencana jangka panjang untuk membalas dendamnya, jadi dia mengendalikan diri.
Sesampainya di kantor dan setelah menurunkan Rahul, Rangga memperhatikan kantor itu. Di sinilah semuanya bermula. Di sinilah istrinya beberapa kali dilecehkan hingga akhirnya tidak berdaya dan berakhir menjadi selingkuhan Rahul.
Tiba-tiba Rahul yang sudah meninggalkan mobil sambil menelepon kembali mendekati Rangga. "Kamu langsung balik ke rumah, lalu jemput Tineke ke mall. Mengerti?"
"Bagaimana dengan Bapak?"
"Mungkin aku akan memakai sopir kantor kalau aku harus keluar. Oke, kamu pulanglah."
"Baik, Pak."
Dalam perjalanan kembali, Rangga menerima telepon dari Jojo, istrinya. "Apa maumu, Jojo?"
"Kamu ke mana, Rangga? Kenapa tidak ada di rumah?"
"Aku sedang kerja lapangan."
"Hah? Bukannya kamu biasanya cuma kerja di depan laptop?"
Sebelum ini, Rangga memang seorang trader dan hanya bekerja dari rumah. Selama 2 tahun ini, pekerjaannya itu telah menghasilkan uang milyaran untuknya, tetapi jumlah itu tidak pernah diketahui oleh istrinya.
Rangga memang ingin membuat kejutan kepada istrinya, ingin membuat sebuah perusahaan besar dan juga membuat apartemen mewah untuk istrinya, untuk jadi kejutan ulang tahun pernikahan bagi istrinya.
Tapi kejutan itu belum juga dia katakan, karena kejutan dari istrinya sudah lebih dulu menerpa hidupnya.
"Sekarang aku mau sambil kerja lapangan melihat-lihat kompetitorku supaya bisa mendapatkan hasil lebih baik," bohong Rangga.
"Oke. Kamu silakan kerja lapangan, aku akan tinggal di rumah dan tidak akan bekerja lagi. Aku puas dengan penghasilanmu, yang penting keluarga kita tetap utuh."
Rangga mendengus. Sejak menikah dengan Jojo, sebenarnya dia sudah mendapatkan kepuasan hidup. Dia merasa semua yang dia inginkan sudah tercapai dengan kehadiran Jojo apalagi dengan kehadiran dua buah hatinya dengan Jojo.
Dia ingin meninggalkan Jojo setelah perselingkuhannya terbongkar, tetapi tidak sanggup karena anak-anak mereka sangat berharap orang tua mereka tetap bersama.
"Jam berapa kamu pulang, Rangga sayang?" tanya Jojo dengan nada lembut. Sungguh berbeda dari sebelum Rangga memergokinya selingkuh.
Jojo dulu begitu cuek dan dingin. Kini, wanita itu jadi berubah peduli, dan terus berbicara dengan nada mendayu, tapi Rangga tidak akan terjebak lagi.
"Aku tidak tahu. Mungkin tidak akan pulang."
"Rangga, kamu tidak sedang meninggalkan aku, kan?"
"Kalau aku ingin meninggalkanmu, aku sudah membawa anak-anak kita pergi, tapi aku tidak melakukannya, kan?"
"Iya, memang."
"Aku cuma ingin menenangkan diri sambil kerja lapangan. Dua hari lagi aku pulang."
"Baik, Rangga. Aku akan menunggu sampai kamu pulang dan akan selalu memperhatikan anak-anak kita.”
**
Saat Rangga telah kembali ke rumah Rahul, Tineke yang sudah berdandan cantik itu keluar. Dia bahkan sengaja menggesekkan buah dadanya yang sintal ke lengan Rangga, hingga membuat Rangga kaget.
Tineke menatapnya penuh arti. Sebuah godaan sudah mulai dilayangkan.
Ternyata, istri kedua Rahul sebinal ini?
Sekarang, Rangga yakin bahwa rencana pertamanya akan bisa dilaksanakan dengan sangat mudah.
Tapi Rangga pura-pura tidak mengerti. Dia masuk ke dalam mobilnya dan bertanya, "Nyonya Tineke mau belanja di mana, Nyonya?"
Tineke nampak berpikir sebentar kemudian dia berkata, "nampaknya aku tidak jadi belanja deh."
"Kenapa begitu, nyonya?"
"Sekarang ini aku lebih suka refreshing di hotel." Dari posisinya di jok belakang ini, Tineke menatap penuh arti ke arah Rangga lewat kaca di atas pengemudi.
"Oh, aku mengerti, tante. Tante mungkin capek. Ehm, berarti tante ingin menginap di hotel dan aku harus menjemput Tuan Rahul, begitu, kan?" pancing Rangga.
"Eh, jangan. Bapak sedang sibuk di kantor. Biarlah dia di kantornya. Aku tidak mau mengajaknya ke hotel."
"Baik, nyonya. Berarti nyonya ingin menikmati fasilitas hotelnya. Mungkin menikmati spa-nya, kolam renangnya atau semacam itu. Iya kan?" kata Rangga sambil mulai mengemudi.
"Aku nggak mau. Aku pengen sekali ke hotel bukan untuk menikmati fasilitas seperti itu tapi aku ingin berduaan dan dengan seseorang di hotel. Tapi bukan bapak ya."
Cerita sudah mulai menjurus tapi Rangga masih pura-pura. Dia masih berlagak pilon. "Oh, jadi nyonya akan menginap dengan teman nyonya, ya? Bestie-nya nyonya, ya?"
"Nggak. Buat apa? Aku lebih baik menghabiskan waktu dengan bestie-ku saat di klub malam atau di lagi shopping tapi tidak saat di hotel. Saat di hotel, aku ingin menikmatinya dengan seorang lelaki. Tentu saja."
Saat ini Rangga terdiam. Rangga biarkan Tineke menceritakan dengan jelas akan maksud perkataannya itu. Rangga yakin, dari ekspresi Tineke, sepertinya wanita itu mulai tertarik padanya.
Setelah sempat terdiam, Tineke nampaknya mulai tidak tahan. Dia kemudian memajukan tubuhnya sehingga harum semerbak parfum yang dia pakai menyebar sampai ke hidung Rangga. "Bagaimana denganmu? Apa kamu mau menemani aku di hotel?"
EPISODE 50ตอนพิเศษ 3 วันต่อมา ผมตื่นแล้ว… เพราะเสียงรัวกดกริ่งดังไม่หยุดที่หน้าบ้านนั่น ให้เดาก็คงเป็นไอ้พริกกับไอ้รามนั่นแหละ แต่ต่อให้เสียงกริ่งจะดังแค่ไหนก็ดูเหมือนคนข้าง ๆ จะไม่ได้ยิน รู้อีกทีผมก็อุ้มหลานพาดบ่า ถือตะกร้าขวดนมเดินลงมาข้างล่าง สภาพสะลึมสะลือขีดสุดเพราะแทบไม่ได้หลับไม่ได้นอน นัยน์ตาต้องหรี่ลงเพราะแสงอาทิตย์จ้าในช่วงสายของวัน “สภาพน่ารักแบบนี้กูต้องอัดรูปใส่กรอบแล้วมั้ง” เสียงร่าเริงของไอ้ห่ารามดังขึ้น พร้อมกันมันก็รีบยกโทรศัพท์รัวถ่ายรูปยกใหญ่ “ยิ้มเป็นไงบ้าง?” พอประตูเปิด คนเป็นแม่รีบรับลูกต่อไป ท่าทางเป็นห่วง ผมส่งต่อตะกร้านมให้ไอ้ราม ก่อนจะยกฝ่ามือขึ้นลูบใบหน้าอย่างเหนื่อยอ่อน “ขี้ทั้งคืน มึงรีบพาไปหาหมอเลย” “โถ…” “แค่นี้นะ กูจะไปนอน” “ตอนเย็นมาแดกข้าวด้วย” เสียงไอ้รามยังคงดังต่อ ผมไม่ได้สนใจเพียงแค่หมุนตัวเดินกลับเข้าบ้าน โบกมือให้มันนิดหน่อยเท่านั้น พอขึ้นมาถึงห้องนอนก็พบว่าหยีเหมือนจะเพิ่งตื่น หัวผงกขึ้นมองเล็กน้อย นัยน์ตาใสปรือมองก่อนจะตบที่นอน
EPISODE 49ตอนพิเศษ 2 หลายชั่วโมงต่อมา “เฮียชงนมเสร็จรึยัง?” “แป๊บ” “ยิ้มร้องไม่หยุดเลยทำไงดี?” “เดี๋ยวเฮียอุ้มเอง หยีไปอาบน้ำได้แล้ว” “ไม่เอาอะ” ผมเดินกลับมาหาคนที่กำลังยืนอุ้มหนูยิ้มพาดบ่า เสียงร้องไห้โยเยดังมาได้ร่วมชั่วโมงแล้วแบบไม่มีพัก ไม่รู้เหมือนกันว่าทำไมยิ้มถึงได้ร้องไม่หยุดแบบนี้ แต่จะให้โทรไปบอกให้พริกก็ไม่ได้อีก เดี๋ยวแม่งไม่เป็นอันทำห่าอะไรกันพอดี หยีไม่ยอมให้เอายิ้มมา กลับเดินหนีไปอีกทาง วางร่างเล็กของหลานไว้บนเตียงก่อนจะป้อนนมเข้าปากเล็กนั่น และพอได้จับขวดนม นัยน์ตาใสแป๋วที่เมื่อครู่มีน้ำตาคลอก็ชะงักเงียบไป มืออ้วนป้อมจับขวดนมถือเอง พลิกตัวไปทางเมื่อได้ในสิ่งที่ต้องการแล้ว ผมเม้มปากกลั้นยิ้ม ยกแขนขึ้นปาดเหงื่อ แม้ว่าในห้องจะเปิดแอร์จนเย็นฉ่ำแต่เพราะสถานการณ์เมื่อครู่ทำให้แอบเหนื่อยไม่น้อย ทั้งที่ปกติหนูยิ้มเป็นเด็กที่ไม่ค่อยร้อง แต่อาจจะเป็นเพราะห่างพ่อห่างแม่ทำให้เกิดอาการร้องไม่หยุดแบบนี้ ก็เด็กนั่นแหละ แถมเป็นหลานผมด้วย จะบอกว่ารักเหมือนลูกตัวเองก็คงไม่ผิดนัก
EPISODE 48ตอนพิเศษ 1 KRAM TALKS เวลาผ่านเลยไปก็หลายเดือน ทุกอย่างดูสงบสุขดี เว้นก็แต่… หยีไม่ยอมกินข้าวเลย เอาแต่ทำงาน ซ้ำยังไม่มีเวลาให้คนเป็นสามีแบบผมด้วย และใช่… มันน่าหงุดหงิด อยากจะจับมาฟัดสักทีสองที บรรยากาศในบ้านช่วงบ่ายอ่อน ๆ ที่แสนจะเงียบเชียบ มีเสียง ‘ต๊อกแต๊ก ๆ’ ดังอยู่เหมือนเช่นทุกวัน ต่อให้ผมเดินผ่าน หรือเปิดประตูบ้านเข้ามา คนที่กำลังนั่งห่อตัวอยู่ในผ้าห่มผืนหนา ใส่แว่นตาทรงโต ในรูจมูกข้างหนึ่งมียาดมเสียบเอาไว้ ก็ไม่ได้มีทีท่าว่าจะหันมาสนใจกันเลยแม้แต่นิด ช่วงนี้หยีจริงจังกับการเขียนนิยายมากจนผมไม่อยากจะไปกวน แต่บางทีมันก็แอบอยากอยู่ด้วย อยากชวนไปข้างนอก ไม่ก็ชวนหาอะไรทำ… เราไม่ได้เข้านอนพร้อมกันมาร่วมเดือนแล้ว และเรื่องพวกนั้นก็แทบไม่ได้ทำกันเลย เพราะน้องมันเอาแต่ทำงาน พอหัวถึงหมอนปุ๊บก็หลับเป็นตาย ใครแม่งจะไปกล้ากวน แต่เพราะระยะนี้เจ้าตัวออกจะอาการหนักเกินไปสักหน่อย ถึงขั้นไม่กินข้าวกินปลาเหมือนตอนก่อนนู้นสมัยที่เราย้ายมาอยู่ด้วยกันแรก ๆ ผมเลยตั้งใจว่าอาจจะต้องบังคับให้เมียหยุดทำงาน
EPISODE 47ก้าวไปข้างหน้า หลายเดือนต่อมา “กรี๊ด!!!!!!” “อะไร…” “เฮีย! ตื่นมาดูนี่เร็ว!” “…” คนข้าง ๆ ยกหัวขึ้นมามองในตอนที่ฉันกำลังส่องหน้าจอโทรศัพท์ให้เขาดู มือไม้สั่นหนักจนเฮียครามต้องดึงไปดูเอาเอง คิ้วหนาเลื่อนเข้าหากันอย่างไม่เข้าใจจนฉันต้องดึงมันกลับมาดูอีกครั้ง ส่งเสียงวี้ดว้ายไปมาอย่างหยุดไม่อยู่ “เฮีย! นิยายของหยี… ได้ขึ้นหน้าหนึ่งขายดีแล้วนะ!!!” “อืม…” “เฮียอะ!! ไม่ดีใจหน่อยเหรอ?” “ดีใจดิ” “เฮียดูสิ ๆ ๆ หยีตื่นเต้นอะ!” “ใจเย็น” คนข้าง ๆ ขยับตัวลุกขึ้นนั่งหัวเราะออกมาเบา ๆ ดึงเอาตัวฉันไปกอดจูบลงบนเรือนผมกันสองสามที ถึงจะไม่ได้แสดงอาการดีอกดีใจได้มากไปกว่านี้ แต่แค่นี้สำหรับคนแบบเฮียแล้วก็ถือว่าโอเค… และใช่… หลังจากที่ฉันตั้งอกตั้งใจเขียนนิยายต่อเนื่องกันอยู่หลายเดือนแบบที่เรียกได้ว่าข้าวปลาไม่สนใจจะกิน ตอนนี้ก็ราวกับว่าความพยายามนั้นสัมฤทธิ์ผลเข้าให้แล้ว การตั้งตารอให้นิยายที่ตัวเองเขียนขึ้นหน้าขายดีของ
EPISODE 45ครบรอบ หลายวันต่อมา ฉันกำลังแต่งตัวเตรียมไปงานเปิดตัวกระเป๋าอะไรสักอย่างนั่นของคุณส้มที่ลิลลี่พูดถึง ถึงใจจะไม่อยากไป แต่ด้วยความที่ไม่อยากจะเป็นคนเดียวที่ถูกนินทาก็เลยจำใจต้องไป เฮียครามเพิ่งกลับมาจากข้างนอก กำลังถอดเสื้อเชิ้ตโยนใส่ตะกร้า เท้าสะเอวมอง
EPISODE 37ทริปกระชับความสัมพันธ์ สิบนาทีต่อมา “สิบนาทีก็ได้” “ไม่เอาเฮีย คนอื่นรออยู่” “นิดนึง” “ไม่ได้…” ฉันกระวีกระวาดเก็บเสื้อผ้าใส่กระเป๋า ในขณะที่อีกคนเอาแต่เดินกอดเอวตาม อะไรบางอย่างยังคงผงาดแข็งค้างอยู่อย่างนั้น สงสารก็
EPISODE 28ไม่ได้ก็ไม่รอแล้ว ก่อนที่จะน่าอายมากไปกว่านี้ ก่อนที่ใครจะทันได้เห็นน้ำตา ฉันก็หลุบตาลงหันหน้าหนีเฮียคราม ส่งต่อเค้กให้เฮียยักษ์ที่กำลังยืนเม้มปาก หน้าตาเครียดจัดแบบที่ไม่เคยได้เห็นมาก่อนอยู่ด้านหลังถือเอาไว้แทน “หยี” “หยีใจเย็น…” “…”
EPISODE 21คิดการใหญ่ใจต้องนิ่ง วันต่อมา ฉันตื่นนอนขึ้นมาด้วยความรู้สึกเมื่อยล้าปวดหนักไปทั่วทั้งสรรพางค์กายแบบที่แทบจะลุกไม่ขึ้น เพราะเมื่อคืนกว่าจะได้นอนก็เล่นเอาเกือบฟ้าสาง เฮียครามยังคงคอนเซปต์ตื่นเช้าเหมือนทุกวันแม้เมื่อคืนเขาจะใช้เรี่ยวแรงมหาศาลขนาดนั้นก็ตาม
reviews