ทะลุมิติไปเป็นสะใภ้ยุค 80

ทะลุมิติไปเป็นสะใภ้ยุค 80

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-27
Bahasa: Thai
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
45Bab
1.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

ให้ตายเถอะ! ทะลุมิติมาทั้งทีได้มาเป็นสะใภ้ก็ถือว่ายากแล้ว แต่นี่ต้องมาเป็นสะใภ้อีสาน โอ้ยอยากตายแล้วเกิดใหม่จริงโว้ย นิยายเรื่องทะลุมิติไปเป็นสะใภ้ยุค 80 เป็นเรื่องราวของเขมิกาหรือเอมอรสาววัยสิบแปดปีที่พึ่งเรียนอยู่มหาวิทยาลัยปีหนึ่งทะลุมิติไปเป็นสะใภ้อีสานในปี 2525 มาติดตามกันว่าเธอจะไปใช้ชีวิตในยุคนั้นได้อย่างไร นิยายเรื่องนี้เป็นเพียงจินตนาการของไรต์เองนะคะ บทสนทนาส่วนใหญ่จะใช้เป็นภาษาอีสานค่ะ (มีวงเล็บแปลให้ค่ะ) ภาษาอาจจะไม่ถูกหลักไวยากรณ์เท่าไรไรต์ต้องขออภัยด้วยนะคะ

Lihat lebih banyak

Bab 1

ตอนที่ 1 ไปเยี่ยมปู่กับย่าที่ต่างจังหวัด

“Jangan khawatir, ibuku pasti akan menerimamu sebagai menantunya, kalian pasti akan cocok.” 

Bisma menggenggam tangan Nirmala yang terasa dingin memasuki rumah mewah keluarganya. 

“Ma, kenalkan ini Nirmala.” 

Nirmala berusaha tersenyum semanis mungkin dan mengulurkan tangannya, tapi sampai tangan Nirmala pegal hanya lirikan sinis yang dia terima, 

“Ma,” tegur Bisma pada sang mama tapi wanita itu hanya menatap Nirmala dengan pongah. 

“Anak saya punya pekerjaan dan masa depan yang cerah, kamu pasti berusaha sangat keras untuk mengimbanginya.”

Setelah apa yang terjadi lebih dari satu bulan yang lalu, dalam mimpipun Nirmala tak pernah membayangkan kalau akan didatangi wanita paruh baya masih cantik itu, sejak awal wanita itu memang tak ramah padanya yang hanya tukang kue. 

Saat itu Nirmala hanya sedikit heran ibu yang diceritakan Bisma dan wanita yang ditemuinya yang dikenalkan Bisma sebagai ibu memiliki sifat yang berbeda,masih berusaha berpikir positif mungkin saja ibu Bisma memang tak terlalu ramah pada orang yang baru kenal. Jawaban datang minggu berikutnya saat wanita itu bertamu ke rumah Nirmala.

Derajat dan tingkat pendidikan yang jauh berbeda menjadi alasan klasik yang selama lima tahun menghantui Nirmala, hingga akhirnya dia menyerah satu bulan yang lalu saat yang ia harapkan mau berjuang bersama saling bergandengan tangan tak mau ia genggam.

"Boleh masuk?"

Dengan kaku Nirmala memberi jalan pada wanita itu untuk masuk. Tanpa dipersilahkan lagi kursi single yang terdekat dengan jendela menjadi pilihannya, dengan anggun dia duduk di sana meletakkan tas tangan berwarna hitam di atas pangkuannya.

"Silahkan duduk Nirmala, santai saja, saya hanya ingin pesan kue,” kata wanita itu, Nirmala hanya bisa menggerutu dalam hati, ini padahal rumahnya.

Meski masih kaku Nirmala berusaha untuk duduk dengan tenang di sofa panjang ruang tamu rumahnya, ini rumahnya tempat yang paling aman seluruh dunia tidak ada yang bisa menindasnya, semua akan baik-baik saja. Begitu yang Nirmala tanamkan dalam hati.

"Siapa, Mbak?" Nia muncul dari 

ruang tengah, gadis itu hanya berdiri diam, dia tentu saja mengenali wanita paruh baya yang duduk dengan anggun di ruang tamu rumahnya.

"Mau pesan kue apa, Bu?" tanya Nirmala mengabaikan pandangan bertanya adiknya, meski agak sedikit was-was Nirmala berusaha duduk tenang, meyakinkan dirinya bahwa wanita di depannya tak mampu berbuat hal yang buruk padanya.

"Ibu dengar kamu pandai membuat berbagai kue basah, meski belum pernah coba, kata Bisma kue buatanmu sangat enak, jadi anggap saja ibu sedang berbagi kebahagiaan denganmu, buatkan lima jenis kue basah terserah yang penting enak masing-masing 100 buah dan akan langsung ibu bayar lunas."

"Untuk kapan itu, Bu?"

"Hari Minggu pekan depan."

"Baik, Bu." Nia mencubit lengan kakaknya yang duduk di sofa panjang bersamanya, gadis itu tak habis pikir dengan kakaknya pesanan kue mereka full booked untuk dua minggu ke depan beberapa hari lalu mereka bahkan menolak pesanan kue dari seorang pelanggan. Apalagi kue yang dipesan tidak sedikit 5 jenis masing-masing 100 jadi mereka harus membuat 500 pcs dan kue basah bukan jenis kue yang bisa dibuat dua tiga hari sebelumnya. Kakaknya sudah gila rupanya.

"Oh ya ibu dengar kamu dan Bisma sudah putus hubungan, tapi tidak masalah bukan kalau kamu datang ke rumah ibu hari minggu sekalian mengantar kue, yah mungkin kamu sudah mendengarnya Bisma sudah menemukan orang yang tepat sebagai pendamping hidupnya, dan ibu sangat setuju saat dia mau melamarnya langsung."

Nyonya Arlin ibu Bisma tak memperhatikan atau mungkin tak perduli dengan wajah Nirmala yang sudah pias wanita itu terus saja berbicara, memuji calon menantunya yang setara dengan mereka.

Nia menggenggam tangan kakaknya erat, dia sangat tau bagaimana perasaan kakaknya saat ini meski kesehariannya cuek dan dingin tapi kakaknya adalah wanita berhati paling lembut yang dia kenal.

"Ibu hanya berharap kamu dapat menerimanya dengan ikhlas, hubungan kalian dulu toh tidak memiliki masa depan. Kamu anak baik tapi, ibu hanya ingin yang terbaik untuk anak ibu dan bersamamu bukan yang terbaik untuknya."

Nirmala paham dengan alasan yang dikemukan oleh ibu mantan kekasihnya, atau pura-pura paham entahlah...  Lima tahun bukan waktu yang singkat Nirmala sudah sangat terbiasa dengan adanya Bisma yang tiba-tiba datang, sekadar ngobrol, atau menjadi kritikus kue buatannya.

"Mbak...."

"Saya mengerti, Bu. Hubungan saya dan Bisma memang sudah berakhir, dan dia berhak menikah dengan siapapun yang dia inginkan."

"Syukurlah kalau kamu tidak akan mengganggu Bisma lagi."

"Kakak saya bukan pengganggu, anak anda yang datang mengemis cinta pada kakak saya dan setelah dapat mencampakkannya dengan mudah." Nia tak tahan lagi, dia ikut sakit hati kakaknya diremehkan, mereka memang hanya yatim piatu yang hidupnya mengandalkan tangan dan kaki sendiri, tak punya riwayat gelar berderet yang mengiringi namanya ataupun orang kuat yang siap pasang badan untuk mereka.

"Anak saya tidak cinta dengan kakakmu dia hanya tersesat sesaat, kalau dia memang cinta dia akan bertahan meski semua menentang." Yah Meski tak setuju Nirmala mau tak mau harus menerima kenyataan itu, Bisma bisa dengan mudah menggantikannya dengan orang lain padahal mereka baru satu bulan tak bersama, begitu mengecewakan dan mengejutkan tentu saja.

"Semoga saja anak ibu segera kena karmanya," gumam Nia pelan tapi masih bisa didengar dua orang yang berbagi ruangan dengannya.

"Ap...."

"Baiklah, Bu saya akan menerima pesanan ibu, untuk kue apa saja yang perlu saya buat ibu bisa menghubungi nomer ini." Nirmala dengan cepat menuliskan nomornya pada secarik kertas yang memang selalu tersedia di ruang tamu sekaligus mencegah kalimat balasan yang akan dilontarkan wanita paruh baya itu.

"Ok, berapa saya harus membayar?"

"Kue buatan saya Rp3.000,- tiap piecenya tapi anda tak perlu membayar lunas semua, cukup berikan uang muka sebagai tanda jadi."

"Tak apa saya akan membayar lunas langsung saja takutnya kamu nggak ada uang untuk buat kuenya." Nirmala menggenggam tangan Nia kuat memberi isyarat tak perlu menanggapi wanita itu, lalu dengan senyum yang ia usahakan senatural mungkin dia menjawab.

"Iya terserah ibu saja."

Nyonya Arlin membuka dompetnya yang Nirmala tau harganya setara dengan uang makannya setahun, mengeluarkan puluhan lembar seratus ribuan dari sana. " Ini kamu bisa hitung dulu."

"Baik, akan saya hitung." Nirmala mulai menghitung, sebenarnya tanpa menghitungpun dia akan percaya nyonya Arlin tak akan memberi uang kurang dia hanya ingin memastikan. " Iya, Bu sudah tepat satu juta lima ratus.”

"Tentu saja uang segitu bukan masalah untuk saya, apalagi ini untuk acara anak saya yang sudah saya tunggu-tunggu." Nirmala hanya diam dan mengabaikan nada sindiran dalam  ucapan nyonya Arlin.

 

Dengan anggun wanita itu bangkit sambil menenteng tas mewahnya.

 

Nirmala dan Nia hanya mengawasi sampai wanita itu hilang dibalik pintu dan tak lama kemudian terdengar suara mobil meninggalkan pekarangan rumah mereka.

"Apa Mbak yakin akan menerima orderannya? Dia jelas hanya ingin pamer." Nia memandang kakaknya yang masih diam tak bergerak.

Dengan menghela nafas berat Nirmala menjawab "Pamer atau tidak itu bukan urusan kita, jualan kue itu pekerjaan kita, asal dia bayar lunas tidak ada masalah."

"Tapi, Mbak bagaimana dengan perasaan mbak sendiri apa baik-baik saja? Kalau soal order kita tidak pernah kekurangan."

"Mbak baik, Nia jangan khawatir." Nirmala menepuk punggung tangan adiknya menenangkan. "Lagi pula mbak sudah terlanjur terima, dan kita bisa sekalian promosi di acara mereka, kalangan orang-orang seperti mereka sering pesta dan semacamnya yang mengharuskannya memesan kue."

Kakaknya memang benar jika itu alasannya orderan yang mereka lakukan terima hanya dari kalangan orang menengah ke bawah yang hanya pada saat tertentu saja butuh kue. Apalagi rencana mereka yang akan membuka toko kue bisa segera terlaksana jika ada orderan yang stabil.

Tapi bagaimana dengan kakaknya sendiri benarkah dia baik-baik saja.

"Sudah Nia, Mbak baik-baik saja sungguh, ayo lanjut kerja lagi, sebentar lagi kamu ke pasar."

"Mbak..."  Nia menegur kakaknya yang memandangi handle pintu, Nia tau seminggu sebelum mereka putus Bisma datang ke rumah ini dan Nirmala meminta tolong memasangkan handle pintu itu. Kakaknya tidak baik-baik saja, tidak mudah memang melupakan hubungan yang sudah terjalin lama, tapi dia tak bisa mendesak lagi, entah apa yang akan terjadi nanti?

Apa Bisma dan keluarganya bermaksud mempermalukan kakaknya.

Nia tak bisa membiarkan ini. 

“Baiklah mbak, tapi biar Nia yang mengantar nanti mbak di rumah saja.”

“Tidak mbak akan ikut.”

“Mbak mereka pasti berniat mempermalukan mbak.”

“Menjadi tukang kue bukan hal yang memalukan Nia dan mereka harus tahu itu

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
45 Bab
ตอนที่ 2 เก็บสายบัว
“นี่เขาเรียกต้นอะไรอะวา” เขมิกาชี้ไปที่ไม้น้ำที่แผ่กระจายไปทั่วตามที่เธอเห็นในคราแรก “อ๋อ กระจับเขาควายค่ะ พี่เขมลองเก็บขึ้นมาดูสิ เดี๋ยววาจะต้มให้กิน” กระจับเขาควายพืชน้ำที่เธอเคยเห็นเขาขายกันตามข้างถนน ลักษณะผลของมันก็เหมือนเขาควายจริง ๆ เธอเคยเอามาแทะกินอยู่ครั้งหนึ่ง ปอกเปลือกไม่เป็นก็ใช้ปากกัดไปเลยสิ ผลสรุปคือมือเมอปากดำไปหมด เขมิกาลองจับต้นของมันพลิกขึ้นมาดูก็พบว่าผลของมันมีสีม่วงอมแดง ลักษณะคล้ายหน้าวัวมีเขาอยู่สองข้าง เธอรู้สึกตื่นตาตื่นใจกับมันมาก“ปลูกไว้ขายเหรอ” “ถ้าเหลือกินก็ขายค่ะ ที่ปลูกในพื้นที่แห่งนี้พ่อขายหมดเลยค่ะ บัวนี่ก็ขาย” เขมิกาพยักหน้าอย่างเข้าใจ นี่สินะที่เขาเรียกว่าเกษตรผสมผสาน ลุงดำปลูกทุกอย่างที่กินได้ มีผลผลิตหมุนเวียนให้เก็บเกี่ยวตลอดทั้งปี เขมิกาเองก็อยากทำบ้างแต่เธอคงมีแรงไม่มากพอและอีกอย่างต้องมีความรู้เกี่ยวกับการเกษตรด้วยถึงจะทำได้ตอนนี้ได้กระจับมาเยอะพอประมาณ เขมิการู้สึกภูมิใจที่ตัวเองมีโอกาสได้มาเก็บผลของมันเป็น ๆ แบบนี้ ถ้าขึ้นไปบนฝั่งจะเอาไปอวดพ่อกับแม่ของเธอ“สระนี้ลึกมากไหมอะวา” อยู่ดี ๆ เขมิกาก็เอ่ยถามขึ้นมา เพิ่งคิดขึ้นได้ว่าเรือเริ่มออกม
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-15
Baca selengkapnya
ตอนที่ 3 ทะลุมิติ
ชายหนุ่มรูปร่างกำยำอุ้มร่างที่ไร้สติขึ้นจากน้ำพอถึงฝั่งก็จับคนตัวเล็กขึ้นพาดบ่าเพื่อเอาน้ำออกจากปอด จนเธอสำลักน้ำออกมา “อร! อร!” กันวางร่างของเธอลงกับพื้นแล้วเขย่าเบาๆพร้อมกับเรียกชื่ออรซึ่งเธอไม่รู้ว่าเป็นชื่อของใคร เธอเริ่มขยับตัวแล้วเอามือกุมที่ศีรษะ เปลือกตายังคงปิดสนิท “พ่อ อรฟื้นแล้ว” สำเนียงและภาษาอีสานที่เขาพูดคล้ายๆกับเสียงพ่อคุยกับลุงของเธอไม่มีผิดเพี้ยน ขนตางอนค่อยๆกระพริบช้าๆก่อนจะปรือตาขึ้นมามองคนตรงหน้า สายตาของเธอยังคงพร่ามัว แต่พอรู้สึกคลับคล้ายคลับคลาใบหน้านี้ แต่ผิวสีเข้มกว่าที่รู้ๆเขาเป็นคนหล่อ ‘ไม่สิจะมาคิดเรื่องหล่ออะไรตอนนี้ มันไม่ได้นะเขม’แต่เธอจำเขาไม่ได้ว่าเคยเจอที่ไหน และเธอยังไม่อยากคิดถึงมันตอนนี้เพราะตอนนี้ในหัวของเธอรู้สึกตื้อไปหมด คนที่เขาเรียกพ่อเดินเข้ามามองดูเธอใกล้ๆ ดูมีอายุกว่าคนที่นั่งข้างๆเธอ ด้วยสายตาที่กังวลระคนห่วงใย “มันเป็นหยังหลายบ่อล่ะอ้ายกัน” (มันเป็นอะไรมากมั้ยพี่กัน) สมควรเอ่ยถามอาการพี่สาว“บ่อน่าเป็นหยังหลาย” (ไม่น่าเป็นอะไรมาก) “กัน เอาอินางอรไปเถียงนาก่อน ถ้าแม่มันฮู้พ่อถูกด่าแน่” (
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-15
Baca selengkapnya
ตอนที่ 4 เธอเปลี่ยนไป
อาหารตรงหน้าคือแกงอ่อมหอยใส่ใบชะพลู เอมอรกินแกงอ่อมหอยได้แต่ที่นี่ไม่ได้ใส่กะทิเหมือนที่แม่เคยทำให้กิน ข้าวมีแต่ข้าวเหนียวอันนี้เธอก็ถนัดเพราะพ่อเคยทำให้กินบ่อยๆ เอมอรถามถึงตาแม่บอกว่าตาเสียไปตั้งแต่เธอยังเด็กแล้วก็หาว่าเธอสมองเสื่อมจำเรื่องตาตัวเองไม่ได้ “แม่คะ ใครพาหนูมาที่นี่คะ” สำเนียงไม่เหมือนชาวบ้านชาวช่องเขาจนผู้เป็นแม่ถึงกับมองหน้า “เว้าภาษาอีหยังของมึง มึงตายน้ำจนเป็นบ้าไปแล้วติ มึงเป็นหยังหลายบ่อคือกระแดะมาเว้าไทย” (พูดภาษาอะไรของมึง มึงจมน้ำจนเป็นบ้าไปแล้วเหรอ มึงเป็นอะไรมากมั้ยทำไมดัดจริตมาพูดไทย)แม่เข้ามาลูบผมเอมอรเบาๆคิดว่าลูกสาวเป็นบ้าไปแล้ว ยายกับแม่มองหน้ากันแล้วมองหญิงสาวด้วยความเป็นห่วง แม่เล่าให้เธอฟังว่า เอมอรเรียนจบแค่ปอสี่เขียนหนังสือไม่ค่อยเป็นเพราะไม่ค่อยตั้งใจเรียน ความจริงแล้วทุกคนที่นี่ฟังภาษาไทยออกแต่แค่พูดไม่ค่อยได้เท่านั้น ถ้าพูดก็จะตกภาษาอีสานไปด้วย ส่วนมากชาวบ้านเรียนจบปอสี่กันทั้งนั้น จบชั้นสูงสุดก็คงจะเป็นปอหกซึ่งมีไม่กี่คน “บักทิดกันกับพ่อมึงนั่นเด้พามา เอามึงใส่เกวียนมา” (ไอ้ทิดกันกับพ่อมึงนั่นไงพา
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-15
Baca selengkapnya
ตอนที่ 5 ยังไงก็ต้องแต่ง
แม่อวนไปบ้านพ่อใหญ่ศิลาเพื่อคุยกันเรื่องที่ลูกชายของพ่อใหญ่ศิลาช่วยชีวิตลูกสาวของตนไว้ แม่อวนเกรงว่าชาวบ้านจะเอาไปนินทาจึงจะให้รีบไปสู่ขอโดยเร็ว ซึ่งทั้งสองครอบครัวเคยตกลงกันไว้แล้วว่าจะให้ลูกทั้งสองคนแต่งงานกัน แต่ติดที่ลูกชายของพ่อใหญ่ศิลาที่ไม่ยอมแต่งด้วย เพราะเขามีคนรักอยู่แล้วแต่พ่อกับแม่ไม่เห็นด้วยจึงไม่ไปสู่ขอให้ อีกทั้งกันไม่ชอบเอมอรที่เป็นคนไม่เอาไหน กิริยามารยาทก็เหมือนผู้ชาย งานบ้านงานเรือนก็ทำอะไรไม่เป็นสักอย่าง กันเองมีพี่น้องทั้งหมดหกคนเขาเป็นพี่ชายคนโตตอนนี้อายุย่างเข้ายี่สิบสามปี พ่อกับแม่อยากให้ออกเรือน และเห็นว่าเอมอรมีฐานะดีมีไร่นาหลายสิบไร่พ่อกับแม่จึงได้จับจองไว้เป็นลูกสะใภ้ใหญ่ของบ้าน “จั่งได๋ข่อยกะบ่อแต่ง” (ยังไงผมก็ไม่แต่ง) กันยืนกรานกับพ่อแม่ของตัวเองขณะที่แม่ของฝ่ายหญิงกลับไปแล้ว “จั่งได๋มึงกะต้องแต่ง มึงไปอุ้มลูกสาวเพิ่นแล้ว ลูกเพิ่นเสียหาย” (ยังไงมึงก็ต้องแต่ง มึงไปอุ้มลูกเขาแล้ว ลูกเขาเสียหาย) ศิลาดุลูกชายเสียงแข็ง เขาไม่เคยยอมให้ใครมาต่อว่าถึงเรือนฟรีๆ อีกอย่างพ่อกับแม่ของเขาก็ชอบเอมอรยังไงก็ไม่ยอมเปลี่ยนใ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-15
Baca selengkapnya
ตอนที่ 6 เกี่ยวข้าวครั้งแรกในชีวิต
ชาวบ้านที่มาถึงนาก่อนมุ่งหน้าเกี่ยวข้าวไปก่อนแล้ว ถ้านับไม่ผิดน่าจะเกือบสามสิบคนเป็นอย่างต่ำ ก้มๆเงยๆอยู่ข้างรวงข้าว ‘คนมาช่วยเยอะขนาดนี้เราก็คิดว่าจะเสร็จเร็วแต่เปล่าเลยเสร็จจากนาเราก็ต้องไปช่วยเขาต่อ เหมือนกับที่คนอื่นๆมาช่วยเรา ถ้าเป็นที่บ้านลุงดำของเธอใช้รถเกี่ยวข้าววันสองวันก็เสร็จแต่นี่กว่าจะแล้วเสร็จก็เข้าสู่เดือนกุมภามีนานู่นแหละ’ยายยื่นบางอย่างที่เรียกว่าเคียวให้เธอ มันมีลักษณะโค้งงอและปลายแหลมสมชื่อ ‘งือๆ เกิดมายังไม่เคยจับเคียวสักหนจะให้ไปเกี่ยวข้าว ตายๆไม่ตายวันนี้จะตายวันไหน’ ยายหยิบผ้าขาวม้าและหมวกไว้สำหรับคลุมหน้าให้เธอแล้วทำเป็นตัวอย่าง ส่วนถุงมือยายเอาเศษผ้ามาพันมือให้แทน แดดเริ่มร้อนขึ้นลมก็พัดแรงขึ้นเรื่อยๆ หมวกก็โดนลมพัดแล้วพัดอีก สรุปคือเอาผ้าคลุมหน้าไว้เฉยๆ เอมอรอยากจะหาครีมกันแดดมาใช้แต่แม่อวนบอกเธอว่าบ้านอยู่ไกลจากตลาดเกือบยี่สิบกิโลเมตร ต้องนั่งเรือยนต์หรือไม่ก็ต้องเดินไป ‘ถามหน่อยใครจะเดิ๊น?’ แม่อวนเดินเข้ามาหลังจากผูกควายไว้ให้กินหญ้าอีกที่หนึ่งซึ่งเกี่ยวข้าวออกไปแล้ว แม่อวนเริ่มสอนให้เอมอรใช้เคีย
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-16
Baca selengkapnya
ตอนที่ 7 ไปสู่ขอสาว
ตื่นเช้าขึ้นมาเอมอรปวดร้าวไปหมดทั้งตัวโดยเฉพาะฝ่ามือกำแทบไม่ได้ ยิ่งอากาศหนาวด้วยแล้วมือไม้ก็แข็งไปหมด ตามแขนขาทั้งสองข้างเต็มไปด้วยรอยแผลที่เกิดจากใบข้าวใบหญ้าบาด โดนน้ำทีแสบไปหมดทั้งหนาวทั้งแสบโคตรแห่งความทรมาน ‘เกิดมาไม่เคยทำงานหนักขนาดเน้!’ ยายกับแม่ของเธอบอกว่าให้ทำทุกวันเดี๋ยวอาการปวดเมื่อยก็จะหายไปเอง‘สงสัยต้องอาศัยโยคะเข้าช่วย แต่ว่าตีสี่ก็ต้องตื่นมาทำงานบ้านอีกจะเอาเวลาไหนไปโยคะ ยากไปมั้ยชีวิต อยากกลับไปเรียนเหมือนเดิมยังจะดีกว่า’สองวันต่อมาหลังกลับจากเกี่ยวข้าว วันนี้แม่กับยายและป้าแจ้งพี่สาวของแม่แล้วก็ญาติๆอีกหลายคนช่วยกันทำอาหารหลายอย่าง เธอไม่รู้ว่าจะมีงานใหญ่อะไร มีผู้ใหญ่หลายคนเดินทางเข้ามาสมทบที่บ้านของเธอ เอมอรมารู้ภายหลังว่าทางบ้านพ่อใหญ่ศิลาซึ่งเป็นพ่อของกันจะมาสู่ขอเธอไปเป็นลูกสะใภ้ ‘ให้ตายเถอะ! ทะลุมิติมาทั้งทีได้มาเป็นสะใภ้ก็ถือว่ายากแล้ว แต่นี่ต้องมาเป็นสะใภ้อีสาน โอ้ยอยากตายแล้วเกิดใหม่จริงโว้ย!’ ‘บ้าไปแล้ว ฉันต้องมาแต่งงานตั้งแต่อายุสิบแปดเลยเหรอเนี่ย!’ เมื่อผู้เฒ่าผู้แก่ทั้งสองฝ่ายมาพร้อมกันหมด มาอยู่ที่นี่เ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-16
Baca selengkapnya
ตอนที่ 8 ไปตักน้ำดื่ม
ทุกๆวันช่วงเช้ามืดถึงอากาศจะหนาวเย็นแค่ไหนเธอก็ต้องตื่นตั้งแต่ตีสี่ แรกๆก็ยากหน่อยแต่พอปรับตัวได้ร่างกายเอมอรก็เริ่มรู้สึกตัวตื่นเองโดยอัตโนมัติเมื่อถึงเวลาแม่เริ่มสอนให้เธอทำงานบ้านงานเรือนเกือบทุกอย่าง ปัญหาก็คือการทำกับข้าวต้องก่อไฟเองแล้วก็ต้องใช้ฟืนเป็นเชื้อเพลิง กว่าจะทำได้ในวันแรกใช้เวลาก่อไฟอยู่เกือบสามสิบนาทีตะวันจะขึ้นอยู่แล้วข้าวยังไม่ได้นึ่ง แต่เธอเกลียดกลิ่นควันไฟเป็นที่สุดมันชอบลอยเข้ามาฝั่งที่มีคนนั่งอยู่ มันเหม็นมากและทำให้น้ำหูน้ำตาเธอไหลไม่หยุด แม่ของเธอบอกว่าเมื่อไปเป็นสะใภ้บ้านโน้นแล้วต้องทำเองทุกอย่าง มันหนักกว่านี้อีกเป็นสิบเท่า เพราะพ่อใหญ่ศิลามีลูกหลายคนแถมยังมีไร่นาเป็นร้อยไร่ ‘โอ้..ร้องไห้รอเลยได้มั้ย? พ่อจ๋าแม่จ๋าหนูอยากกลับบ้าน!’ “ทิดกันพาน้องไปหาบน้ำมากินแหน่” (ทิดกันพาน้องไปหาบน้ำมากินหน่อย) แม่อวนตะโกนบอกว่าที่ลูกเขยขณะที่เขายังเกี่ยวข้าวอยู่กับเอมอร ‘เรียกทิดกันแสดงว่าเขาบวชแล้วสินะ!’ “ปะอร แม่บอกให้ไปหาบน้ำ” “น้ำอะไร?” “น้ำกิน” ‘หือ? คือ? ทำไมต้องไปหาบแล้วทุกวันนี้เธ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-16
Baca selengkapnya
ตอนที่ 9 โดนจีบครั้งแรก
ในคืนวันหนึ่งหลังจากกินข้าวเย็นเสร็จกันหาทางที่จะมาคุยกับแดงต้อยเรื่องที่เขากำลังจะแต่งงานกับเอมอร แต่ความจริงเขาก็รู้กันไปทั้งหมู่บ้าน “อ้ายกันสิแต่งงานกับอีเอมอรติ” (พี่กันจะแต่งงานกับอีเอมอรเหรอ) แดงต้อยเอ่ยถามขึ้นก่อนเมื่อเจอหน้าคนรัก หลายวันแล้วที่เขาไม่ได้มาหาเธอ “แมน อ้ายขัดเฒ่าพ่อบ่อได้” (ใช่ พี่ขัดคุณพ่อไม่ได้) กันสีหน้าดูเศร้าลง ก่อนจะคุยกับแดงต้อยอีกไม่กี่คำก็ขอตัวกลับ พอกันกลับไปแดงต้อยก็นั่งพิงเสาร้องไห้อยู่คนเดียว จนแม่ได้ยินเสียงสะอื้นจึงเดินออกมาดู “มึงไห้เฮ็ดหยัง” (มึงร้องไห้ทำไม) “กะอ้ายกันลาวสิแต่งงานเนาะแม่” (ก็พี่กันเขาจะแต่งงานนี่คะแม่) “เอ๊อ กะเฮามันจนคิดซะว่าเขาบ่อแมนคู่เฮา เซาไห้ๆเข้าไปนอน” (เอ๊อ ก็เรามันจนคิดซะว่าเขาไม่ใช่คู่เรา หยุดร้องไห้ๆเข้าไปนอน) แม่ของเธอลูบผมลูกสาวเบาๆแล้วส่งเธอเข้าห้องนอน ช่วงบ่ายคล้อยวันหนึ่งป้าแจ้งเดินมาหาหลานสาวที่กำลังเกี่ยวข้าว “สิพาไปหาปลาข่อน ไปนำบ่อ” (จะพาไปหาปลาขาดน้ำ ไปด้วยมั้ย) ป้าแจ้งเอ่ยถามหลานสาว เอมอรหันขวับไปมองหน้ากันที่ยืนอ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-17
Baca selengkapnya
ตอนที่ 10 นวดข้าว
เวลาล่วงเลยไปเกือบเดือนเอมอรเริ่มปรับตัวให้เข้ากับสภาพความเป็นอยู่ทุกอย่างได้มากขึ้น และเริ่มสนิทและกล้าที่จะเปิดใจคุยกับกันมากขึ้นกว่าเดิม แต่สิ่งที่เธอไม่เคยพูดถึงเลยก็คือเรื่องเกี่ยวกับชาติกำเนิดที่แท้จริงของเธอ เช้าวันนี้พ่ออาคมกับน้องชายและญาติๆของเธอช่วยกันทำลานนวดข้าว โดยการถากถางตอซังข้าวออกจากพื้นที่ที่จะทำเป็นลานนวดข้าวให้หมดแล้วเก็บกวาดเศษต่างๆออกให้เกลี้ยงเหลือไว้เพียงหน้าดินแข็งๆ จากนั้นนำขี้ควายเปียกมาเทไว้เป็นกองๆ แล้วนำน้ำมารดให้เปียกชุ่มใช้เท้าเปล่าเหยียบย่ำอยู่บนกองขี้ควายแล้วเกลี่ยทาให้ทั่วพื้นที่ ‘แค่ยืนมองก็รู้สึกจั้กจี้เท้าขึ้นมาอย่างบอกไม่ถูก ไหนจะกลิ่นอันไม่พึงประสงค์ของมันอีก’จากนั้นนำไม้กวาดที่ทำจากหญ้าที่พ่อของเธอเรียกมันว่าต้นขัดมอนหรือหญ้าขัดมากวาดเพื่อให้ผิวดินฉาบไปด้วยขี้ควายทั้งหมด เสร็จแล้วปล่อยทิ้งไว้ประมาณสองสามวันให้ขี้ควายแห้งก็สามารถขนมัดข้าวเข้ามาไว้ในลานนวดได้ ขี้ควายผสมกับน้ำเมื่อแห้งแล้วจะเกาะกับผิวดินแน่นคล้ายกับฉาบปูน ทำให้เวลานวดข้าวเสร็จแล้วสามารถกวาดเมล็ดข้าวใส่กระสอบได้ง่ายสามวันต่อมาก็ขนมัดข้าวมาไว้ที่ลานนวดซ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-17
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status