LOGINสามีใหม่จะมาชาติไหนก็ได้ทั้งนั้น แค่อย่าชาติหมาเหมือนสามีเก่าก็พอ..นะคะ
View MoreTiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.
Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa.
"Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Sayang," kata Roman suatu malam, sambil mengusap rambut Sabiya yang hitam pekat.
"Mereka tidak segan menculik orang yang kucintai. Aku tidak bisa mengambil risiko kehilanganmu."
Sabiya hanya mengangguk patuh, karena ia tak mampu menjawab dengan suara.
Roman selalu menjaganya. Memberinya rumah megah di pinggiran kota yang tenang, dikelilingi taman mawar yang Roman tanam sendiri.
Sang suami membelikannya gaun-gaun mahal, perhiasan, dan mobil mewah meski Sabiya tak pernah memintanya. Bahkan seluruh keluarga tahu betapa Roman memanjakannya.
Sabiya tidak pernah merasa kurang. Ia adalah gadis bisu yang beruntung karena dicintai pria sehebat Roman.
Namun, malam ini, Sabiya melanggar kepatuhannya untuk pertama kali. Ia ingin memberikan kejutan pada suaminya, di perayaan pengangkatan Roman sebagai pemimpin tertinggi keluarga Valeriano.
Sambil memegang kotak beludru berisi pin platina dengan ukiran nama Roman, Sabiya melangkah menyusuri koridor Hotel Victoria.
Dengan wajah yang tersamar di balik syal sutra dan topi hitam, Sabiya memilih memutari hotel menuju pintu belakang. Ia sengaja menghindari anak buah Roman yang berjaga di sekitar lobi utama.
Sambil berjalan cepat, Sabiya merasakan jantungnya berdebar kencang. Bukan hanya karena ia melanggar perintah untuk tetap diam di rumah, tetapi karena ia membawa hadiah yang jauh lebih besar dari sekadar perhiasan.
Setahun terakhir, Sabiya menjalani terapi wicara yang menyiksa secara diam-diam.
Dokter Evelyn, seorang spesialis terapi langka di kota Aldena, terkejut saat Sabiya menuliskan permintaannya.
"Anda ingin mencoba terapi pita suara? Tapi, prosesnya akan sangat menyakitkan."
Sabiya menulis : “Saya tidak peduli. Saya ingin suami saya mendengar suara saya.”
Akhirnya, dimulailah ritual bulanan yang mengerikan. Dokter Evelyn menyuntikkan cairan kortikosteroid langsung ke pita suara Sabiya, menimbulkan rasa terbakar yang menjalar dari tenggorokan hingga ke dada.
Ada kalanya Sabiya muntah-muntah di kamar mandi, menahan tangis agar asisten rumah tangga tidak mendengar. Terkadang, ia bahkan tidak dapat menelan apa pun selain bubur dan air hangat.
Meski begitu Sabiya tetap bertahan. Setiap kali rasa sakit itu datang, ia membayangkan wajah Roman saat pertama kali mendengar suaranya. Ia yakin sang suami akan terkejut, lalu memeluknya penuh rasa haru.
Malam ini, Sabiya akhirnya bisa mengeluarkan suaranya yang telah mati selama lima belas tahun, sebagai persembahan cinta untuk Roman.
Tanpa pikir panjang, gadis itu berjalan menuju ruang private party yang terletak di lantai paling atas. Sabiya cukup mengenali seluk-beluk Hotel Victoria, karena ia dan Roman pernah merayakan ulang tahun pernikahan di sini.
Sabiya tahu di area private party, Roman tidak mengizinkan anak buahnya berkeliaran. Meski begitu, tangan kanannya tetap meremas kotak hadiah dengan gugup,
Setelah menyusuri koridor yang sepi, Sabiya akhirnya tiba di ambang pintu ruang pesta. Namun, langkahnya terhenti sejenak.
Khawatir kehadirannya akan mengganggu, Sabiya memutuskan untuk mengintip lebih dulu melalui kaca kecil yang terletak di atas pintu.
Sedikit berjinjit, ia melayangkan pandangan ke dalam ruangan.
Mata Sabiya langsung tertuju pada sosok Roman yang menjadi pusat perhatian. Namun, suaminya itu tidak duduk sendirian sebagai pemilik pesta.
Di samping Roman, ada seorang wanita cantik yang menempati kursi kehormatan. Wanita itu mengenakan gaun merah marun yang menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sempurna.
Sabiya sempat menarik napas.
Ah, Roman mengajak Clara lagi. Wajar saja, sebab kakak tirinya itu masih berduka usai kehilangan suaminya enam bulan lalu. Roman hanya ingin menghiburnya.
Selain itu, Clara juga bekerja sebagai karyawan baru di Valeriano Corp. Tidak ada yang aneh bila dia ikut serta dalam pesta ini.
Sabiya sudah hampir mendorong pintu untuk memberi kejutan. Ia ingin Roman melihatnya di sini, melihat betapa ia berusaha keras untuk hadir di momen penting sang suami.
Akan tetapi, percakapan yang ia dengar dari dalam ruangan, membuat Sabiya membeku di tempat.
"Bersulang untuk Roman dan Clara! Pasangan paling serasi di kota Aldena!" seru Marco, rekan bisnis sekaligus teman baik Roman. “Sepertinya, takdir memang berpihak pada kalian."
Tawa riuh langsung memenuhi ruangan. Clara hanya tersenyum malu-malu, tanpa ada nada bantahan.
"Jangan bicara begitu," ucapnya lembut sambil melirik Roman, "Bagaimanapun, Roman ini adik iparku. Dia masih menikah dengan adikku, Sabiya."
"Ayolah, Clara! Untuk apa kalian membohongi diri lagi?" sela Dimitri, sahabat Roman sejak kecil. Ia menepuk bahu Roman penuh semangat.
"Jangan membuat diri kalian menderita hanya karena wanita seperti Sabiya. Kau pantas bahagia, Roman."
Ruangan menjadi hening sejenak. Roman menggenggam gelas wine-nya dengan ekspresi yang sulit dibaca.
Lutut Sabiya mendadak terasa goyah. Apa maksud perkataan teman-teman Roman itu?
"Benar," timpal Diana, adik sepupu Roman yang sejak dulu selalu bersikap sinis padanya.
"Kak Clara, kau tahu kenapa Roman tidak pernah mengajak adikmu ke pesta? Bukan karena dia bisu, tapi Roman tidak ingin orang-orang tahu kalau Sabiya adalah Nyonya Valeriano."
Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Sabiya. Ucapan Diana kali ini telah menghantamnya seperti pukulan telak di ulu hati.
"Sampai sekarang Roman juga tidak punya anak dengan Sabiya.” Diana melanjutkan dengan nada mengejek. "Itu karena dia selalu setia padamu, Kak Clara. Roman cinta mati padamu."
Clara tampak terkejut, matanya berkaca-kaca menatap Roman. "Roman, benarkah itu?"
Marco langsung menimpali sebelum Roman sempat menjawab. "Clara, kami akan memberitahumu sebuah rahasia besar. Roman menikahi Sabiya hanya agar dia bisa dekat denganmu.”
Beberapa teman Roman mengangguk bersamaan sebagai tanda persetujuan mutlak.
"Pengorbanan Roman selama tiga tahun ini sangat banyak. Sudah saatnya kalian berdua bersatu."
Saat itu juga, rongga dada Sabiya terasa sesak. Seluruh tubuhnya menggigil, meski udara di luar tidak terlalu dingin.
Ingatan demi ingatan berhamburan di kepalanya bagaikan serpihan kaca yang retak.
Setiap senyum Roman, setiap pelukan hangat di malam hari, setiap kali ia mengatakan "Aku mencintaimu", apakah semua itu hanya bagian dari sandiwara?
Di balik pintu, Sabiya masih menunggu Roman membela dirinya. Ia menunggu Roman mengatakan bahwa semua itu bohong.
Namun, suaminya hanya terdiam, membiarkan setiap kata hinaan itu menguliti harga dirinya di depan semua orang.
Roman justru menikmati setiap detik di mana ia menjadi bahan tertawaan dan olok-olok di antara teman-temannya.
“หนังสือมาส่งแล้วครับ..”เจ้าของร้านหนังสือรีบออกมารับหนังสือที่ถูกส่งมาในทันที นี่คือหนังสือเดินทางที่ขายดีมากๆ ในช่วงนี้ ไม่ว่าเขาจะสั่งมาขายมากแค่ไหนก็ไม่สามารถเพียงพอต่อความต้องการของผู้คนได้เลยเจ้าของหนังสือคือบุรุษผู้หนึ่งที่เขียนแทนตัวเองว่าเมล เขาเดินทางท่องเที่ยวไปทั่วทุกดินแดน แล้วเขียนเรื่องเล่ามากมายพร้อมแนบรูปวาดมาในหนังสือด้วย การเขียนที่สนุกเหมือนกับได้ฟังนักเล่าเรื่องเล่า และรูปวาดที่สวยงามเหมือนกับได้มองสถานที่ที่ถุกกล่าวถึงด้วยสายตาของตัวเอง มันยิ่งยกระดับให้หนังสือเล่มนี้มีคุณภาพมากยิ่งขึ้น“รีบๆ ยกเข้ามาได้เลย..แล้วสั่งเพิ่มมาอีกสองร้อยเล่มนะ ชาวเมืองชอบหนังสือการเดินทางนี้มากเลย..”เด็กส่งหนังสือก้มหน้าขอบคุณ“ได้เลยครับนายท่าน..”เพียงแค่วางหนังสือพวกนั้นที่หน้าร้าน ผู้คนมากมายก็เดินทางเข้ามาจับจองหนังสือกันอย่างคับคั่งเมลลี่กำลังยืนมองหนังสือของตัวเองที่ถูกขายออกอย่างรวดเร็ว เธอยกยิ้มด้วยความดีใจก่อนจะสวมหมวกเพื่อปิดบังใบหน้าเธอออกเดินทางครั้งแรกตั้งแต่ตอนอายุสิบห้า มันคือการออกเดินทางไปที่แกรนด์ดัชชีแมทสันกับท่านตา และหลังจากนั้นเธอก็พบกับท่านลุงอาเดน พี่ชาย
“นี่มันอะไรกันอาริ?”โรวีนาเอ่ยถามด้วยความไม่เข้าใจเมื่ออารีเอนส่งบัตรเชิญมาให้เธอ มันเป็นบัตรเชิญการแต่งงานระหว่างอาริเอนและลอร์ดเวนสัน เธอไม่คิดว่ามันจะกะทันหันมากขนาดนี้ นี่ทั้งสองคนไปตกหลุมรักกันตอนนี้ก่อน“กับบางคน ที่ใช่มันจะใช่เลยโรวี่ ท่านบาทีอัสนั้นไม่เรื่องมาก ท่านเป็นคนดี ไม่นอกใจและยกเรื่องเงินทั้งหมดในเวนสันให้ฉันเป็นผู้จัดการ ท่านบอกเกี่ยวกับการใช้ชีวิตสามีภรรยาของเราเอาไว้อย่างชัดเจน ท่านไม่ใช่คนขี้หึงและไม่มีเหตุผล แต่ท่านก็ห้ามไม่ให้ฉันไม่ร่วมงานเลี้ยงโดยที่ไม่มีท่านไปด้วย ท่านยินดีจะไปงานเลี้ยงทุกงานที่ฉันอยากไป และหากว่าเรามีลูกจะใช้ชื่อตระกูลเวนสันก่อน ส่วนลูกคนที่สองจะใช้ชื่อตระกูลแรนเซล โรวี่..เจ้าคิดว่ามีกี่คนกันที่คุยเรื่องการแต่งงานชัดเจนมากขนาดนั้น ฉันคิดว่าฉันหาพ่อของลูกเจอแล้วเพราะแบบนั้นก็เลยตกลงแต่งงานกับเขาในทันที”โรวีนายกมือขึ้นมานวดขมับเบาๆ ส่วน เบียงก้าเธอกำลังหัวเราะอยู่“เรื่องนั้นก็สมกับที่เป็นอารินะคะ ขอให้อาริมีความสุขมากๆ กับการแต่งงานในครั้งนี้”เบียงก้าหย่ากับบารอนลัคเน่แล้ว ตอนนี้นางคือมาดามเจ้าของร้านตัดเสื้อเท่านั้น ไม่ใช่ชนชั้นสูงหรือว่าบ
ฟลอยด์กุมมือของโรวีนาเอาไว้ เขามองท่านพ่อตาที่กำลังอุ้มลูกสาวของเราอยู่ ก่อนจะส่งยิ้มให้ท่าน..“มีใครจะขัดขวางงานแต่งในครั้งนี้ของข้าอีกรึเปล่า หากมีก็ก้าวเท้าออกมาได้เลย!!”เขาตะโกนออกมาเสียงดังลั่นเพื่อให้ทุกคนได้ยินหลังจากที่ทหารของพระราชคุมตัวของอิไลออกไปแล้วเจโรมมองฟลอยด์และโรวีนาด้วยแววตาที่เต็มไปด้วยความเจ็บปวด เขาแค่นหัวเราะออกมาเบาๆ ราวกับไม่อยากจะเชื่อสิ่งที่อยู่ตรงหน้าเลย แผนการของเขาล้มเหลวไม่เป็นท่าเพราะถูกฟลอยด์อ่านแผนการออกจนหมด นี่ไม่ใช่เรื่องบังเอิญอย่างแน่นอน ที่ฟลอยด์จะงัดหลักฐานการหย่าและหลักฐานการจดทะเบียนสมรสของเขาออกมา เขาเตรียมการเอาไว้ล่วงหน้าเป็นอย่างดีขัดขวางไม่ได้จริงๆ สินะ งานแต่งในครั้งนี้ เขาไม่สามารถดึงรั้งสตรีผู้นั้นมาอยู่ข้างกายได้เลยจริงๆ ..เขาแพ้แบบไม่เป็นท่าเลย พ่ายแพ้แบบที่ไม่ได้เฉียดเข้าใกล้โรวีนาแม้แต่นิดเดียว คู่แข่งของเขานั้นน่ากลัวมากจริงๆ“ท่านเคาน์เวลลิงตันครับ นี่เป็นเช็คเงินสดที่ท่านดยุคฝากมาให้พร้อมกับจดหมายครับ”ไมเนอร์เดินเข้าไปส่งมอบของที่ท่าน ดยุคสั่งให้เขาจัดเตรียมเอาไว้ ให้แก่ท่านเคาน์เวลลิงตันเจโรมเปิดจดหมายออกก็พบว่าในจดหม
คาดินันกระแอมออกมาเบาๆ เพราะว่าในยามนี้ท่านดยุคและท่านดัชเชสกำลังแสดงความรักที่มากมายต่อกัน ซึ่งมันอาจจะทำให้เขาทำหน้าที่ต่อไปได้อย่างลำบากโรวีนาละริมฝีปากออกจากกลีบปากของฟลอยด์ด้วยความนึกเสียดาย เธอส่งยิ้มให้เขาก่อนที่เราจะกอบกุมมือกันแน่น“พิธีสาบานของคู่บ่าวสาวทั้งสองเสร็จสิ้นแล้วครับ มีใครจะคัดค้านการแต่งงานในครั้งนี้รึเปล่า? ..”นั่นคือสิ่งที่ฟลอยด์กังวล เขาปรายสายตามองไปที่ยังที่นั่งของแขกที่มาร่วมงาน ราวกับกำลังรอคอยบางอย่างอยู่“ข้าขอคัดค้านการแต่งงานในครั้งนี้ครับ!!..”เจโรมแสยะยิ้มออกมาเมื่ออิไลแสดงตัวในการคัดค้านการแต่งงานครั้งนี้ตามแผนการที่เขาวางเอาไว้ แน่นอนว่าฟลอยด์ไม่ได้คิดยินยอมให้อิไลเข้ามาในงานนี้โดยง่าย รอบๆ วิหารศักดิ์สิทธิ์นั้นเต็มไปด้วยทหารของฮาวคลาวที่กำลังเฝ้าประตูเพื่อตรวจสอบแขกที่เข้ามา หากว่าเขาไม่ให้อิไลปลอมตัวมาก็คงไม่มีทางเข้าในนี้ได้อย่างแน่นอนและเมื่ออิไลซึ่งเป็นสามีเก่าของโรวีนาแสดงตัวออกมา เสียงฮือฮาก็ดังขึ้นในทันทีท่านดยุคแมทสันจับดาบที่เอว เขาตั้งใจว่าจะพุ่งเข้าไปจัดการ อิไลให้สาสมกับที่ไอ้คนสารเลวนั่นทำให้ลูกสาวของเขาเจ็บปวด แต่ทว่าไมเนอร์จับมื
หลังจากที่เดินขึ้นรถม้าแล้ว ยังไม่ทันที่ฉันจะได้นั่งลงในอีกฝั่งของรถม้า ฟลอยด์ก็เป็นฝ่ายดึงฉันให้นั่งลงบนตักของเขา มือของเขาโอบกอดร่างกายของฉันเอาไว้ในขณะที่รถม้ากำลังเคลื่อนตัวไปเรื่อยๆ ตามถนนหนทางโรวีนาเงียบไปพักหนึ่ง ในยามนี้มีเพียงเสียงหัวใจของใครสักคนดังก้องขึ้นมาเขาซบใบหน้าลงบนไหล่ของเธอเบา
“จากนี้ไปเจ้าทั้งสองคนจะต้องไปอยู่กับท่านหญิงผู้นี้นะ”พ่อค้าทาสบอกกล่าวแก่โลแวนและลียา มันน่าตกใจมากๆ ที่ทั้งสองคนดันเป็นพี่น้องกันลียาคุกเข่าลงเบื้องหน้าของโรวีนา“ข้าให้คำมั่นสัญญาเลยค่ะนายหญิงว่าข้าจะดูแลรับใช้นายหญิงให้ดี ท่านช่วยชีวิตของข้าเอาไว้ ข้ายินดีรับใช้ท่านด้วยชีวิตเลย”โรวีนาส่งยิ้ม
ฟลอยด์ยกแก้วน้ำชาขึ้นมาดื่ม เขารู้ดีว่าทั้งองค์จักรพรรดิและจักรพรรดินีรอคอยการพบเจอกับโรวีนามากแค่ไหน และการที่เขาพาเธอมาที่นี่ ส่วนหนึ่งเป็นเพราะว่านี่คือ..หนึ่งในสัญญาของเราเมื่อคืนเขาไม่ได้นอน เขาไม่ได้นอนเป็นประจำอยู่แล้วนั่นคือเหตุผลว่าทำไมต่อให้เขาไม่ได้หลับตาลงเลย ใบหน้าของเขาก็ดูปกติเหมือน
ราวกับร่างกายของเธอกำลังร่วงหล่นลงไปสู่ห้วงเหวที่ไร้ก้นบึ้ง ความหอมหวานที่ไม่เคยคาดคิดและจินตนาการมาก่อนในชีวิตมันกำลังเกิดขึ้นมาเธอแค่คิดว่าจุมพิตนี้คงทำให้เบลินดานั่งไม่ติดพื้นและทำให้องค์หญิงริโอนาทานข้าวไม่อร่อยไปสักสามวันแต่เธอลืมคิดไปว่าจุมพิตนี้ก็กำลังทำให้เธอรู้สึกเจียนตายเหมือนกัน หัวใจเ











