로그인นางเป็นสตรีร้ายกาจ หน้าตาดุดัน นิสัยไม่เหมือนใคร ส่วนเขาเป็นถึงโอรสแห่งมังกร ทั้งสูงส่งงามสง่า เป็นที่หมายปองของเหล่าสตรี จีนโบราณโรแมนติกย้อนยุคแอบรักครอบครัว
더 보기Aku meregangkan badanku sebelum akhirnya melenguh puas. Pekerjaan hari ini sudah usai dan aku bisa langsung pulang dan tidur. Hari ini, tenagaku sudah habis menerima omelan dari para customer.
Namaku Lunaria Sirius, seorang pegawai biasa saja yang punya gaji diatas UMR sedikit. Setelah lulus kuliah, aku beruntung mendapat pekerjaan menjadi admin dan call center di perusahaan barang dan jasa. Meski pekerjaanku sangat memuakan karena hampir setiap hari mendengar ocehan dan amarah dari para customer, aku tetap bersyukur mendapatkan pekerjaan ini. Setiap selesai bekerja, aku menghabiskan waktu dengan bermain atau istirahat. Kehidupanku begitu monoton dengan keseharian yang sama. Tiba-tiba telponku berdering dan terdengar kabar bahwa nenekku baru saja meninggal. Nenek satu-satunya orang yang sangat menyayangiku setelah orangtuaku meninggal dalam kecelakaan pesawat. Aku bergegas memesan tiket pesawat dan pulang. Di sepanjang perjalanan aku menangis tiada henti, dan ketika sampai di rumah, aku tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan. Dan di pagi harinya, nenek di makamkan. Saat ini, aku sedang menemani para pelayat dengan sesekali mengusap air mataku. "Kamu itu udah jadi perawan tua. Kamu nunggu apa lagi? Umur kamu itu udah kepala tiga, masa kamu masih nggak mau nikah," "Nggak usah pilih-pilih. Bukannya nanti dapet yang ganteng dan mapan, kamu malah dapat suami yang nggak karuan," Aku hanya bisa menahan kekesalanku mendengar ocehan mereka. Ingin sekali aku membantahnya, namun mengingat suasana duka, aku memilih pamit kembali ke kota. Aku beralasan, jika bosku tidak memberikan aku izin cuti. Sampai di kota, aku membeli beberapa camilan untuk menemaniku beberapa hari kedepan. Ketika aku akan naik ke unitku melalui lift, seorang pria tua tiba-tiba berlari ke arahku. Aku menahan pintu agar tidak tertutup dan mempersilahkannya masuk. "Bapak, mau ke lantai berapa?" tanyaku seraya menekan tombol lantai yang aku tuju. "Sama," jawabnya. Aku tak mengajaknya berbicara kembali dan diam menunggu lift menuju lantai yang aku tuju. Ting Ketika pintu lift terbuka dan aku hendak keluar, tiba-tiba aku merasakan pinggangku terasa sakit. Aku berbalik menatap laki-laki itu. Dia menarik pisau yang ditancapkan padaku kemudian menusuk perutku berulang kali. Aku menahan rasa sakit hingga tak sanggup berteriak. Seketika aku tumbang dan terjatuh. Darah mulai merembes keluar dan pandanganku buram. Aku tak mampu untuk berteriak meminta tolong karena rasa sakit di perutku yang menjalar ke seluruh badanku. Tau begini, aku menetap saja di kampung dan mendengar omong kosong tentang pernikahan dan anak. Akh, apa ini akhir hidupku? Apa aku akan mati sekarang? **** "Nyonya, anda sudah bangun?" Aku menyerengitkan keningku ketika merasakan seseorang menganggu tidurku. "Nyonya, tolong bangun dan minum obat anda," Aku membuka mataku perlahan. Dan melihat langit-langit bewarna putih yang dihias lampu gantung kristal yang sangat indah. Melihat pemandangan itu, aku segera bangun dan menyentuh perutku panik. "Perutku," racauku panik. Aku memeriksa luka akibat tusukan pria gila tadi. "Dokter bilang anda harus makan dan minum obat agar asam lambung anda tidak naik lagi," "Asam lambung?" tanyaku bingung. Aku ini ditusuk bukan kena mag. Aku menatap perempuan itu bingung. Siapa perempuan didepanku itu. "Nyonya Luna, anda baik-baik saja?" "Aku baik. Tolong bantu aku ke rumah sakit," ucapku bingung yang segera bangun dari tidurku. Aku hampir saja jatuh jika perempuan disampingku tidak menangkapku dengan panik. Kepalaku pusing dan badanku terasa lemas. Aku rasa aku kehabisan banyak darah kemarin. Tapi, yang membuatku bingung kenapa aku masih hidup. Dan dimana ini, Aku menatap kesekitar dan melihat pantulan wajahku di sebuah cermin yang tak jauh dariku. Aku melihat wajah itu bingung. Aku mendorong wanita itu dan dengan langkah tertatih menuju cermin dan melihat wajahku yang terlihat asing. "Wa-wajah siapa ini?" pekikku kaget. "Ma-maaf nyonya." ucap perempuan itu dengan menunduk ketakutan. "Nyo- nyonya Lunaria, jangan marah. I-ini karena anda sedang sakit. Wa-wajah anda akan kembali bersinar jika anda sembuh," ucap wanita itu semakin panik dan ketakutan. Aku menatapnya dan wajahku di cermin bergantian bingung. Ini memang wajahku jika ditambah dengan filter jahat yang ada di aplikasi. Wajahku masih terlihat sangat cantik bahkan jika aku pucat. Aku curiga jika cermin ini memiliki filter. "Kamu siapa?" tanyaku bingung. "Sa-saya Lusi." jawabnya kaku. "Lusi ... Lusi siapa? Ini dimana? Dan aku siapa?" Perempuan itu menatapku kaget. Aku lebih bingung. "Kepala Pelayan, panggil Dokter." ucap wanita itu yang bergegas berlari keluar. "Nyonya hilang ingatan," Aku bingung. Yang kuingat ada bapak-bapak menusukku dengan pisau, Aku bergegas memeriksa perutku dan tidak ada bekas luka apa-apa. Dibanding sakit ditusuk, ini lebih ke arah sakit karena belum makan. Aku berjalan keluar dari kamar itu dengan tertatih. Sebenarnya ada apa ini? Aku melihat ke sekeliling, rumah ini sangat mewah dan besar. Sebenarnya aku berada dimana ini? Ugh, kepalaku juga terasa sakit. Brak Aku terjatuh hingga membentur lantai yang dingin itu. "Ish," Aku mendongak dan menatap siapa orang yang menabrakku dengan badan sekeras batu itu. Namun aku hanya bisa terkesiap melihatnya. Laki-laki itu sangat tampan dan berkarisma. Jika boleh jujur, dia laki-laki paling tampan yang pernah aku lihat. Artis-artis korea atupun Hollywood kalah jauh darinya. Apa dia Dewa yang jatuh ke bumi? "Tch, merepotkan." ucapnya dingin seraya berjalan pergi meninggalkanku. "Nyonya... Nyonya anda baik-baik saja?" Aku syok mendengarnya. Tatapan penuh rasa jijik dan menusuk itu ... "Nyonya, anda baik-baik saja?" tanya Lusi yang bergegas membantuku. "Lusi, siapa laki-laki sinting itu?" tanyaku jengkel. "I-itu ... suami anda," "Suami siapa?" Sepertinya aku salah dengar. "Suami anda nyonya, tuan Cavero." "Cavero?" tanyaku asing. "Benar nyonya, Cavero Daneswara Oliver." Cavero Daneswara Oliver? Kok aku nggak asing ya dengan nama itu ya. Cavero Daneswara Oliver? Cavero? Sepertinya bukan dia. "Cashelion?" sebutku ketika mengingat nama itu. "Itu, nama putra anda nyonya. Apa saya perlu memanggil tuan muda Cashelion?" Hah? Apa katanya tadi? Cashelion anakku? Jangan bilang aku masuk kedalam novel sampah penuh karakter psikopat gila itu!!ภายในตำหนักหลวงของแคว้นต้าหลี่..."สิบกว่าปีมานี่ หยางเอ๋อร์ของเรา ไม่เคยทำให้ผิดหวัง" หลี่ซ่งหมินเอ่ยขึ้นกับหงเหม่ยหลงที่นั่งเคียงข้างกันอยู่ตรงริมระเบียงของตำหนัก ชายหนุ่มยังคงประคองกอดหญิงสาวอันเป็นที่รักเอาไว้ในอ้อมแขนด้วยความรักไม่เสื่อมคลาย ขณะกล่าวต่อเนิบนาบน้ำเสียงเรียบเรื่อย "หยางเอ๋อร์เคยบอกกล่าวแก่ข้าว่าไม่จำเป็นต้องรับสนมเพื่อเสริมอำนาจแต่อย่างใด เพราะอำนาจเหล่านั้นเขาสามารถสร้างขึ้นมาได้" สีหน้าภาคภูมิใจในตัวของบุตรชายหนึ่งเดียวแสดงออกฉายชัดพร้อมๆกับประโยคที่เอื้อนเอ่ยหงเหม่ยหลงที่เพียงนั่งฟังเงียบๆจึงเอ่ยขึ้นอย่างเป็นกังวล "เป็นเพราะข้า หยางเอ๋อร์จึงต้องเหน็ดเหนื่อย เพราะข้าเห็นแก่ตัว ซ่งหมิน...ความรักของเราเป็นดาบสองคม" หญิงสาวหยุดคำอยู่อึดใจก่อนเอ่ยต่อด้วยน้ำเสียงเคร่งเครียด "ปีนี้หยางเอ๋อร์อายุย่างเข้ายี่สิบห้าปีแล้ว เขายังคงครองตัวเป็นโสด ไม่สนใจอิสตรี ทำแต่ศึกสงคราม ไม่สนใจใคร สนใจแต่อำนาจ ทำตัวเหี้ยมโหดเย็นชา สร้างกำแพงให้ตัวเอง เพื่อเป็นเกราะป้องกันพวกเราผู้เป็นบิดามารดา"หลี่ซ่งหมินก้มหน้าน้อยๆยิ้มบางเบาใส่สตรีในอ้อมกอดก่อนเอ่ยถาม "เจ้าคิดเช่นนั้นหรือ
"พวกเจ้า พวกเจ้า" เว่ยฟางเริ่มเอ่ยสิ่งใดไม่ถูกนางคล้ายจะเป็นลมจนสาวใช้คนสนิทที่ยืนอยู่ไม่ห่างต้องรีบเข้ามาประคองหยางเจียนเองก็มีอาการไม่ต่างกัน "พวกเจ้าอายุเพียงแค่นี้ มันเร็วไปหรือไม่ที่จะด่วนตัดสินใจ" แต่เหมือนอิ้งลี่จะมิได้ฟังคำห้ามปรามใดๆ หญิงสาวเพียงวิ่งออกไปก่อนจะกระโดดขึ้นม้าคู่ใจแล้วตะบึงควบออกไปจากกลุ่มของหยางเจียนและเว่ยฟาง ซักพักเสียงถกเถียงกันจึงตามมา"ใครเป็นคนรักของเจ้า อิ้งลี่" เสียงนั้นเป็นเสียงของเฟิงหลินนั่นเอง หนุ่มน้อยเอ่ยขึ้นพร้อมทั้งควบม้าให้หนีออกห่างจากการตามติดของอิ้งลี่ "ข้าก็แค่พูดเอาไว้ก่อนล่วงหน้า 5 ปี มิได้รึ" อิ้งลี่ตะโกนขึ้นพลางควบม้าไล่ตามเฟิงหลิน"ไม่ได้" "ทำไมเล่า"และเสียงถกเถียงกันของหนุ่มน้อยกับสาวน้อยก็หายไปพร้อมกับคณะเดินทางขององค์ชายหลี่หงจินหยางท่ามกลางความสับสนงุนงงของผู้เป็นมารดาอย่างเว่ยฟางและหยางเจียนท่ามกลางร่มไม้ตรงทางเดินทอดยาวภายใต้ท้องฟ้าแจ่มใสโอบล้อมไปด้วยสายลมแผ่วเบา"เจ้าคิดว่าอย่างไร หลงเอ๋อร์" หลี่ซ่งหมินเอ่ยถามหงเหม่ยหลงขณะทั้งสองพากันเดินชมนกชมไม้ไปตามทางของอุทยานหลวง"ข้ารู้สึกกังวลเสียยิ่งกว่าการตั้งครรภ์ของตัวเองเ
หนุ่มน้อยคนหนึ่งอยู่ในชุดสามัญชนทั่วไปแต่ด้วยใบหน้าที่สะอาดหมดจดงดงามปานเทพเซียน และดวงตาคมกริบฉายแววกล้าแกร่งเกินวัย กำลังควบม้าตะบึงมาก่อนจะผ่อนเป็นเชื่องช้าเดิน เหยาะ เหยาะ เข้ามาหาผู้เป็นบิดาและมารดาที่ยืนรอตนอยู่ด้านตรงลานกว้างกลางพระราชวังราศีของผู้นำผู้มีอำนาจบารมีได้แผ่ออกมาจากตัวหนุ่มน้อยอยู่ตลอดเวลา แม้ว่าเขาจะมีอายุเพียงสิบกว่าปีเท่านั้น หลี่ซ่งหมินและหงเหม่ยหลงยืนมองหลี่หงจินหยางที่กำลังนั่งงามสง่าอยู่บนอาชาคู่ใจ ยามนี้ได้เวลาที่บุตรชายหนึ่งเดียวของพวกเขาจะได้ออกเรียนรู้การเป็นผู้นำที่แท้จริง ศึกครานี้หลี่หงจินหยางได้รับหน้าที่ให้ไปเปิดศึกเพื่อที่จะทำการปิดศึกให้ได้อย่างถาวรกับพวกแคว้นเว่ยที่ยังคงหลงเหลือเมื่อหลายปีก่อน ถึงแม้ว่าพวกแคว้นเว่ยนั้นจะยังไม่มีการจู่โจมหรือเปิดศึกใดๆ กับแคว้นต้าหลี่ แต่จากข่าวกรองที่หลี่ซ่งหมินได้รับนั้น มิใช่ว่าพวกแคว้นเว่ยจะรามือจากการแก้แค้นแต่อย่างใด พวกมันยังคงก่อตั้งกลุ่มกำลังและขยายเพิ่มอำนาจอย่างต่อเนื่องเพื่อรอเวลาที่เหมาะสมสำหรับการกลับมายังดินแดนที่เคยเป็นของพวกมัน แต่การที่จะเป็นฝ่ายรอรับมิสู้เป็นฝ่ายรุกเสียก่อนยามที่
และเสียงดาบฟาดฟันประสานกันก็ยังคงดังขึ้นอย่างต่อเนื่องในเวลาต่อมาหงเหม่ยหลงเพียงนั่งชมภาพของสองพ่อลูกแลกหมัดประสานกระบี่กันไปมาอย่างนึกชื่นชม ยามนี้หญิงสาวตัดสินใจเอาไว้แล้วว่าจะพยายามตั้งครรภ์ด้วยตนเองโดยไม่สนใจบรรดาสนมนางใดอีกต่อไป แต่ถ้านางไม่สามารถมีลูกได้ดังใจหวังนางก็จะเป็นทุกอย่างให้บุตรชายหนึ่งเดียวของนาง หลี่หงจินหยางนั้น นางจะเป็นทั้งมารดา เป็นทั้งอาจารย์ เป็นทั้งสหายในทุกสถานการณ์ให้กับบุตรชายของนาง แต่การที่จะทำให้หลี่หงจินหยางอยู่ได้ด้วยหน้าที่อันหนักหน่วงในภายภาคหน้าได้นั้น การประคบประหงมย่อมเป็นการกระทำที่ผิดมหันต์ เขาต้องเรียนรู้ในทุกๆเรื่องตั้งแต่บัดนี้เป็นต้นไป ภายในตำหนักกลางบริเวณห้องรับประทานอาหารของครอบครัวสกุลหลี่ “ออกรบหรือเสด็จพ่อ” หลี่หงจินหยางเอ่ยขึ้นอย่างตื่นเต้นไปทางหลี่ซ่งหมินภายในตำหนักกลางหลังจากทานอาหารร่วมกันเป็นที่เรียบร้อย“ถูกต้อง” หลี่ซ่งหมินรับคำเรียบๆ ก่อนเอ่ยต่อเพื่อขยายความ“ขณะนี้มีข่าวกรองเกี่ยวกับพวกของแคว้นเว่ยที่สามารถหลบหนีไปได้เมื่อหลายปีก่อน พวกมันสามารถสร้างขุมกำลังเอาไว้ในเขตแดนต้าไห่ ข้าอยากให้เจ้
“ช่วงนี้ข้าไม่ค่อยได้เจอหยางเอ๋อร์ลูกของเราเลย มิรู้ได้ว่าไปซุกซนอยู่ที่ใด” เสียงของหงเหม่ยหลงเอ่ยขึ้นเบาๆขณะช่วยฝนหมึกให้หลี่ซ่งหมินที่นั่งอยู่ด้านข้างตรงโต๊ะเดียวกันภายในห้องทรงงานของตำหนักหลวง ชายหนุ่มกำลังทรงงานเกี่ยวกับเอกสารมากมายบนโต๊ะแต่ยังคงอยากอยู่ใกล้ๆกันกับสตรีข้างกายจึ
“อืม...แล้วนั่น โอสถนั่น” หงเหม่ยหลงสะดุดตากับถ้วยโอสถตรงโต๊ะที่อยู่ไม่ไกลจึงเอ่ยขึ้นก่อนที่ริมฝีปากของนางจะถูกริมฝีปากของชายหนุ่มครอบครอง หลี่ซ่งหมินที่กำลังก้มหน้าเข้าหากลีบปากอวบอิ่มเพียงกระซิบเสียงเบา “อย่าสนใจเลย มาเถอะ” จบคำชายหนุ่มรีบยกกระชับร่างบางขึ้นไว้ในอ้อมแขนแข็งแกร่งแล้วหมุนตัวเดินเ
“ข้าไม่เคยคาดคิด ว่าจะเป็นเจ้า” หงซือกวนเอ่ยด้วยน้ำเสียงทรงอำนาจน่ายำเกรงไม่เปลี่ยนแปลงขณะนั่งอยู่บนอาชาตัวใหญ่ท่ามกลางซากศพมากมายของสมุนฝ่ายทรยศเขาคาดไม่ถึงจริงๆว่าหนอนตัวใหญ่ที่เขาเฝ้ารอจะเป็นสมุนคนสนิทของเขาเองซุนตี้ที่ขณะนี้สภาพร่างกายบาดเจ็บทั้งภายนอกและภายในอยู่หลายส่วนทำได้เพียงจ้องมองด้ว
บุคคลผู้นั้นมีรูปร่างสูงใหญ่แผ่รังสีอำมหิตผิดมนุษย์นั่งตระหง่านอยู่บนหลังอาชาตัวเขื่อง“ท่านตา!” น้ำเสียงดีอกดีใจพลันดังขึ้นจากเด็กน้อยหลี่หงจินหยาง ทำให้ทุกผู้คนรู้ชัดแจ้งในทันทีว่าบุคคลเหนือขบวนผู้มาใหม่เป็นใครโดยไม่ต้องอธิบายแนะนำตัวใดๆเพียงอึดใจกลุ่มขบวนผู้มาใหม่ก็โถมเข้าใส่กลุ่มสมุนผู้ทรยศใน