LOGINนิยายเรื่องนี้เป็นภาคต่อรุ่นน้องสาวของ แค้นรักของนายมาเฟีย 25+++ ใครที่เข้ามาอ่านแนะนำให้ไปอ่านรุ่นพี่ชายของนางเอกก่อนนะจ๊ะได้เข้าใจที่มาของตัวละคร มอร์แกน เดย์ ซานซ์เตอร์ อายุ 35 ปี จากผู้ชายสุภาพอ่อนโยนกลายเป็นคนตายด้านทุกอย่างแม้แต่ความรักเขาก็ไม่รู้สึกถึงมันเลย เขากลับเป็นผู้ชายที่เห็นผู้หญิงเป็นแค่ถุงยางใช้แล้วทิ้งโดยเฉพาะเธอที่ไม่จำเป็นต้องใส่ใจของแค่ได้ระบายอารมณ์ก็พอทั้งหมดก็เพราะพี่ชายของเธอ แคทธารีน แคท รอสซี่ อายุ 23 ปี จากหญิงสาวแสนโอนโยนชอบหาแต่เรื่อง เธอเปลี่ยนไปทุกอย่างกลายเป็นที่หมายตาของชายหนุ่มมากมายที่หวังในความสวยและความเก่งของเธอแต่ในใจลึกๆเธอกลับรักผู้ชายเพียงคนเดียว
View More"Saya terima nikah dan kawinnya Salsabila Putri binti haji Ma'ruf Solihin, dengan maskawin seperangkat alat solat dan cincin emas empat gram. Tunai."
"Bagaimana saksi, Sah?""Sah!" Seruan kalimat hamdalah lalu mengiringi acara ijab kabul yang baru dilaksanakan. Semua hadirin di Masjid kompak mengangkat tangan berdo'a. Begitu pun dengan mempelai Pria—Imam Hanafi. Laki-laki memakai stelan jas dan berkopiah hitam itu tampak khusu mensyukuri acara sakralnya yang berlangsung lancar. Sementara di sebelahnya, gadis cantik berkebaya putih yang beberapa detik berlalu telah 'sah' menjadi pasangan hidupnya hanya menunduk dalam. Acara dilanjutkan dengan sesi serah terima mas kawin dan memakaikan cincin. Imam dan Salsa saling bersitatap. Salsa mengulurkan tangannya sedikit ragu, begitu pun Imam menyambutnya canggung. Perlahan cincin mas kawin pun terpasang di jari manis Salsa. Bapak penghulu kemudian memerintahnya untuk cium tangan pada suaminya. Giliran Imam yang mengulurkan tangan. Laki-laki dewasa itu menarik napas dalam saat Salsa mendiamkannya. "Ayo, Sa." Masitah—Ibunda Salsa dari samping menyikut pelan lengan putrinya. Setelah melirik kanan dan kiri dengan ekor matanya, Salsa pun menyambut Imam cium tangan. Semua anggota keluarga tersenyum melihatnya.Tidak jauh dari mereka fotoghrafer mengarahkan kameranya memotret setiap momen penting untuk diabadikan dalam album pernikahan. Tamu-tamu banyak berdatangan dan bersalaman kepada kedua mempelai di pelaminan. Mengucapkan selamat dan mendoakan. Di atas stage Salsa lebih ceria. Senantiasa tersenyum terutama saat disalami teman-temannya. "Selamat, ya, Sa. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Gak nyangka kamu bakal nikah cepet." Gadis berhijab tosca senada dengan gamisnya menyalami. "Iya, ih. Jadi, gak bakal balik lagi ke pondok nih?" tanya gadis berhijab lain di belakangnya lalu menyalami. "Makasi banget sudah datang. Aku gak bakal lupain kalian kok." Salsa menjawab ramah. Memeluk mereka sekilas sebelum keduanya berlalu untuk menyalami mempelai pria. Imam pun tampak sumringah saat melihat teman-temannya menghampiri untuk memberikan ucapan selamat. "Ini kan sepupu lo yang waktu itu gue pinta nomor hapenya, tapi gak lo kasih. Ternyata malah nikah sama lo." Pemuda memakai batik coklat berbicara sambil menyalami. Dia masih melirik Salsa. "Gue bilang waktu itu lo minta aja sendiri sama orangnya. Tapi, lo gak berani. Gue gak mau dimarahi ngasih sembarangan." "Lo beruntung, Mam, dapet istri cantik dan berhijab." Pemuda itu melihat lagi Salsa yang tampak mengeryit heran padanya."Etapi, dia beneran mau sama lo. Kalian kan masih ada ikatan tali persaudaraan. Apa gak gimana-gimana gitu, Mam?"Imam hanya tersenyum tanpa berniat membalas lagi ucapannya. "Udah sana, lo, lama. Bisik-bisik segala bikin macet aja." Dari samping temannya yang mengantre menggeser, gantian menyalami Imam. "Selamat, ya, Bro.""Makasi udah datang.""Sama-sama."Lalu teman berikutnya menyalami dan turut mengucapkan kata-kata yang sama.*** Imam dan Salsa tidak bisa menolak saat bapak masing-masing beramanat meminta keduanya bersatu. Mereka bukan sepupu dekat melainkan sepupu jauh. Hanya satu buyut dari pihak ibu. Kediaman mereka masih satu kecamatan beda desa. Salsa adalah putri bungsu, sedangkan Imam putra pertama. Keduanya sempat menolak terlebih Salsa. Dia cemberut begitu ibu dan bapaknya menyampaikan perihal perjodohannya. "Salsa masih muda. Belum mau nikah apalagi sama Aa Mpi. Masa nikah sama sodara?" protesnya. 'Aa Mpi' adalah panggilan Salsa kepada Imam Hanafi selama ini. "Tidak ada yang salah menikah dengan sodara selama bukan semahram," jawab Ma'ruf kepada putrinya. "Baru satu tahun lalu lulus Aliah. Salsa tuh mau lanjut kuliah!" Gadis itu masih menolak. Dia ingin melanjutkan studynya di perguruan tinggi yang belum sempat terlaksanakan. Selama satu tahun setelah lulus, dia diam di asrama menimba ilmu agama. Dia pikir orang tuanya tidak akan menyuruhnya menikah cepat. "Kamu bisa lanjut kuliah tapi setelah dapat ijin Imam nanti." Bapaknya menimpali. "Bapak siap biayai. Satu pinta Bapak, kamu menikah sekarang." Salsa memilin-milin ujung jilbabnya dengan wajah yang masih masam. "Kamu terima saja, Sa. Kita semua kenal siapa Imam. Dia pemuda yang baik." Ibu Salsa sama menyetujui."Terserah deh." Salsa berlalu dalam kamarnya dengan menghentakkan kakinya. "Gimana, Pak?" tanya Masitah pada suaminya. "Lanjut, Bu. Salsa akan tetap kunikahkan dengan Imam." Mata tua Ma'ruf menerawang ke langit-langit rumah. "Aku ingin saat menutup mata selamanya semua anak-anakku sudah berkeluarga. Dari ke empat anak kita, hanya Salsa yang belum." "Jangan bicara begitu, Pak." Masitah yang juga sudah tidak muda lagi mengelus punggung tangan suaminya. "Kita akan melihat Salsa menikah dan punya anak."Keduanya lalu saling memandang dan tersenyum. Mereka sudah membujuk Salsa sejak jauh-jauh hari. Malam itu mereka putuskan seyakin-yakinnya untuk menikahkannya. Orang tua Imam pun sering membicarakan hal itu sebelum hari pernikahan. Seperti orang tua Salsa, mereka pun punya alasan tersendiri."Sudah dua kali kamu dilangkahi adik-adikmu, Mam. Bapak gak mau kamu dilangkahi lagi." Selalu alasan seperti itu yang bapaknya katakan. Sebagai putra sulung tidak ingin itu terulang lagi pada Imam. "Dilangkahi dua adik perempuan tidak masalah buat Bapak, tapi kamu ada satu lagi adik laki-laki yang sudah besar. Dia sudah punya pacar. Bapak kepengen kamu duluan yang nikah daripada adik laki-lakimu itu." "Iya, Mam. Jangan terus asik sendiri, sibuk sendiri." Ibunya ikut mendesak. "Kamu juga sudah dewasa. Udah cukup umur." Usia Imam 31 tahun, sudah lebih dari pantas untuk berkeluarga. Selama ini dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai pemilik usaha bengkel motor umum. Mencari pasangan seakan dilupakan. Mengalah saat dua adik perempuannya mendapat jodoh duluan. Hanya tinggal satu adik laki-laki dan orang tuanya sangat keberatan jika Imam dilangkahinya. "Salsa sudah Imam anggap sebagai adik sendiri. Apa dia mau?" tanya Imam ragu seraya mengangkat wajah.Ibu Imam menggenggam tangan putranya itu. "Kami sudah sepakat dengan orang tuanya. Ya, kan, Pak?" "Betul Imam. Kamu tenang saja. Kalian akan menikah. Ikatan itu akan semakin mempererat tali persaudaraan kita nantinya."Imam lalu menunduk. Tidak lagi membantah keinginan orang tuanya. Mereka selalu membujuknya. Dalam lubuk hati terdalam, dia pun merasa tak rela jika didahului lagi apalagi oleh adik laki-laki. Keluarga Imam dan Salsa kemudian memusyawarahkan acara pernikahan. Mempersiapkan dengan matang semuanya hingga bisa terlaksanakan dengan lancar. Mereka pun kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri. ***Resepsi sudah usai saat malam hari. Keduanya sudah memasuki kamar pengantin mereka. Kado-kado tampak menumpuk di pojokan ranjang. Namun, baik Imam mau pun Salsa sama-sama diam. Mereka terlihat canggung dan tak nyaman. Salsa membuang muka ke samping. Melihat ke almari miliknya. Ini kamarnya yang sudah disulap menjadi berbeda. Terdapat bunga-bunga di sisi kiri dan kanan ranjang. Kelopak mawar merah berserakan di seprai yang didudukinya. Semua dinding tembok diselimuti kain berenda. "Sudah solat Isya?" Tiba-tiba Imam bertanya. Salsa menoleh. "Belum.""Kita solat dulu. Mau bareng?" "Boleh." Dengan gerakkan kaku keduanya beranjak dari tempat tidur. Imam melepas baju pengantinnya hendak mengganti dengan koko. Melihat itu Salsa membelakangi. Dia sendiri berusaha melepas hijab dan pernak-pernik yang menghiasi kepalanya. Nyatanya tidak mudah. Dia butuh bantuan untuk melepas banyak riasan. Salsa pun memilih duduk kembali. "Kenapa?" Imam yang telah selesai ganti baju heran melihat istrinya yang diam. "Ini ... susah lepas." Salsa memegang kepalanya. "Aa bantu." Imam mendekat dan duduk di hadapannya. Dia mencoba melepas perlahan semua yang menempel di hijab Salsa. Mahkota dan jarum-jarum dikumpulkan pada wadah. Salsa yang menunduk sesekali mengangkat wajahnya dan dilihat Imam. Sepersekian detik mereka beradu pandang. Mereka bukan orang asing tapi malam ini jadi terasa lain. Keduanya buru-buru memutuskan kontak itu. Imam melanjutkan melepas sisa-sisa barang yang menempel. "Sudah." Dia sedikit menjauh.Salsa menyentuh kepalanya untuk melepas jilbab. Ada sanggul besar di dalam yang mesti dia lepas. Perlahan kain penutup itu dibuka meski malu rambutnya akan dilihat. Namun, dia masih kesulitan. Ada konde dan alat-alat lain yang dijepitkan. Gadis itu berdecak kesal. Kemudian sedikit tersentak saat Imam menyentuh rambutnya. "Biar Aa bantu lagi."Salsa pun pasrah. Begitu sanggul berhasil dilepas tampak rambutnya yang tergelung. Imam mengurai rambut itu, menyampirkan di sisi bahunya. Laki-laki itu terpana. Terakhir melihat Salsa masih mengumbar aurat ketika gadis itu masih SD. Sekarang sudah menjelma gadis cantik berambut panjang. Entah dorongan dari mana tangannya terangkat rasa ingin menyentuh pipi Salsa. Namun, gadis itu sigap menahan. Tatapannya tegas pada Imam yang sudah terbuai. Dia takut serta cemas jika sentuhan itu menjalar. "Aku belum mau punya anak. Aku mau kuliah. Aa Mpi jangan apa-apain aku ....""อรุณสวัสดิ์"ฟาธีนอนมองหญิงสาวที่หลับอยู่ข้างเขาด้วยรอยยิ้มมือใหญ่ก็เขี่ยแก้มหญิงสาวเบาๆ เขาไม่ได้อยากกวนเธอเพราะเมื่อคืนจัดหนักไปหลายยกแต่เธอน่ารักจะให้เขานอนมองเฉยๆ คงทำไม่ได้ไม่จับเธอกดต่ออดใจไว้ได้ก็ดีเหลือเกินแล้ว"ยังง่วงอยู่เลย"ลินาขยับร่างเปลือยของตัวเองที่มีเพียงผ้าห่มผืนบางคลุมเอาไว้ไปแนบชิดกับเขาเอาใบหน้าไร้เครื่องสำอางซุกหอมไปกับอกแกร่งที่ไม่มีเสื้อผ้าปกปิด อบอุ่นและหอมชื่นใจจริงๆ"ฉันมีประชุม นอนคนเดียวได้ใช่ไหม"เขาขยี้ผมของเธอเล่นจนกลิ่นผมของเธอหอมฟุ้งเข้าจมูกเขา ชื่นใจต้อนรับอากาศยามสายสะจริงๆ"ประชุม"หญิงสาวดีดตัวขึ้นจากที่นอนจนลืมไปเลยว่าตัวเองโป้อยู่ นี้มันวันแรกของชีวิตคู่เขาจะไม่อยู่บ้านและบอกเธอว่าจะไปทำงานทั้งที่ควรจะหยุด"เดี๋ยวฉันก็กลับ ลินานอนรอในห้องนี้ก็ได้นะ ไม่ต้องลงไปหรอก เดี๋ยวฉันให้คนยกอาหารมาให้"ฟาธีมองเรือนร่างของเธอด้วยความเสียดาย เขาไม่น่ามีปนะชุมเลยไม่อย่างนั้นคงไม่ต้องออกจากห้องนี้ไป คงได้นอนกกกอดเธอทั้งวันทั้งคืน"ไม่ให้ไป"ลินากอดอกแน่น แน่นจนอกอวบๆ ของเธอล้นออกมาให้เขาเห็นเต็มสองตา เธออกคำสั่งใส่เขาทั้งที่น้ำเสียงยังหวานเหมือนเดิมไม่เปลี่ยน
"ลินาขอตัวก่อนนะคะ"หญิงสาวรวบชุดอย่างลวกๆ เพื่อบังกายแล้ววิ่งเข้าห้องน้ำไปด้วยความอาย เธอยังไม่ชินกับตำแหน่งเมียของเขาอยู่ดี เมื่อวานแค่จับมือกันเองวันนี้มาถอดเสื้อผ้าต่อหน้ากันคิดแล้วใจมันหวิวไปหมด"คุณฟาธี"ลินาใช้เวลาอาบน้ำไม่นานในความคิดของเธอก็รีบออกมาเพราะมีใครบางคนรอเธออยู่และเธอก็ไม่อยากออกมาทีหลังเขา แต่พอเปิดประตูออกมาก็เจอคนที่บอกว่าจะไปอาบน้ำอีกห้องกลับมาก่อนแล้วทั้งทีรีบอาบน้ำแล้วแท้ๆ ยังไม่ทันเขาอีกไม่รู้ไปเอาความเร็วมาจากไหน ปกติผู้ชายคนนี้อาบน้ำนานจะตายเวลารอคุยด้วยแต่ละทีต้องหนีไปหลับก่อนประจำตอนที่เธอยังอยู่ในฐานะเด็กในปกครอง"ตกใจอะไรลินา"ฟาธีรีบหันมาตามเสียงเรียกเขา สองมือก็ใช้ผ้าขยี้ผมที่เปียกน้ำไปด้วย วันนี้เขาเพิ่มความเซ็กซี่ให้ตัวเองด้วยโดยการไม่ใส่อะไรเลยแต่ก็ไม่ได้หื่นขนาดนั้นยังมีผ้าเช็ดตัวผืนเล็กใส่ปิดเอาไว้อยู่"เธออาบน้ำนานไปนะ"เขาขยี้ผมต่ออีกนิดหน่อย ไม่สนใจแล้วว่ามันจะแห้งไหมรีบดึงผ้าเช็ดตัวออก เหวี่ยงทิ้ง ไม่ใส่อีกแล้วเกะกะ"ใส่เสื้อผ้าก่อนดีไหมคะ"ลินายกมือขึ้นปิดลูกตาแทบไม่ทัน อยู่ดีๆ เขาก็ถอดออกหมดแบบนี้ คิดแล้วก็อยากเปิดตาดู ก็เขาหุ่นดีกว่านายแบ
"ฉันรักเธอนะลินา"เขากอดเธอแน่นขึ้นและประกาศออกไปดังทั่วห้องทำงานเล็กๆ ให้กองเอกสารกับสมุดและปากกาเป็นพยานรักของเขา เขารักเธอรักมานานแล้วถ้าจะพูดออกมาทั้งหมดก็คงตกหลุมรักเธอตั้งแต่เธอยังเด็ก"ลินาก็รักคุณฟาธีค่ะ"ในเมื่อเขาเปิดใจออกมาหมดเธอเองก็ไม่มีอะไรต้องปิดบัง ยังไงก็หนีหัวใจของตัวเองไปไม่พ้นต่อให้เธอมีปีกบินหนีไปก็ต้องกลับมาหาเขาอยู่ดีเพราะเธอรักเขา"แต่งงานกับพี่นะ""ค่ะ"มือซ้ายเล็กๆ วางทาบบนมือซ้ายของเขาให้เขาเอามือขวามาบรรจงสวมแหวนเพชรน้ำงามนั้นให้ บรรยากาศในห้องนี้อาจไม่มีเพลงบรรเลง ไม่มีผู้คนร่วมยินดีแต่เขากับเธอกับสุขใจมากที่สุด"คุณฟาธีห้ามมีเมียหลายคนนะคะ ไม่งั้นลินาจะไม่แต่งงานด้วย"หญิงสาวที่กลายเป็นตุ๊กตาให้เขากอดหันพูดสิ่งตัวเองกลัวสำหรับการต้องเป็นเมียพ่อแขกขาวที่มีเศรษฐีมากหน้าหลายตาอยากจะยกลูกสาวให้เขาเพื่อยกระดับธุรกิจของตัวเอง"เธอเป็นหัวใจของฉัน แล้วฉันจะไปมีใครได้อีก"เขาไม่เคยคิดมีใครและจะมีเธอเพียงคนเดียวตลอดไป และอีกหน่อยเขาก็จะกลายเป็นพ่อคนแบบเคโอชีวิตแสนสุขแบบนั้นเขาจะไปต้องการใครได้อีกหรือจะต้องการอะไรนอกจากครอบครัวที่มีเธอเป็นคู่ชีวิตลินาได้แต่ยิ้มและเ
ห้องทำงานขนาดเล็กที่เป็นตู้คอนเทรนเนอร์ดัดแปลงมาตั้งอยู่ในโครงการก่อสร้างยักใหญ่ของฟาธี ธุรกิจของเขามีมากมายในเมืองนี้จนจำแทบไม่ไหวแต่วันนี้เขาเลือกมาที่นี้เพราะเขาอยากให้เธอมาเห็นโรงแรมที่เขากำลังก่อสร้างโดยมีแนวคิดมาจากภาพวาดของเธอที่เคยวาดเอาไว้ตอนปิดภาคเรียนเมื่อปีที่แล้วและเธอก็ทิ้งมันไว้ในห้องอ่านหนังสือและไม่ถามหามันอีกเลย"นั่งรอในนี้ก่อน เดี๋ยวฉันมา"เขาไม่สั่งอะไรมากเพราะเธอไม่ชอบคำสั่งและการบังคับเขาจำได้ขึ้นใจก่อนจะปิดประตูให้เธออยู่แต่ในนั้นไม่ให้ออกมาเจออากาศที่กำลังเริ่มร้อนของด้านนอกนี้"ไหนบอกมีงานให้ทำ"ลินานั่งลงบนโซฟารับแขกที่มีเพียงตัวเดียวเธอเลือกนั่งตรงนี้เพราะดูจะเหมาะสมที่สุดดีกว่าไปนั่งบนเก้าอี้เจ้านายที่ถูกเช็ดทำความสะอาดจนหนังที่ห่อหุ้มเงาวับขนาดนั้นคงจะห่วงน่าดูและโต๊ะทำงานที่ตั้งอยู่ข้างๆ โต๊ะประธานอย่างเขาคงเป็นของเลขาเดี๋ยวก็คงกลับมานั่งทำงาา"ลินา""คุณฟาธี"หญิงสาวที่หลับพับไปกับโซฟาสะดุ้งตื่นเพราะเสียงเรียก เธอรีบลุกจนแก้มนุ่มๆ ไปชนกับปากของคนที่เรียกเธออย่างจัง ไม่เจ็บเพราะปากเขานุ่มแต่ใจมันแต่งแรงจนหน้าแดงไปหมด เธอเอามือขึ้นมาทาบแก้มข้างที่โดยปากเข
"ถอดชุดให้กระต่ายป่าขนชมพูตัวนี้หน่อย"เอาเอื้อมมือไปรั้งแผ่นหลังของเธอให้ลุกขึ้นนั่งทั้งที่ปากของตัวเขาเองยังดูดกินสิ่งนั้นของเธออยู่ มันอร่อยจนหยุดไม่ได้แต่พอเธอนั่งทรงตัวได้เขาก็รีบยืนโยกตัวไปมาราวกับว่าทำแล้วน่ารักมากอย่างนั้นแหละทั้วที่ขัดกับบุคลิกเป็นที่สุดถ้ามีคนอื่นเห็นคงอายแทนแคทธารีนที่
"นี้มึงไม่คิดจะเกรงใจคนในบ้านนี้เลยหรือไง"เคโอรีบลงจากรถที่ยังจอดไม่สนิทดีเมื่อเห็นมอร์แกนกำลังยืนกอดน้องสาวของเขาอยู่ตรงหน้าบ้าน ทั้งที่ทำใจเอาไว้แล้วว่ายังไงก็ต้องยกน้องให้มันแต่มันก็ทำใจไม่ได้อยู่ดีต้องลงมาจัดการสะหน่อยให้มันห่างๆ น้องสาวเขาบ้างเวลาอยู่ต่อหน้าเขา คนมันหวงน้องจะให้มายืนมองน้องตั
"มาคราวหน้าต้องมีหลานมาเพิ่มอีกคนด้วยนะ เข้าใจไหมเดย์"หญิงชราที่ไม่อยากให้มีวันอำลาเกิดขึ้นกำลังกิดหลานชายเพียงคนเดียวเพื่อร่ำลา แต่อีกไม่นานหลานคนนี้ของเธอก็คงแวะมาหาเธอแต่คงเป็นการมาเพียงคนเดียวไม่ได้ขนครอบครัวมาหมดเหมือนครั้งนี้และเธอก็ปรารถนาให้ครั้งหน้าครอบครัวเล็กๆ นี้มีสมาชิกมาเพิ่ม"ครับคุ
"หู้ย เขิน"ลูกจันทร์มองทั้งสองคนสบตากันนานรีบยกมือขึ้นปิดตาทั้งสองเพราะดูเหมือน ป๊ะป๊าของเธอกับแม่แคทจะจุ๊บกันมือใหญ่ที่ใช้เป็นฐานรองก้อนขนมเค้กเอาไว้ค่อยๆ เลื่อนสิ่งกว้างทางให้หลบไปแล้วขยับหน้าของตัวเองมาให้ใกล้เธอมากที่สุดจนลมหายใจเป่ารดกันและกันใจที่กำลังเต้นอยู่ในอกของผู้ชายคนหนึ่งกำลังจะทะล
reviews