เมื่อฉันหลุดหลงเข้ามาปลูกผักอิหยังวะ

เมื่อฉันหลุดหลงเข้ามาปลูกผักอิหยังวะ

last updateLast Updated : 2024-11-22
Language: Thai
goodnovel12goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
51Chapters
5.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ปลูกผักอิหยังวะ ย้อนเวลาไปปลูกผักคงเป็นเวรกรรมที่เธอไม่ชอบกินผักสวรรค์จึงหอบเอาร่างอ้วนไปปลูกผักเสียให้เข็ด จากสาวอ้วนตุ๊ต๊ะกลายเป็นหญิงงามเพราะกินผักกับเมนูผักๆที่รสชาติไม่ผักน่าอิจฉาสิ้นดี

View More

Chapter 1

เกิดใหม่

Lunara Angkasa tidak pernah membayangkan bahwa pimpinan yang tiba-tiba diturunkan perusahaan adalah ayah biologis putrinya. Seandainya tahu akan bertemu Kayden Narasoma di sini, Lunara tidak akan datang ke perusahaan ini apa pun alasannya.

Dalam beberapa hari terakhir, departemen sudah ramai membicarakan bahwa akan ada pimpinan muda berbakat yang langsung ditempatkan dari pusat. Katanya, pria itu adalah putra keluarga presdir grup perusahaan ini yang terlahir kaya raya.

Setiap pencapaian dalam riwayat hidupnya adalah pencapaian yang tak mungkin dikejar oleh orang-orang biasa seperti mereka.

Pria yang berdiri di ruang rapat itu memasukkan satu tangan ke saku. Setelan jas khusus yang dikenakannya, membuatnya tampak anggun dan berkelas. Tubuhnya tinggi tegap, sisa-sisa kekanakan masa lalu telah diasah menjadi sorot ketajamanan. Meski masih muda, wibawanya terasa mengintimidasi.

Jemarinya yang tegas menggenggam remote, sambil memaparkan isi PPT dengan lancar. Suara yang rendah dan merdu itu bergema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani menarik napas terlalu keras, takut kesan pertama di hadapan atasan baru ini terlihat gugup.

Lunara berharap bisa menundukkan kepala sedalam mungkin.

Sayangnya, lantai ruang rapat dipoles hingga mengilap. Bukan hanya tak ada celah untuk bersembunyi, pantulannya malah menyorot jelas wajah Lunara yang canggung dan tertekan.

Lunara memang tahu bahwa perusahaan ini milik Keluarga Narasoma, tetapi dia tidak menyangka Narasoma yang dimaksud adalah milik keluarga Kayden. Jari-jari kaki Lunara menekan lantai, punggungnya basah oleh keringat dingin. Rasa sesak menyeruak ke dadanya.

Sudah tiga tahun. Tiga tahun mereka tidak bertemu, dan tiga tahun pula sejak mereka putus.

"Siapa penanggung jawab proyek ini?"

Dari depan, terdengar suara yang dingin dan berjarak. Tatapan pria itu menyapu seluruh karyawan di bawah, membuat suasana seketika mencekam dan tak seorang pun berani bersuara.

Kayden mengerutkan kening, lalu meninggikan suaranya. "Bahkan proyek yang kalian tangani sendiri juga lupa?"

Rekan kerja di sebelah Lunara berdiri dengan gemetar, suaranya penuh ketakutan. "Pak Kayden, saya yang bertanggung jawab."

Entah hanya perasaannya atau bukan, pada saat Lunara mengangkat kepala, pandangannya seolah bertemu dengan Kayden. Tatapan itu terasa membeku di udara, membuat Lunara lupa bernapas sejenak.

Kayden segera mengalihkan pandangan dan berkata dengan nada kesal, "Bagian-bagian ini perlu diperbaiki. Dengan hasil seperti ini, bagaimana kalian berani mengajukannya?"

Lunara menghela napas lega. Dia pikir, Kayden seharusnya tidak melihatnya. Lunara yang sekarang sudah sangat berbeda dari Lunara tiga tahun lalu.

Dia menundukkan kepala, berusaha meredam keberadaannya. Tatapannya terpaku pada lantai, sampai tiba-tiba Lunara melihat sepasang sepatu kulit mahal yang disemir mengilap berhenti tepat di hadapannya.

Seluruh tubuhnya terasa seolah-olah dilempar ke laut dalam. Air asin yang menyesakkan seolah menelan napas Lunara, membuat tangan dan kakinya mati rasa seketika.

Kayden berdiri di sampingnya.

Rekan kerjanya buru-buru membela diri, "Pak Kayden, ini sudah melalui umpan balik klien ...."

Remote di tangan Kayden dilempar ke atas meja. Dia mengangkat kepala, sorot matanya dingin dan tajam saat menatap rekan Lunara sambil berkata perlahan, "Rencana yang belum matang tetaplah belum matang. Standar kerjamu itu menjadikan klien sebagai tameng?"

"Atau kamu mengira tempat kerja ini arena main rumah-rumahan?"

Tatapan itu sarat penilaian dari posisi yang lebih tinggi. Namun, bukan rekan Lunara yang sedang melapor yang ditatapnya, melainkan ... dirinya.

Semua orang menunduk menatap punggung kaki masing-masing, takut amarah Kayden menjalar ke diri mereka. Lunara menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menenangkan diri.

Kayden melanjutkan, "Perbaiki dulu, baru ajukan lagi."

"Baik, Pak."

Saat semua orang akhirnya menghela napas lega, pandangan Kayden pun tertuju pada Lunara.

Wajah itu tetap cantik seperti dulu, hanya tubuhnya terlihat jauh lebih kurus. Kini dia mengenakan gaun kerja bergaya profesional, rambutnya tersanggul rapi di belakang telinga. Kulitnya masih pucat cerah seperti sebelumnya, tetapi lingkar hitam dan kelelahan di bawah matanya tak bisa disembunyikan.

Tatapannya sama sekali tidak mengarah kepada Kayden.

Kayden menyunggingkan senyum sinis. "Kalau lain kali masih bawa proposal seperti ini, tanggung sendiri akibatnya."

Jari-jarinya yang panjang mengetuk meja di hadapan Lunara. Lunara tahu betul, itu pertanda suasana hatinya sedang sangat buruk.

Sorot mata hitam itu menyimpan emosi yang sulit ditebak. Cukup dengan satu tatapan saja, telapak tangan Lunara sudah basah oleh keringat. Untungnya, Kayden tidak berkata apa-apa lagi dan beralih menanyakan perkembangan proyek lainnya.

Betis Lunara bergetar pelan.

....

Setelah rapat selesai.

Lunara kembali ke meja kerjanya bersama rekan-rekan lain. Setelah duduk dan meneguk setengah gelas air, barulah perasaannya sedikit tenang.

Proyek yang dikritik Kayden juga termasuk proyek kelompok Lunara. Akibatnya, hampir seluruh departemen harus lembur.

Rekan di sebelahnya mengeluh, "Atasan baru pasti mau unjuk taring. Kita ini dijadikan contoh. Lunara, kamu tahu nggak kenapa Pak Kayden berdiri lama sekali di dekat kita? Aku hampir mati ketakutan."

Lunara tertegun sejenak.

Kayden berdiri di dekat mereka, kemungkinan untuk mendengar jawaban rekan kerja dengan lebih jelas. Namun ketika kelompok proyek lain memberikan laporan, dia tetap tidak pergi. Dia terus berdiri di sisi Lunara.

Lunara tidak berani mengangkat kepala. Begitu rapat berakhir, dia segera pergi dengan tergesa-gesa dan tidak berani menoleh sedikit pun.

Melihat sikap Kayden, sepertinya dia memang sudah melupakan masa lalu mereka yang singkat dan kacau itu. Jika tidak, mengapa dia bisa berdiri di samping Lunara begitu saja tanpa bereaksi apa pun.

Hanya ketika sudah tidak peduli, seseorang bisa bersikap setenang itu.

Dulu, Kayden adalah primadona Fakultas Ekonomi Universitas Andara, empat tahun berturut-turut menyandang gelar idola kampus. Kisah cintanya dengan Lunara sempat menghebohkan banyak orang.

Saat itu, banyak yang mengatakan bahwa Lunara menjadikan Kayden simpanan. Lunara menggunakan uang untuk mengikat pria itu, membuat Kayden menjual dirinya demi dia.

Lunara sendiri pernah berpikir begitu. Bagaimanapun, Kayden kala itu tampak seperti mahasiswa miskin. Namun, uang yang diberikan Lunara tidak pernah dia terima.

Hingga hari ulang tahun Kayden tiba, Lunara masuk ke akun aplikasi belanja milik Kayden. DIa berniat melihat barang-barang mahal apa yang dimasukkan Kayden ke keranjang tapi tak pernah dibeli, agar Lunara bisa memesankannya sebagai hadiah.

Namun, Lunara melihat pesan pribadi Kayden dengan orang lain di aplikasi itu. Orang itu memanggil Kayden dengan sebutan mesra, "Kak Kay".

Bahkan berkata bahwa Kayden terlihat bukan tipe orang yang akan menyukai Lunara.

Saat itu, Lunara merasa tercengang, tubuhnya langsung mematung dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun tidak apa-apa. Kayden tidak membalas pesan tersebut, jadi hadiah itu tetap dibeli.

Saat Kayden menerima hadiah itu di pesta ulang tahunnya, dia tidak tampak terkejut atau senang. Dia hanya mengucapkan terima kasih dengan datar. Dengan memanfaatkan waktu ke toilet, Lunara pergi membayar tagihan.

Saat kembali, dia mendengar suara-suara penuh sindiran dari dalam ruang privat.

"Kalau bukan karena Lunara yang nggak tahu malu dan ngotot menempel sama Kak Kay, mana mungkin Kak Kay mau sama perempuan sekampungan seperti itu."

"Benar. Cuma punya sedikit uang saja sudah merasa hebat."

Kayden mengucapkan satu kalimat yang terdengar jelas di telinga Lunara, "Sebenarnya aku juga nggak pernah menganggap Lunara penting."

Tawa riuh orang-orang di sekitarnya menelan sisa ucapannya.

"Sudah kubilang, Kak Kay pasti nggak tertarik sama orang kaya dadakan seperti itu."

Lunara tidak pernah bisa melupakan perasaan saat itu. Dadanya terasa sakit sampai sulit bernapas, tangan dan kakinya mati rasa seperti tersetrum. Kebetulan, saat itu keluarga Lunara juga sedang mengalami masalah. Ayah Lunara, Orion Wikara, kemudian mengirimnya ke luar negeri.

Sekali pergi, tiga tahun telah berlalu.

Tiga tahun kemudian dia kembali. Siapa sangka, atasan yang tiba-tiba ditempatkan di perusahaan ini adalah Kayden?

Bahkan jika dipukuli sampai mati sekalipun, Lunara tidak akan pernah menyangka bahwa Kayden yang dulu harus mengandalkan kerja paruh waktu dan beasiswa hanya untuk makan, ternyata adalah putra tunggal Grup Narasoma.

Namun melihat sikap Kayden barusan, sepertinya Kayden berniat berpura-pura menjadi orang asing baginya.

Ada baiknya juga kalau begitu.

....

Di dalam kantor presiden direktur.

Kayden duduk di sofa kulit asli yang empuk. Jari-jarinya yang panjang dan ramping menggerakkan mouse, dengan mudah memunculkan data seluruh karyawan.

Nama Lunara ada di dalamnya.

Setahun lalu dia sudah bergabung di sini. Dengan riwayat kerja yang cemerlang dan kemampuan profesional yang menonjol, Lunara bukan hanya lolos masa percobaan, tetapi juga bahkan menjadi ketua tim proyek.

Wajah Kayden tampak muram. Buku-buku jarinya mengetuk meja, satu demi satu.

Sekretaris bernama Ignas berdiri di samping sambil mengamati ekspresi atasannya. "Pak Kayden, apakah ada instruksi?"

Kayden mengangkat cangkir kopi di sampingnya dan menyesap dengan sikap anggun, lalu berkata tenang, "Aku baru datang, masih belum familier dengan proyek-proyeknya. Perkenalkan para ketua tim ini padaku."

Ignas langsung mengerti dan mulai memperkenalkan satu per satu. Terakhir, barulah dia menyebut Lunara.

"Bu Lunara masih muda. Dia baru setahun pindah ke kantor pusat, sebelumnya bekerja di divisi luar negeri. Prestasinya sangat baik."

Prestasinya sangat baik?

Sudut bibir Kayden terangkat membentuk senyum dingin.

Putri Keluarga Angkasa yang diingatnya, ternyata bisa merendahkan diri untuk benar-benar bekerja? Sulit dipercaya bahwa pencapaian-pencapaian itu bukan hasil uang Keluarga Angkasa.

Bagaimanapun, Lunara memang suka menggunakan uang untuk mempermalukan orang lain. Dan paling suka pula menghilang tanpa kabar ketika perasaan sedang memuncak.

Melihat Kayden tidak berkata apa-apa, Ignas membaca situasi lalu melanjutkan, “Proyek ini sepenuhnya ditangani Bu Lunara. Dewan direksi juga cukup menaruh harapan padanya.”

Ignas menghela napas pelan.

Sejak masa magang, Lunara sudah berada di bawah bimbingannya. Bisa dibilang, Ignas-lah yang membesarkan Lunara dari nol. Dia sangat menghargai anak muda seperti Lunara yang sedikit bicara, tidak membuat masalah, bekerja terstruktur, dan punya kemampuan nyata.

Karena itu, dia tak kuasa menahan diri untuk menambahkan beberapa kalimat lagi.

"Kalau memang hasil kerjanya kurang baik, Pak Kayden silakan tegur dia. Asalkan beri dia satu kesempatan."

Kayden mengangkat kepala dengan dingin. Kelopak matanya terangkat sedikit, sorot matanya memancarkan hawa dingin yang membuat orang bergidik hanya dengan menatapnya.

Baru setahun kerja, sudah ada orang yang membelanya? Sepertinya Lunara memang masih sama saja, selalu pandai mengendalikan hati orang.

Ignas tidak menyadari perubahan ekspresi Kayden.

Dia menghela napas lagi lalu melanjutkan, "Kondisi keluarga Bu Lunara kurang baik. Ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit keras, dan dia masih harus membesarkan seorang anak perempuan yang masih kecil. Anak itu juga kesehatannya kurang baik. Apalagi suaminya juga ...."

Kayden memotong dengan dingin dan melemparkan tatapan tajam. "Ignas, aku membayarmu untuk bekerja, bukan untuk bergosip."

Ignas bergidik ngeri. Setelah berulang kali meminta maaf dan melihat Kayden tidak berniat memperpanjang masalah, dia membungkuk dan keluar dari ruangan.

Untuk saat ini, dia masih belum bisa membaca suasana hati Kayden. Sepertinya, ke depannya dia harus lebih berhati-hati membawa diri.

Ruang kantor itu kembali sunyi.

Kayden mengelap kopi yang tidak sengaja tumpah tadi, lalu menggeser layar dengan mouse. Dia membuka berkas data karyawan Lunara. Foto identitasnya masih foto saat kuliah. Foto yang dulu dia ambil bersama Kayden setelah merengek agar Kayden ikut menemaninya.

Layar digeser ke bawah, ke kolom status pernikahan.

[ Menikah. ]
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

JJ's
JJ's
สนุกมากๆเลยค่ะ เสียใจตัดเข้มโคมไฟ 555 หยอกกก
2025-04-13 02:26:52
2
0
Yingluck Thalangdee
Yingluck Thalangdee
สนุกชอบติดตามค่ะ
2024-12-11 14:47:09
3
0
51 Chapters
เกิดใหม่
แสงแดดสว่างแยงทะลุม่านตาที่กะพริบ ไล่ความแสบร้อนที่เปลือกตา อะไรกันเมื่อคืนรู้สึกเหมือนเพิ่งขับรถกลับบ้าน ทำไมวันนี้ถึงตื่นสายได้ขนาดนี้นี่นอนไปนานขนาดนั้นเลยหรือ เฮ้ย ขยับตัวเบาๆ เปิดปากหาวเปิดเปลือกตา“จูเจี่ยแอบมานอน หลับใหลที่นี่อีกแล้วงานในไร่รอเจ้าอยู่ แล้วยังมานอนสบาย”ใครวะมาเสียงดังข้างหู“ตื่นได้แล้วจูเจี่ย”ลุกขึ้นนั่ง มองไปรอบๆ“ฮาวววว”บิดขี้เกียจไปรอบตัว“จูเจี่ย วันนี้ต้องส่งผักเข้าวังหลวง ยังไม่ได้ตามที่กำหนดเจ้ายังกล้ามานอน”เถียงนาน้อย เอ้ย ...ไม่ใช่ ที่นี่มันที่ไหน สวนผักกว้างใหญ่ แล้วยังมีเพิง ไม่สิแถวบ้านเรียกเถียงนา เคยสงสัยไหมไปเถียงทำไมนา“เจ้านี่แย่จริงๆ นอนจนน้ำลายไหลแล้วยังหลับสนิทจนงุนงง”“เอ่อๆๆ คือๆๆๆ ”“ไปโกยขี้หมูใส่ผักเดี๋ยวนี้เลย” หญิงวัยกลางคนมองอย่างไงอย่างไงก็น่าจะเป็นคนที่มีพาวเวอร์ที่สุดในที่นี้ ชี้มือไปที่กองขี้หมูกองมหึมาข้างเถียงนา“ต้องไปใช่ไหม”“หญิงบ้านป่าเกียจคร้านเช่นเจ้า ใครกันจะรับเป็นภรรยา ไร้คนสู่ขอข้ามิต้องเลี้ยงเจ้าจนตายหรือไร” ร่างอ้วนตุ๊ต๊ะของแป๋ม ขยับตัวอืดอาด วันๆเคยทำอะไรกันนอกจากนั่งกดแป้นพิมพ์พิมพ์นิยายกับขนมและของว่างข้างโต๊ะคอม
Read more
สูดอากาศบริสุทธิ์
“ผอมขนาดนี้ ข้าจะกล้าใช้งานเขาหรือ นายท่าน”นายท่านที่ว่าเป็นพ่อค้าคนกลางที่ส่งผักเข้าไปขายในวังหลวง หัวเราะจนพุงกระเพื่อม“น่า นึกว่าเอาบุญ ใช้งานหนักงานเบาได้ทั้งหมด ทีแรกข้าตั้งใจจะให้เขาทำงานกับข้า แต่ท่านเจ้าบ้านโปรดเห็นใจ ที่พักอาหารข้าก็มีจำกัดท่านพ่อบ้านมีไร่กว้างขวางโรงเก็บพืชพันธุ์มากมาย ให้เขาได้อาศัยหลบหนาวยามค่ำคืน ผักหญ้าท่านก็เยอะแยะพอได้เป็นอาหาร นึกว่าเอาบุญ” พ่อในโลกนี้ของแป๋มยิ้มอย่างคนที่ใจดี พยักหน้าน้อยๆ แต่ยายป้านี่สิ“โอ๊ย มาอยู่น่ะมาอยู่ได้ แต่ต้องช่วยกันทำงานให้มาก ข้าไม่มีปัญญาจะเลี้ยงใครฟรีๆ หรอกนะ”“ขอรับนายหญิง จะใช้งานข้าล้วนทำได้ทุกอย่าง”แป๋มเบ้ปาก ตัวผอมบางหุ่นสะโอดสะอง แป๋มตัวใหญ่เหมือนช้างน้ำยังไม่อยากทำเลยงาน“จูเจี่ย มายืนยิ้มทำไม ไม่กินก็ไปโกยขี้หมูได้แล้ว”ท้องร้องจ๊อกๆ กระโดดขึ้นไปบนกระท่อมหรือเถียงนาน้อย ตักข้าวใส่ถ้วยใช้ตะเกียบพุ้ยข้าวกับผักใส่ปากเคี้ยวตุ้ยๆ“เสี่ยวซง อยู่ที่นี่ก็ตั้งใจทำงาน”“ขอรับนายท่าน”นายท่านพ่อค้าผักหันไปเจรจากับท่านพ่อ ไม่สนใจเสี่ยวซงผู้นั้นอีกต่อไป เขาเดินไปที่กองขี้หมู โกยมันใส่ตะกร้าสาน แบกไว้บนหลังก้าวเดินไปยังแปลงผัก
Read more
อโวคาโดราดน้ำผึ้ง
ในไร่ที่แสนจะอบอุ่นแสงแดดสีส้ม แม้จะส่องสว่างแต่ไม่ทำให้รู้สึกร้อน วันนี้อากาศค่อนข้างหนาว“จูเจี่ย เก็บไข่เป็ดกับไข่ไก่ในเล้าให้แม่ด้วย”แป๋มยังไม่ทันจะขยับตัว จูจิ้นวิ่งไปหยิบตะกร้าออกไปก่อนแป๋มเสียอีกเสี่ยวซงมองสองคนพี่น้อง ทำท่าจะขยับตัวตามไปช่วย“เสี่ยวซง มาช่วยข้าหอบฟืนมาเก็บไว้ใกล้เตาผิง อากาศค่อนข้างหนาวไม่แน่คืนนี้อาจมีหิมะแรก ดีที่เราเก็บผักบางส่วนส่งวังหลวงเสียเกือบหมด หิมะตกได้ก็ไม่น่าห่วงเท่าไหร่”เจ้าบ้านเฉินเดินนำเสี่ยวซงที่ช่วยหอบฟืนมาเก็บไว้ในห้องครัว ใกล้เตาผิงและเตาทำกับข้าวข้างเล้าไก่ แป๋มนึกภาพขี้ไก่และความสกปรกทว่าสิ่งที่เห็นไม่ได้เป็นอย่างที่คิด ยายป้ากวาดทำความสะอาดจนเอี่ยมอ่อง พื้นแห้งสะอาดตา มีเศษหางจากข้าวสาลีกองบนพื้นเป็นกระจุกบ้างก็ปุไปบนพื้นเล้าไก่ ไข่ไก่วางเรี่ยราดเหมือนถูกนำมาวางไว้ แป๋มเลิกคิ้วเมื่อจูจิ้นเก็บไข่ไก่ใส่ไปในตะกร้าหลายสิบลูกไก่ไข่ตัวอ้วนขนสีน้ำตาลแดง ไม่ได้ตื่นตกใจแต่กลับเดินเข้าหาย่อตัวลงนอนหมอบเหมือนอยากจะออกไข่อยู่ตลอดเวลา แป๋มยิ้ม“จูเจี่ยไข่วันนี้เยอะกว่าทุกวัน คงเป็นเพราะเมื่อวานท่านพ่อเก็บเศษผักในสวนมาให้มันจิกกินเป็นอาหารว่าง”“ไก่
Read more
สูตรลับ
ห้องเครื่องในวังหลวง“ฮองเฮาและองค์หญิงล้วนนิยมเสวยอาหารที่ทำจากเมนูผักหลากชนิด ว่ากันว่าเสวยผักไปเพียงไม่นาน ผิวพรรณสดใสใบหน้ากลับเต่งตึงไร้รอยหมอง”“ผักส่วนมากรับมาจากบ้านเฉิน ที่ไร่ของท่านเฉินที่นั่นล้วนมีผักมากมาย กลายเป็นไร่แห่งเดียวที่ส่งผักที่ดีเข้ามาในวังหลวง”“ฮะแฮ่ม รีบเตรียมเครื่องเสวยมัวแต่พูดคุย จะไม่ทันเวลาเสวยตอนดึก”ตำหนักใหญ่ฮ่องเต้“ปีนี้ข้าวปลาอาหารขาดแคลนชาวบ้านลำเข็ญ ทว่า มีไร่แห่งหนึ่งปลูกผักได้ดี จึงส่งเข้าวังหลวงเสียหมด ชาวบ้านล้วนอดอยาก เช่นไรจึงจะเรียนรู้วิธีปลูกผักของพวกเขา เพื่อชาวบ้านจะได้ไม่ต้องทนทุกข์กับปัญหาขาดแคลนอาหาร”“ฝ่าบาท ไท่จือเสด็จออกเที่ยวเล่น เดิมหม่อมฉันตั้งใจให้ไท่จือลงไปจัดการเรื่องเหล่านี้ชาวบ้านจะได้อุ่นใจ”“หลายวันมานี้ไท่จือไม่มาที่ท้องพระโรงคงออกไปเล่นสนุกเหมือนเคย งานในราชสำนักยังไม่เคยแตะต้อง เจ้าคิดว่าจะให้เขาไปสนใจเรื่องการปลุกผักเห็นที่จะไม่ได้ผล”“ฝ่าบาททรงมีพระบัญชาจะดีไหม ลูกคนนี้แม้จะให้ทำยังไม่อยากทำ บางเรื่องไม่พูดแต่กลับเร่งรีบที่จะทำมันยากจะเข้าใจ ฝ่าบาทมีพระบัญชาลงไปคาดว่าไม่น่าจะกล้าขัดบัญชาฝ่าบาทอย่างแน่นอน”“องค์หญิงแ
Read more
ความสัมพันธ์พี่น้อง
“ไม่นาน หากกินตามที่ข้าแนะนำ จูเจี่ยของเราจะต้องกลายเป็นหญิงงาม”แป๋มเขินจนแทบแทรกแผ่นดินหนีเมื่อเสี่ยวซงอมยิ้ม มองๆไปเสี่ยวซงเวลาอมยิ้มก็หล่อเป็นบ้าเลย“จูเจี่ยจะเขินทำไม”จูจิ้นน้องนรกสมองอัจฉริยะ พูดขึ้นดังๆ“ดีแล้ว พักนี้ทำตัวสมกับเป็นหญิงสาวไม่กระโดกกระเดก เหมือนเมื่อก่อนอย่างนี้ มีหวัง ได้ออกเรือนแน่555”เจ้าบ้านเฉินพูดไปหัวเราะไปด้วยความเอ็นดูแป๋ม“ท่านพ่อว่าแต่สูตรหัวใช้เท้าดองเค็ม...”แป๋มเปลี่ยนเรื่องคุยแก้เขิน”“ดอกเกลือ น้ำผึ้ง น้ำสะอาดนั่นล่ะคือสิ่งที่ต้องใส่ลงไปในหัวไช้เท้าที่เก็บสดๆ หัวไช้เท้าจึงแสนอร่อยแบบนี้ สูตรนี้พ่อเจ้าคิดขึ้นมาเอง หลายปีมานี้กินของบ้านไหนก็ไม่อร่อยเท่า” เสี่ยวซงวางถ้วยข้าว ประสานมือตรงหน้า“ขอบคุณท่านลุงที่ ไม่หวงวิชา”“เสี่ยวซง ถึงจะบอกว่าสูตรลับแต่เจ้าบัดนี้ก็เป็นคนในครอบครัวกินข้าวหม้อเดียวกับเราแล้วยังช่วยเราทำงาน ข้าจึงไม่จำเป็นต้องหวงสูตรในเมื่อเป็นของดี ล้วนยิ่งต้องแบ่งปัน”แป๋มอึ้งกับความคิดและคำพูดของเจ้าบ้านเฉินคนอะไรจะดีขนาดนั้นหากเป็นสมัยนี้ต้องลงทุนซื้อสูตรในราคาหลายบาท แม้จะมีให้ดูในอินเทอร์เน็ต แต่มักจะไม่บอกสูตรลับเฉพาะ“ท่านพ่อใจดีจัง”
Read more
อร่อยยย
“จูเจี่ย คราวหลังห้ามถามที่ปลดทุกข์กับข้า ถ้าจะพูดเช่นนี้ข้าจะปล่อยให้ท่านจุกตายไปเสีย”“เจ้าเด็กบ้า มาให้เขกหัวเสียทีหนึ่ง”กระโดดเข้าใส่ จูจิ้นที่ดึงมือเสี่ยวซงให้วิ่งตามพร้อมกับหัวเราะเสียงใส วิ่งวนรอบตัวเสี่ยวซงที่สูงชะลูดไปมา แป๋มลืมตัวลืมตาย วิ่งวนรอบตัวเสี่ยวซงเช่นกันเจ้าจูจิ้น หลบอยู่ด้านหลังชะโงกหน้ามาแลบลิ้น แป๋มถลาเข้าด้านหน้าเสี่ยวซง เอื้อมมือหมายจะฟาดไปที่เจ้าเด็กบ้านั่นแต่ทว่ากลับเสียหลัก ชนเข้ากับเสี่ยวซง ร่างผอมบางอย่างไรจะทานน้ำหนักตัว เกือบแปดสิบกิโลของแป๋มไหว ร่างอ้วนเตี้ยของแป๋มล้มลงไปทับเสี่ยวซงเต็มตัวใบหน้าซุกอยู่กับอกอุ่นของเขา เสี่ยวซง ยกมือขึ้นกอดรวบแป๋มไว้ทันทีกลัวว่าแป๋มจะเจ็บตัวไปกว่าที่อยู่บนอกเขา จูจิ้นปิดตา ก่อนจะค่อยๆ ปล่อยมือหัวเราะร่วน“จูจิ้นดึงพี่เขาขึ้นมา เสี่ยวซงคงจะเจ็บตัวแน่ๆ พี่สาวเจ้าน้ำหนักตัวเยอะเพียงนั้น”หานี่ท่านพ่อผู้ใจดีก็หยิกกัดเป็นเหมือนเจ้าน้องจูจิ้นด้วยหรือ ไม่น่าแปลกใจว่าเจ้าจูจิ้นได้นิสัยใครมาคงบวกๆ กันระหว่างพ่อกับแม่ เสี่ยวซงเห็นตัวผอมบางทว่ากับ แข็งแรงอย่างไม่น่าเชื่อแม้จะเขินจนหน้าแดงเขากลับจับเอวหนาของแป๋มดันตัวแป๋มลุกขึ้น อย่า
Read more
ซวงเจี่ย
“ก้อนหินก้อนใหญ่แบบนี้บางทีก็สามสีตัว อยู่ที่ว่ามีโพรงใต้หิน พวกกุ้งมักจะ ทำโพรงไว้ เพื่อซุกตัวอยู่นนั้นหากลูบไปใต้พื้นหินแล้วรู้สึกว่ามีโพรงนั่นล่ะที่อยู่ของพวกมัน เสี่ยวซงเจ้ามาลองช่วยลุง งมกุ้งกัน”แป๋มนึกสนุก เดินลงไปรวมกลุ่ม จูจิ้น เดินกลับขึ้นมาเอากุ้งมาเก็บโดยเอาถังใส่น้ำแล้วปล่อยกุ้งที่จับได้ลงไปนอนแช่น้ำเพื่อความสดไม่ให้มันตายเสี่ยวซงกับเจ้าบ้านเฉิน ล้วงมือเข้าไป จับกุ้งมาง่ายดาย คนละตัวสองตัว แป๋มอยากลองบ้าง จึงเข้าไปช่วยต้อนกุ้งในโพรงหิน ล้วงมือเข้าไปรู้สึกเหมือนมีตัวอะไรดิ้นตุบตับ ชนเอามือทั้งสองข้าง“ท่านพ่อ.. ท่านพ่อ..มันอยู่ตรงนี้”เสี่ยวซงลาเข้ารวบกุ้งตัวโตที่ชนมือของแป่มไปมาใบหน้าหล่อเหลาเกือบจะโดนแก้มอวบของแป๋ม เสี่ยวซง ไม่ได้รู้สึกอะไรแต่แป๋มกับอายม้วน ยิ้มน้อยยิ้มใหญ่“ฉับ”กุ้งตัวใหญ่ที่ถูกต้อนจนมุมใช้กล้ามใหญ่หนีบฉับเข้าที่นิ้วนางของแป๋มระดับความเจ็บประมาณ ลูกหมาฟันคมงับมือ“อืออออออเจ็บ”ส่ายหน้าไปมาหลับตาพริ้ม ดึงตัวกุ้งที่ไม่ยอมปล่อยกล้ามขึ้นมาด้วยมืออีกข้างคว้าตัวกุ้งไว้แน่นเสี่ยวซงกับจูจิ้นหัวเราะ ขำกับท่าทีของแป๋ม“เห็นไหมเล่า ในที่สุดแกก็เสร็จฉัน กุ้งนี่จับไ
Read more
กุ้งๆ
“จูเจี่ย ท่านคงอยากจะสวยอวดพี่เสี่ยวซงแน่เลย”เจ้าเด็กบ้านี่เอาอีกแล้ว“ข้าอยากจะพัฒนาตัวเองสียบ้าง”“อาหารที่แม่เจ้าปรุงสองสามวันมานี้ ล้วนแต่เป็นของที่กินแล้วไม่อ้วนเจ้าพูดเองว่าอยากจะผอมข้าคุยกับแม่ของเจ้าแล้วว่าเราจะปรุงแต่อาหารที่จูเจี่ยกินแล้วไม่อ้วน เพียงแต่เจ้าไม่ปฏิเสธมันรับรองเห็นผลอย่างแน่นอน”แป๋มยิ้มซาบซึ้งน้ำใจอย่างที่สุดย้อนเวลามาไม่เสียที อย่างน้อยก็มีคนใส่ใจจูจิ้นกับจูเจี่ยนั่งย่างกุ้งบนเตา ดิน เสี่ยวซงยกเอาหินลาวาที่มีเก็บไว้หลายขนาดมาวางบนเตาดินกองไฟด้านล่างเอากุ้งตัวใหญ่ขึ้นไปวาง แป๋มเปลี่ยนเสื้อผ้าเรียบร้อยแล้ว วันนี้ฮูหยินเฉินมาดึงสายรัดเอวให้เพราะแป๋มทำอยู่นานก็ไม่เป็นผลไม่เหมือนอย่างที่เขาภทำกัน“เจ้าผอมลงไปจริงๆ รู้สึกตัวบ้างไหม”แป่มพยักหน้าผอมลงไปจริงๆ มีองค์มีเอวกับเขาด้วยคงลงไปไม่ต่ำสามกิโลหากเป็นที่บ้านคงลองชั่งน้ำหนักดูแล้ว เสี่ยวซงมองอาภรณ์สีพื้นๆ ของแป๋มที่สวมใส่เหมือนจะพูดอะไรแต่ก็เงียบเสีย จูจิ้นนั่งอยู่บนตักของเสี่ยวซง พลิกกุ้งไปมาเอามืออังเตาไฟไล่ความหนาวเหน็บลมแรงกรรโชก ท่านเฉิน ขยับเข้าใกล้เตาดินอีกคน“พรุ่งนี้หิมะคงตกแน่ๆ หากอากาศจะหนาวลงเรื่อยๆแบ
Read more
ช่วงเวลาความสุขสั้นๆ
“ทำไม องครักษ์ไม่ได้ตามตัวไท่จือไปอยู่แล้วหรือ”“ไท่จือนิยมไปไหนเพียงลำพัง”“ทำไมนิยมไปไหนเพียงลำพังแบบนั้น ไม่เรียกว่าหนีไปหรือไร”ซงยี่ถอนหายใจ(“หนีก็ได้ พ่ะย่ะค่ะ ข้าน้อยจนมุมแล้วไท่จือชอบหนีไปเที่ยว”) ความคิด“ไม่เรียกว่าหนีไหนเมื่ออีกไม่นานไท่จือจะกลับมาอย่างแน่นอน”ใจคิดอีกอย่างแต่ ปากกลับพูดไปอีกอย่างที่ถอนหายใจเพราะเบื่อระอากับความเสแสร้งของตัวเอง“เช่นนั้นอิงเผย รอได้คงต้องรอจนกว่าไท่จือจะกลับมา”แม้จะกระหน่ำกินกุ้งย่างจิ้มน้ำจิ้มชวงเจียจนอิ่มแปล้แต่ทว่ากลิ่นหอม ของแกงมันเทศกับกุ้งสีสดในน้ำแกงสีเหลืองที่ลอยอบอวล มันเทศหั่นชิ้นสี่เหลี่ยมพอคำที่เปื่อยนุ่ม สีม่วงตัดกันกับกุ้งสีส้มขาว ส่งกลิ่นหอมคละคลุ้งไปทั่วโต๊ะกับข้าว ฮูหยินตักข้าวให้ทุกคนยกเว้นจูเจี่ย“เจ้าจะต้องมีความหักห้ามใจ แม่ให้เจ้าตักข้าวเองจะได้รู้ว่า ความพยายามของเจ้ามีมากเพียงใด หากอยากจะผอมให้เร็วก็ตักแต่น้อยแต่ถ้าอยากจะผอมให้ช้าก็ตักให้มาก หรือจะไม่อยากผอมก็ตักเท่าๆ กับคนอื่น”แป๋มสุดลมหายใจเข้าลึกๆ คว้าทัพพีไม้ไผ่มาตักขาวสวยร้อนๆ เพียงทัพพีเดียว“ท่านแม่จูเจียกินกับเล่นไม่อ้วนหรือไร”“มันเทศกินเข้าไปก็อิ่ม ส่วนกุ้งไ
Read more
ตอนพิเศษ
“องค์ชายซงยี่ท่านจะตามข้าทำไมให้มากความข้าอยากเดินเพียงลำพัง”องค์หญิงแคว้นใต้อิงเผย กว่าคำพูดที่ทิ่มแทงจิตใจของคนฟัง“ข้าก็แค่ทำตามพระประสงค์ของฝ่าบาท ให้คอยดูแลเจ้าแทนพี่ใหญ่ไท่จือ”“ทำไมเขายังไม่มาจงใจหลบหน้าข้า หรือเปล่า” ทอดเสียงเศร้าสร้อย ซงยี่ถอนหายใจนึกสงสารอิงเผยเหมือนกัน ซงหยวนใครกันจะบังคับเขาได้แต่ไหนแต่ไรเป็นเขาที่โดเด่ยนด้านความคิดแล้วอุปนิสัยที่เป้นตัวของตัวเองถึงกระนั้นก็เป้นพี่ใหญ่เป้นไท่จือซงยี่คิดว่าไม่มีใครเหมาะที่จะรั้งตำแหน่งไท่จือเท่าซงหยวนหากไม่ใช่ซงหยวนจะเป็นใครเได้ซงลหลี่แม้จะอ่อนน้อมชอบช่วยงานราชสำนักแบ่งเบาภาระฝ่าบาททว่าภายในจิตใจยากยั่งถึง เขามักจะชอบเรียกเหล่าขุนนางเข้ามา สรวลเสเฮฮาในวังหลวงเป้นประจำนิสัยเช่นนี้ไม่น่า คบหา เลี้ยงคนพันวันใช้งานวันเดียว“เขาไม่ได้จงใจหลบหน้าเจ้าเพียงแต่ไท่จือยังไม่แน่ว่าจะรู้ว่าเจ้ามาก็เลยยังไม่กลับ แต่ข้าเชื่อเหลือเกินว่าถ้าไท่จือเขารู้ว่าองค์หญิงมารอที่นี่เขาจะต้องรีบมาแน่”แปลกใจตัวเองทำไมต้องปลอบใจนาง“จริงๆนะ ข้าอยากพบเขาเหลือเกินแล้ว ข้ารอที่นี่สามราตรีแล้ว ยังไม่เห็นเขากลับ มา เรื่องล่าสัตว์ประภาสป่ามันดีกว่าการที่พบข้
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status