กุหลาบร่านไฟ

กุหลาบร่านไฟ

last updateÚltima actualización : 2026-06-23
Idioma: Thai
goodnovel18goodnovel
No hay suficientes calificaciones
42Capítulos
1.2Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

‘นัสริน’ ถูกสามีทิ้งให้อยู่อย่างโดดเดี่ยวในทริปฮันนีมูนเพื่อไปเริงร่ากับคนรักที่เป็นผู้ชาย เธอจึงเลือกประชดความเหงาด้วยการทอดกายให้ชายแปลกหน้า คิดว่าเป็นแค่เรื่องชั่วข้ามคืน... ที่ไหนได้ พอกลับเมืองไทย ชายแปลกหน้าคนนั้นกลับกลายมาเป็นอาของสามีที่ย้ายมาอยู่ในรั้วเดียวกัน

Ver más

Capítulo 1

ตอนที่ 1 วิวาห์ที่ไม่หวาน

“Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar permintaan wanita cantik nan berkelas di depannya.

Sinta Larasati. Putri pemilik rumah sakit tempat Nadira bekerja, sekaligus istri dari Arjuna Mahardika, yang dikenal sangat dingin dan mencintai istrinya. Istri dari dokter spesialis bedah terbaik, wanita dari keluarga terpandang, dan seseorang yang hidupnya tampak tanpa cela itu tiba-tiba menghampiri Nadira di kantin dan langsung memberikan penawaran tidak masuk akal pada Nadira yang notabene dokter koas di bawah pimpinan Arjuna.

Sendok di tangan Nadira terlepas. Dia tersentak dan langsung menutup mulutnya yang ternganga. Nadira membersihkan tumpahan makanan di mejanya dengan tisu, sambil sesekali melihat ke arah Sinta.

Mata Nadira bergetar. “Ma-maaf, Bu Sinta. Sa-saya tidak mengerti maksud ucapan Bu Sinta,” ucap Nadira pelan, penuh dengan ketegangan.

Sinta meletakkan tas mahalnya di atas meja. Dia menyandarkan punggungnya lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Tidurlah dengan Mas Juna dan lahirkan anaknya," Sinta mengulang ucapannya. "Tapi, jangan sampai jatuh cinta padanya!” lanjut Sinta, memberi peringatan keras. Sorot matanya terlihat menusuk Nadira.

Nadira menundukkan kepalanya, menghindari tatapan Sinta, masih sangat bingung dengan keadaan ini.

Selama ini dia tidak pernah berurusan dengan Sinta. Kalaupun mereka bertemu, Nadira hanya menyapa Sinta dan wanita itu akan berlalu begitu saja tanpa membalas sapaannya.

"Maaf, Bu, saya tidak bisa—"

“Kamu butuh biaya untuk operasi ayahmu, kan?” potong Sinta.

Napas Nadira tercekat. Wajahnya yang semua dipenuhi ketakutan mulai berubah serius.

Nadira memang butuh biaya untuk operasi ayahnya, tapi dia tidak ingin menanggalkan jas dokternya dan jadi wanita jalang demi itu.

Sinta mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, matanya tajam namun bibirnya tetap tersenyum. “Biayanya gak sedikit. Kamu tahu itu, kan? Dan saya bisa menanggung semuanya. Atau kalau perlu, saya akan meminta Mas Juna yang mengoperasi ayahmu.” Sinta mengangkat dagu Nadira. “Kamu tau kan gimana suami saya di ruang operasi?”

Jari Nadira mengepal di atas meja. Sudah berhari-hari dia berusaha mencari pinjaman, bantuan, tapi semua jalan terasa buntu. Dan setiap detik yang berlalu, kondisi ayahnya semakin memburuk.

Ayah Nadira harus segera mendapatkan operasi jantung. Dia harus berpacu dengan waktu, mencari biaya operasi sambil menjaga kesehatan ayahnya yang setiap saat bisa saja memburuk.

Sinta kembali bersandar sambil tersenyum angkuh, mulai menyadari ada keraguan di sorot mata Nadira.

“Kalau kamu setuju, saya akan tanggung semua biaya operasi ayahmu, termasuk biaya perawatan pasca operasi. Kamu hanya perlu fokus melayani Mas Arjuna dan memastikan kamu hamil. Itu saja ... gimana, mudah kan?” Seringaian muncul di wajah Sinta yang terkesan seperti sebuah penghinaan bagi Nadira.

Jantung Nadira berdetak cepat, mulai goyah.

Solusi biaya operasi yang beberapa minggu ini memenuhi kepalanya, kini sudah terpecahkan. Bahkan biaya pasca operasi yang juga akan membutuhkan banyak biaya sudah ikut ditanggung.

Tapi haruskah dia menjual dirinya demi semua itu?

Bagaimana kalau nanti ayahnya tahu kalau dia melakukan hal hina demi mendapatkan biaya operasi. Apakah jantung ayahnya masih bisa baik-baik saja?

"Tapi kenapa saya, Bu?"

Sinta mendecak. “Jangan terlalu percaya diri kamu! Jangan berpikir kamu istimewa sampai saya menawarkan ini ke kamu!” kata Sinta, tidak ingin dokter muda di depannya itu terlalu percaya diri pantas naik ke ranjang suaminya. "Saya kasihan sama kamu. Saya tau kondisi ayahmu, dan kamu termasuk dokter yang cakap dalam bekerja. Saya milih kamu, karena kita bisa berbisnis dengan baik. Kamu dapat uangnya dan saya dapat anak suami saya,” lanjut Sinta tidak peduli dengan harga diri Nadira.

Napas Nadira tersendat. Wanita itu benar-benar merendahkannya.

“Mas Juna butuh anak. Keluarga kami menuntut itu.” Sinta menghela napas ringan, seolah sedikit jengkel. “Dan saya … tidak ingin hamil! Saya tidak mau tubuh saya berubah. Tidak mau karier saya terganggu. Dan jujur saja … saya tidak tertarik jadi ibu,” lanjut Sinta tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Semua orang tahu kalau Sinta adalah seorang model terkenal. Banyak brand datang padanya dan tentu saja itu semua membutuhkan kesempurnaan fisik yang diagungkan Sinta. Namun, bagaimana mungkin ada wanita yang tidak punya naluri keibuan di dalam hatinya.

“Ah iya ... soal karir koas kamu. Kamu gak perlu khawatir, soal itu.” Sinta kembali memberikan penawaran menggiurkan agar Nadira segera setuju. “Setelah kamu hamil dan melahirkan, semuanya selesai. Kamu bisa pergi. Saya tetap istri sahnya dan anak itu akan jadi anak kami. Kamu bisa kembali ke rumah sakit, seperti tidak pernah terjadi apa-apa,” lanjutnya lagi.

Sebuah rancangan masa depan yang sangat indah. Ayahnya terselamatkan, dan karier dokternya juga akan tetap baik-baik saja.

Nadira menelan ludahnya kasar. “Bu, ini salah,” ucapnya, berusaha mempertahankan harga dirinya. “Saya tidak bisa—”

“Kamu bisa, Nadira!” potong Sinta cepat, memaksa Nadira. Nada bicaranya penuh penakanan. "Apa kamu siap, kalau bentar lagi dokter panggil kamu dan bilang kalo ayahmu harus operasi sekarang juga? Jangan sok jual mahal kamu! Gadis miskin yang cuma mengandalkan uang beasiswa seperti kamu bisa apa?!” hardik Sinta yang mulai kehilangan kesabarannya.

Kalimat Sinta menusuk hati Nadira. Kenyataan mahasiswa pintar yang bertahan karena beasiswa miskin itu kembali memukulnya.

Nadira menunduk, mencoba mengatur napasnya yang mulai tidak stabil.

Bayangan ayahnya di ranjang rumah sakit kembali terlintas. Keadaannya yang kian lemah, pucat, dengan selang di mana-mana, membuat Nadira meremas ujung jas dokternya.

Dia belum siap. Nadira belum siap kehilangan ayahnya, keluarganya satu-satunya.

Sinta mendengus kesal. “Pikirkan baik-baik! Waktumu gak banyak!”

Nadira mengusap wajahnya kasar. Pertanyaan Sinta lebih sulit dijawab Nadira daripada soal ujiannya selama ini.

Nadira mengangkat wajahnya perlahan. Dengan sisa keberaniannya, dia kembali menatap Sinta. “Lalu bagaimana dengan Dokter Arjuna? Apa beliau tahu tentang ini?”

Sinta tersenyum tipis penuh makna. “Belum,” jawabnya. “Tapi saya yakin dia bakal setuju.”

“Belum?” ucap Nadira dengan bahu yang merosot.

Membayangkan memberikan laporan pada dokter tampan itu saja membuatnya takut, apa lagi kalau sampai dia harus merayunya.

Ini sulit. Sangat sulit!

Nadira menggigit bibirnya, ragu, takut, dan terjebak dalam pilihan yang terasa tidak adil.

“Pikirkan ini baik-baik, Nadira. Nyawa ayahmu taruhannya!” kata Sinta sambil berdiri, merapikan tasnya. “Tapi jangan terlalu lama. Kondisi ayahmu tidak akan menunggu sampai kamu menaklukkan harga dirimu yang ... gak seberapa,” ucap Sinta dengan mudahnya merendahkan Nadira sambil memicingkan matanya. Kemudian dia pergi meninggalkan Nadira. Dia malas melihat wajah naif Nadira yang memuakkan di matanya.

Tatapan kosong Nadira menembus dinding kantin, sekosong pikirannya saat ini.

Naik ke ranjang suami orang. Mengandung anaknya dan pergi begitu saja dengan jaminan masa depan cerah.

Apakah itu harga yang pantas untuk menyelamatkan ayahnya?

Nadira menutup matanya perlahan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia benar-benar tidak tahu keputusan mana yang benar.

Di tengah kebimbangannya, tiba-tiba ponsel Nadira berbunyi. Dia merogoh saku jas dokternya, meraih benda pipih yang bergetar di dalamnya.

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Nadira. Dia membaca pesan itu dan tangannya mengepal erat.

“Ayah!” ucap Nadira panik lalu segera berlari meninggalkan kantin.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos
Sin comentarios
42 Capítulos
ตอนที่ 1 วิวาห์ที่ไม่หวาน
ภายในห้องโถงโรงแรมเต็มไปด้วยแขกที่มาร่วมงานแต่งงานของ นัสริน หรือ โรส หญิงสาววัย 22 ปี ผู้มีใบหน้าสวยตามแบบฉบับลูกครึ่งไทย-อังกฤษ ดวงตาคู่สวยที่เคยสดใสล้อไปกับแสงไฟระยิบระยับของโคมไฟบนเพดานวันนี้ควรเป็นวันที่ผู้หญิงทุกคนมีความสุขที่สุด แต่มันกลับเป็นวันที่นัสรินรู้สึกเหมือนกำลังเดินเข้าสู่โลกอีกใบที่เธอไม่เคยได้สัมผัสมาก่อน“ยิ้มหน่อยสิยัยโรส แขกมองกันใหญ่แล้ว” เสียงกระซิบจากด้านหลังทำให้เธอสะดุ้งเล็กน้อย เป็นเสียงของ แมนดี้ เพื่อนสนิทที่แต่งหน้าให้เธอในวันนี้ เขามากับ แพรวา และ เฌอแตม เพื่อนร่วมก๊วนร้านเสื้อผ้าที่ยืนอยู่ไม่ห่าง“ก็มันตื่นเต้นนี่คะ แขกมากันเยอะมาก โรสคิดว่าจะเป็นงานแต่งเล็ก ๆ เสียอีก”“จะเล็กได้ยังไงล่ะ ครอบครัวของคุณณัฐวุฒิว่าที่สามีของแกมีชื่อเสียงมากแขกก็ต้องมากเป็นธรรมดา” แพรวากระซิบ“ฉันไม่รู้มาก่อนเลย ฉันกับพี่วุฒิรู้จักกันไม่นานก็ต้องมาแต่งงานกันแล้ว”“เอาเถอะแก คุณณัฐวุฒิเขาก็หล่อ รวย การศึกษาดี โปรไฟล์ระดับทายาทโรงพยาบาลเอกชนเบอร์ต้น ๆ ของประเทศ แต่งไปก็สบายไปทั้งชาติ” เฌอแตมถามเสียงเบาสบายไปทั้งชาติ คำพูดนั้นเสียดแทงใจนัสรินอย่างบอกไม่ถูก เธอไม่ได้แต่งงาน
Leer más
ตอนที่ 2 สินค้าราคาแพง
สองเดือนก่อนหน้าความเงียบหรูหราและกว้างขวางของห้องทำงานในของโรงพยาบาลเอกชน แต่กลับทำให้ชายวัยห้าสิบเศษอย่าง ทรงพล รู้สึกอึดอัด เขานั่งกุมมือตัวเองแน่นจนเหงื่อซึมตามง่ามนิ้ว สายตามองจ้องไปที่ชายหนุ่มรุ่นลูกที่นั่งอยู่หลังโต๊ะทำงานตัวใหญ่ ณัฐวุฒิกำลังอ่านเอกสารสัญญาจ้างนิ่ง ๆ โดยไม่พูดอะไรออกมาแม้แต่คำเดียว“คุณณัฐวุฒิครับ เรื่องที่ทางบริษัทเราไม่สามารถส่งมอบงานได้ทันตามกำหนด ผมต้องกราบขออภัยจริง ๆ ครับ บริษัทเรามีปัญหานิดหน่อย ผมพยายามทุกวิถีทางที่จะให้งานเสร็จตามกำหนด” ทรงพลเอ่ยทำลายความเงียบด้วยน้ำเสียงสั่นณัฐวุฒิละสายตาจากเอกสาร เงยหน้าขึ้นมองชายสูงวัยด้วยแววตาราบเรียบ“สามล้านบาทครับคุณทรงพล นั่นคือมูลค่าความเสียหายเบื้องต้นที่โรงพยาบาลเราต้องแบกรับจากการที่แล็บใหม่ไม่สามารถเปิดได้ตามกำหนด และยังมีค่าปรับตามสัญญาอีกรวมแล้วก็อย่างต่ำสิบล้าน”“ผมขอเวลาอีกนิดได้ไหมครับ”“จะให้ผมรออะไรอีกล่ะครับ คุณจ่ายเงินค่าปรับมาเดี๋ยวผมจะจัดการเอง ที่ผ่านมาผมทำงานกับบริษัทใหญ่มาตลอด แต่ครั้งนี้ผมอยากลองให้โอกาสบริษัทเล็ก ๆ บ้างแต่ผมเพิ่งรู้ว่าผมคิดผิด”“เรื่องเงินค่าปรับคุณรอหน่อยไหมครับ ตอนนี้โร
Leer más
ตอนที่ 3 หนึ่งปีที่ต้องทน
ปัจจุบันภายในร้านเสื้อผ้าที่แอร์เย็นฉ่ำ นัสรินยืนอยู่หน้าโต๊ะออกแบบ มือที่ถือกรรไกรสั่นเล็ก ๆ เมื่อนึกถึงคำพูดของพ่อในวันที่เธอกลับมาถึงไทย“โรส... พี่เขาเป็นคนดีนะลูก เขาช่วยเราไว้มากจริง ๆ พ่ออยากให้โรสดูแลเขาให้ดีที่สุดเท่าที่เมียคนหนึ่งจะทำได้นะ”คำว่าดูแลให้ดีที่สุดดังวนเวียนอยู่ในหัว แต่เธอจะดูแลเขาได้อย่างไร ในเมื่อเขาไม่เคยอนุญาตให้เธอเข้าใกล้พื้นที่ส่วนตัวของเขาเลยแม้แต่น้อย แม้แต่ในบ้านที่อาศัยอยู่ด้วยกันมาหนึ่งสัปดาห์ เธอก็รู้สึกเหมือนตัวเองเป็นเพียงแขกที่มาพักอาศัยชั่วคราว มากกว่าจะเป็นภรรยาของเขาอย่างที่ทุกคนเข้าใจ“เฮ้อ...” เธอถอนหายใจออกมาหนัก ๆ“เป็นอะไรไปจ๊ะยัยโรส ถอนหายใจซะร้านแทบจะปลิว มีเรื่องอะไรไม่สบายใจหรือเปล่า หรือว่าสามีทำการบ้านหนักเกินไปจนเพลีย” แมนดี้เดินเข้ามาตบไหล่เบา ๆ“เปล่าค่ะพี่แมนดี้ โรสแค่คิดเรื่องงานออกแบบชุดใหม่น่ะค่ะ กลัวจะทำออกมาไม่ถูกใจลูกค้า”“ระดับแกแล้ว ไม่มีคำว่าไม่ถูกใจหรอก ขนาดชุดเจ้าสาวแกลูกค้ายังชมกันทั้งเมืองว่าสวยอย่างกับเจ้าหญิง” เฌอแตมเดินมาสมทบอีกคน‘เจ้าหญิง’ นัสรินทวนคำในใจ เจ้าหญิงในนิทานมักจะได้ครองรักกับเจ้าชายอย่างมีความสุข
Leer más
ตอนที่ 4 เราสามคน
กระเป๋าเดินทางใบใหญ่ถูกลำเลียงขึ้นสู่รถหรูเพื่อมุ่งหน้าสู่สนามบินสุวรรณภูมิ คุณย่าวิไลที่กลับมาอยู่ที่บ้านหลังจากที่ไปอยู่กับลูกสาวมาหนึ่งสัปดาห์ ท่านมายืนส่งคู่บ่าวสาวเพื่อไปฮันนีมูนที่ประเทศนอร์เวย์ ภาพที่ปรากฏแก่สายตาของผู้สูงวัยคือสามีที่แสนดีโอบไหล่ภรรยาสาวอย่างทะนุถนอม ณัฐวุฒิสวมบทบาทสามีได้อย่างไม่มีที่ติแต่สำหรับนัสริน สัมผัสจากฝ่ามือของเขาที่โอบไหล่เธอนั้นมันเย็นเฉียบยิ่งกว่าน้ำแข็ง เธอต้องซ่อนแววตาที่บอบช้ำไว้ภายใต้แว่นกันแดดราคาแพง และปั้นหน้ายิ้มจนเมื่อยขากรรไกร เพราะลึก ๆ แล้วเธอรู้ดีว่าทริปฮันนีมูนครั้งนี้ไม่ใช่การเริ่มต้นชีวิตคู่ แต่มันคือการเริ่มต้นของละครฉากใหญ่ที่เธอถูกบังคับให้ร่วมแสดง โดยมีผู้ร่วมทางอีกคนที่ไปรอที่สนามบินแล้ว.....เมื่อเครื่องลงจอดที่สนามบินออสโล ประเทศนอร์เวย์ ลมหนาวปะทะเข้าที่ใบหน้าทันทีที่ก้าวออกจากตัวอาคารสนามบิน นัสรินกระชับเสื้อโค้ตตัวหนาเข้าหาตัว ความหนาวที่เกิดขึ้นไม่ได้มาจากสภาพอากาศเพียงอย่างเดียว แต่มาจากบรรยากาศเราสามคนที่เริ่มชัดเจนขึ้นทันทีที่พ้นสายตาผู้คนในประเทศไทย“วิชย์ เหนื่อยไหมครับ เดี๋ยวผมจัดการเรื่องรถเช่าเอง คุณไปนั่งพักกั
Leer más
ตอนที่ 5 ไออุ่นในคืนเหน็บหนาว
นัสรินยังคงนั่งดื่มอย่างต่อเนื่องเพราะหวังให้ความเมาช่วยลบความเจ็บปวดออกจากไปจากใจ“เหล้าแรง ๆ มันไม่เหมาะกับคนสวย ๆ ที่ต้องมานั่งร้องไห้คนเดียวหรอกนะครับ”เสียงทุ้มต่ำและนิ่งลึกดังขึ้นข้างกาย นัสรินสะดุ้งเล็กน้อยก่อนจะปัดน้ำตาออกจากแก้ม เธอหันไปมองชายหนุ่มที่เพิ่งก้าวเข้ามานั่งข้าง ๆ เธอจำได้ว่าไม่เคยรู้จักกันมาก่อน“แล้วต้องเหมาะกับคนแบบไหนล่ะคะ”“ไม่รู้สิ ผมรู้แค่ไม่เหมาะกับคุณ มาเที่ยวเหรอครับ”“ใช่ค่ะ”“การมาที่นี่ส่วนใหญ่เขาจะออกดูแสงเหนือกันนะครับ แต่คุณกลับมานั่งดื่มคนเดียวแบบนี้ ถ้าผมเดาคงอกหักใช่ไหมล่ะ”“ไม่เชิงหรอกค่ะ ฉันแค่มาดื่มคลายหนาวค่ะ” เธอตอบเสียงอู้อี้ด้วยภาษาอังกฤษและพยายามจะวางตัวให้ปกติที่สุด“คลายหนาวหรือคลายทุกข์กันแน่ ผมชื่ออัคคีครับ ผมเห็นคุณนั่งดื่มคนเดียวมาสักพักแล้ว เลยอยากมาทำความรู้จักในฐานะคนไทยเหมือนกัน” เขาตอบมาด้วยภาษาเดียวกัน“คุณรู้เหรอคะ” หญิงสาวถามกลับด้วยภาษาไทย ใบหน้าของเธอตื่นเต้นนิดหน่อยที่ได้เจอคนไทยด้วยกัน“บังเอิญเมื่อกี้เดินผ่านแล้วได้ยินคุณบ่นเป็นภาษาไทยนะครับ”“อ๋อ....”“จะไม่แนะนำตัวเองหน่อยเหรอครับ”“ฉันชื่อโรสค่ะ”“ยินดีที่ได้รู้จักน
Leer más
ตอนที่ 6 คนในความลับ
เครื่องบินแตะรันเวย์สนามบินสุวรรณภูมิ พร้อมกับการสิ้นสุดของทริปฮันนีมูนที่นอร์เวย์ สำหรับคนภายนอกที่เฝ้ามองผ่านโซเชียลมีเดีย นัสรินคือผู้หญิงที่น่าอิจฉาที่สุด แต่สำหรับตัวเธอเอง ความทรงจำที่เด่นชัดที่สุดในทริปนั้นไม่ใช่แสงเหนือที่เฝ้ารอแต่กลับเป็นสัมผัสที่เร่าร้อนจากชายแปลกหน้าที่ชื่อ อัคคีธนบัตร 30,000 โครน ถูกซ่อนไว้ในส่วนลึกที่สุดของกระเป๋าเดินทางเปรียบเสมือนหลักฐานแห่งตราบาปและความสุขที่เธอไม่อาจบอกใครได้เมื่อกลับมาถึงบ้านหลังใหญ่ชีวิตของนัสรินก็กลับเข้าสู่ภาวะปกติ เธอต้องสวมหน้ากากภรรยาที่แสนดีของณัฐวุฒิ ภายในบ้านหลังใหญ่ที่มี คุณย่าวิไล เป็นประมุขคอยจ้องมองทุกฝีก้าว คุณย่าคาดหวังว่าหลานสะใภ้จะเข้ามาทำให้หลานชายมีครอบครัวที่อบอบอุ่นทำและสมบูรณ์เมื่อมีทายาทตัวน้อย โดยที่ไม่รู้เลยว่าหลานชายของท่านไม่เคยเหลียวแลภรรยาแม้แต่ปลายก้อย“กลับมาแล้วเหรอหนูโรส เป็นยังไงบ้าง ย่าเห็นตาณัฐลงรูปในเฟซบุ๊กดูท่าทางจะมีความสุขกันดีนะ” คุณย่าเอ่ยทักขณะที่นัสรินเดินเข้าไปกราบสวัสดีที่ห้องโถง“ค่ะคุณย่า อากาศที่นอร์เวย์ดีมากแสงเหนือก็สวยค่ะ พี่ณัฐดูแลโรสดีมาก” เธอจำต้องโกหกคำโต ทั้งที่ความจริงสามีขอ
Leer más
ตอนที่ 7 ครอบครัวเดียวกัน
บรรยากาศภายในห้องอาหารของบ้านหลังใหญ่เต็มไปด้วยความอบอุ่น แต่สำหรับนัสรินเธอกลับรู้สึกอึดอัดและอยากจะหนีหายไปจากตรงนี้ เธออยากย้อนเวลากลับยังวันที่เธอเจอกับอัคคีครั้งแรก เธออยากให้เขากับเธอเป็นเพียงแค่คนแปลกหน้าต่อกันเท่านั้นกลิ่นหอมของอาหารไทยตำรับชาววังที่วางเรียงรายอยู่บนโต๊ะไม่ได้ช่วยให้เธอเจริญอาหารเลยแม้แต่น้อย เพราะสายตาคมกริบของชายที่นั่งอยู่ฝั่งตรงข้ามที่จ้องมองมาเป็นระยะ ราวกับจะเตือนย้ำถึงความลับที่แผดเผาใจเธออยู่“ตาไฟ กินเยอะ ๆ สิลูก ไปอยู่ต่างประเทศคงไม่ได้กินอาหารรสมือคนไทยแบบนี้บ่อย ๆ ใช่ไหม” คุณย่าวิไลเอ่ยขึ้นพลางตักแกงเขียวหวานลูกชิ้นปลากรายของโปรดให้ลูกชายคนเล็ก“ครับคุณแม่ รสชาติที่นี่ดีที่สุดแล้วครับ แต่บางทีรสชาติแปลกใหม่ที่ต่างแดน มันก็น่าประทับใจจนลืมไม่ลงเหมือนกันนะครับ” อัคคีตอบพลางส่งยิ้มให้มารดา ก่อนจะปรายตามาทางหลานสะใภ้นัสรินแทบจะสำลักน้ำที่กำลังเธอรู้ดีว่ารสชาติแปลกใหม่ที่เขาพูดถึงหมายความว่าอย่างไร หญิงสาวรีบก้มหน้ามองจานข้าวของตัวเอง หัวใจเต้นแรงจนแทบจะทะลุออกมานอกอก“จริงสิไฟ แม่เห็นกระเป๋าเดินทางของลูกมีมาแค่ใบเดียวเอง ข้าวของเครื่องใช้ขาดเหลืออะไร
Leer más
ตอนที่ 8 วัดตัว วัดใจ
สองวันต่อมา 17.00 น.บรรยากาศภายในร้านของนัสรินและเพื่อนเพิ่งหายจากความวุ่นวายหลังจากที่ลูกค้าคนสุดท้ายเพิ่งก้าวออกจากร้านไป แมนดี้ แพรวา และเฌอแตม กำลังช่วยกันจัดระเบียบหุ่นโชว์และเก็บม้วนผ้าเตรียมตัวจะปิดร้านตามปกติ“เหนื่อยกันหน่อยนะจ๊ะเด็ก ๆ วันนี้ลูกค้าเยอะเป็นพิเศษเลย” แมนดี้เอ่ยพลางยืดเส้นยืดสายแล้วเปิดตู้เย็นหยิบน้ำออกมาดื่ม“เหนื่อยแต่ก็คุ้มนะคะพี่แมนดี้ วันนี้เราได้ลูกค้าใหม่เยอะ ๆเลยค่ะ” เฌอแตมพูดพลางหยิบน้ำในตู้ส่งน้ำให้กับแพรวาและนัสริน“เดี๋ยวจัดการพวกนี้เสร็จก็กลับกันเลยนะ แกจะให้ฉันไปส่งที่บ้านไหมโรส” แพรว่าหันมาถามเพราะเมื่อเช้าสามีของขับรถมาส่งที่ร้าน“พวกแกกลับเถอะ ฉันว่าจะอยู่ต่ออีกนิดพอดีว่าอาของพี่ณัฐบอกว่าจะแวะมาตัดสูท” นัสรินพยายามควบคุมน้ำเสียงราบเรียบเพราะกลัวว่าเพื่อนจะสังเกตได้ว่าเธอตื่นเต้นที่จะได้เจอกับเขา“ให้พวกฉันอยู่ช่วยไหมล่ะ” เฌอแตมถามแต่นัสรินยังไม่ทันตอบ เสียงกระดิ่งหน้าร้านก็ดังขึ้นพร้อมกับการปรากฏตัวของชายหนุ่มหน้าตาดี เขาอยู่ในเสื้อเชิ้ตสีขาวพับแขนขึ้นถึงศอกและกางเกงสแล็คสีดำที่มาพร้อมหุ่นราวกับนายแบบ เขายิ้มอย่างเป็นมิตร“สวัสดี ผมมาช้าไปหรือ
Leer más
ตอนที่ 9 ไร้ตัวตน
ภายในห้องนอนกว้างที่ถูกตกแต่งอย่างหรูหรา แต่สำหรับนัสรินห้องนี้กลับดูอ้างว้างและหนาวเหน็บเกินกว่าใครจะนึกถึง เมื่อสามีของเธอมีแต่ความเย็นชานัสรินนั่งเล่นมือถืออยู่บนเตียง มันแบบนี้ทุกคืนที่เธอมีเพียงโทรศัพท์มือถือเป็นเพื่อนเสียงประตูห้องเปิดออกเบา ๆ ทำให้เธอสะดุ้งเล็กน้อย ณัฐวุฒิก้าวเข้ามาในห้องด้วยสภาพอิดโรยจากการทำงานหรืออาจจะจากการไปใช้เวลากับคนของเขามาเขาวางกระเป๋าทำงานลงบนโต๊ะก่อนจะหันมามองนัสรินด้วยสายตาที่ว่างเปล่า ราวกับเธอนั้นเป็นเพียงเฟอร์นิเจอร์ชิ้นหนึ่งในห้องที่เขาจำต้องวางไว้ให้ถูกที่“ยังไม่นอนอีกเหรอโรส” เขาถามตามมารยาท เสียงนั้นไร้ซึ่งความใส่ใจ“ยังค่ะ พี่ณัฐเหนื่อยไหมคะ”“นิดหน่อยพี่ขอไปอาบน้ำก่อนนะ โรสอย่าเพิ่งรีบนอนล่ะ พี่มีเรื่องจะคุยด้วย”“ค่ะ”ไม่นานนักณัฐวุฒิก็ออกมาจากห้องแต่งด้วยชุดนอนสีเทาอ่อน เขานั่งลงที่โซฟาปลายเตียงก่อนจะเริ่มพูด“หยุดยาวสามวันที่จะถึงนี้ คุณย่าบอกว่าจะพาแม่บ้านและคนขับรถไปทำบุญใหญ่ที่ต่างจังหวัด คงจะค้างคืนกันที่โน่น กลับมาอีกทีก็เย็นวันจันทร์”“ค่ะ โรสทราบแล้วค่ะคุณย่าเพิ่งบอกเมื่อเย็น คุณย่ายังถามโรสเลยว่าจะไปกับท่านไหม”“แล้วโรสตอบท่
Leer más
ตอนที่ 10 ช่วยอยู่ห่าง ๆ
เช้าวันต่อมาบรรยากาศบนโต๊ะอาหารดำเนินไปตามปกติ คุณย่าวิไลนั่งยิ้มแย้มเตรียมแผนการเดินทางไปทำบุญใหญ่ที่ต่างจังหวัดเธอหวังว่าหลานชายและหลานสะใภ้จะได้อยู่กันตามลำพัง“ตกลงตาณัฐกับหนูโรสจะไม่ไปทำบุญกับย่าจริง ๆ ใช่ไหมลูก” คุณย่าวิไลเอ่ยถามพลางมองหน้าหลานชายและหลานสะใภ้“ครับคุณย่า พอดีผมมีที่ต้องรีบเคลียร์ให้จบช่วงวันหยุดนี้ ส่วนโรสเขาก็คงอยากพักผ่อนอยู่บ้านน่ะครับ” ณัฐวุฒิตอบอย่างเป็นธรรมชาติ มือหนาเอื้อมไปวางทับหลังมือของนัสรินเพื่อแสดงความรักให้คุณย่าเห็น“แต่ก็ดีเหมือนกันนะ ช่วงที่ไม่มีคนอยู่บ้าน ทั้งสองคนจะได้มีเวลาส่วนตัวอยู่ด้วยกัน หลานก็อย่ารับเคสผ่าตัดเลยนะ แค่งานบริหารก็เหนื่อยแล้ว มีเวลาให้เมียบ้าง”“ครับคุณย่า”“เอาไว้ครั้งหน้าเราค่อยไปทำบุญด้วยกันนะ”“คุณย่าบอกล่วงหน้านะครับ ผมจะได้เคลียร์งาน ผมเองก็อยากพาโรสไปทำบุญบ้างเหมือนกัน”“เราสองคนยังมีโอกาสทำบุญด้วยกันอีกเยอะ แต่งงานกันมาเดือนกว่าแล้ว ย่าก็อยากให้มีข่าวดีไว ๆ บ้านเราจะได้ไม่เงียบเหงา” คุณย่าวิไลยิ้มอย่างมีความสุขนัสรินทำได้เพียงยิ้มรับ ความร้อนผ่าวจากมือของณัฐวุฒิไม่ได้ทำให้เธอรู้สึกอบอุ่น แต่มันทำให้เธอรู้สึกคลื่นไ
Leer más
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status