Se connecterเมื่อบอสหนุ่มสุดหล่อแอบรักเลขาฯ หน้าห้องของตัวเอง เขาจึงต้องทำทุกอย่างเพื่อให้ได้เธอมาครอบครอง “ว่าไงครับ ชอบตอนไหนที่สุด” สาวน้อยหลบตาอย่างเอียงอาย ก่อนจะอ้อมแอ้มตอบออกไปเสียงแผ่วเบา “ตอน... บอส... เลียค่ะ” เขาครางกระเส่าอย่างถูกใจคำตอบ แต่ก็ยังคงเดินหน้าแกล้งหล่อนอีก “เลียตรงไหน” “บอส... อย่าแกล้งถามข้าวแบบนี้สิคะ” “ผมไม่ได้แกล้ง... อยากรู้จริงๆ ว่าชอบตอนผมเลียตรงไหน” “บอสน่ะ” “ถ้าไม่ตอบ ผมจะเลียทั้งตัวเลยนะ”
Voir plusBaru tiga minggu bekerja sebagai seorang pelayan, Binar malah memergoki tuannya sedang menuntaskan hasratnya seorang diri.
Hari itu, Binar yang biasanya hanya mengurusi lantai bawah, mendadak terpaksa mengantarkan sarapan ke kamar majikannya yang berada di lantai dua. Hal tersebut terjadi karena pelayan lainnya sedang sangat sibuk.
Biasanya, sarapan akan disiapkan di meja makan. Nyonya Celia akan duduk dengan wajah malas, sementara Tuan Bhaga sibuk membaca tablet dengan dahi mengernyit.
Tetapi, sudah dua malam ini nyonya rumah tidak pulang.
“Duh, Tuan marah enggak ya kalau aku yang antar?” Binar bergumam sendiri, terlebih saat matanya sudah bisa melihat pintu kamar utama yang terbuka sedikit.
Dia membasahi tenggorokan dengan susah payah dan menghela napas. “Ayo, Binar. Kamu bisa.”
Namun, langkah Binar yang tadinya mantap, perlahan memelan ketika mendengar suara rintihan dari dalam kamar. Dia mengernyit. “Apa tuan sakit ya?”
Dia meletakkan nampan di meja terdekat dan kembali berjalan cepat. Tangannya membuka pintu dengan terburu-buru. “Tuan, ada apa—”
Seketika, napas Binar tertahan, matanya melotot, dan tubuhnya membeku saat melihat pemandangan di dalam kamar.
Di atas tempat tidur, Baju Bhaga tersingkap ke atas, memperlihatkan otot perut yang terbentuk indah. Celananya melorot sampai paha dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam.
Tangannya bergerak naik turun di antara kedua pahanya, dan dia melenguh penuh kenikmatan.
Melihat bibir pria itu terbuka dan mendesahkan uap panas, Binar tanpa sadar menggigit bibirnya sendiri. Tanpa berkedip, Binar memperhatikan tangan tuannya yang sedang memuaskan dirinya sendiri!
“T-Tuan…”
Saat suara terkesiap Binar terdengar, Bhaga menoleh dengan cepat. Dia terkejut setengah mati. Menunduk sesaat sebelum menarik apa pun di dekatnya untuk menutupi tubuh.
"KELUAR!" suara Bhaga meninggi, penuh malu dan amarah.
Sontak, Binar berbalik, tubuhnya gemetar. Tapi ada yang mengusik dadanya, mata yang sedang marah itu kelihatan kesepian.
Lupa akan sarapan yang belum diantar, Binar berlari turun. Dadanya saat ini berdebar cepat dan pikirannya berisik.
Apa itu barusan?! Kenapa tuan sampai melakukan hal seperti itu? Kenapa tidak menunggu nyonya pulang?
Sampai di lantai bawah, Binar cepat berjalan menuju dapur. Memikirkan apa yang dia lihat tadi, mendadak dia kembali menggigit bibir dan menyandarkan tubuhnya pada dinding di samping lemari es.
“Aku bakal dipecat enggak ya?” Binar mengerjap. “Kalau dipecat, aku tinggal di mana?”
Pikiran Binar kembali pada masa kecilnya. Dia ditinggalkan oleh orang tua yang bercerai pada usia sepuluh tahun. Ayahnya pergi meninggalkan hutang, sedangkan ibunya yang tak tahan harus banting tulang akhirnya menikah lagi dengan pejabat desa dan melupakannya.
Sejak saat itu, Binar tinggal bersama neneknya. Dia sibuk sekolah dan berjualan kue basah yang akan dititipkan ke warung saat berangkat sekolah dan diambil saat pulang. Lalu saat lulus SMA, neneknya sakit keras, akhirnya berpulang di usia Binar yang ke dua puluh tahun.
Selama bertahun-tahun, dengan usaha jualan kue basah, Binar hanya mampu membayar bunga dari hutang ayahnya, dan tak bisa berkutik saat rumahnya disita penagih hutang. Hingga salah satu tetangga jauhnya, mengajak untuk ikut bekerja di rumah ini.
Tapi, baru tiga minggu bekerja, Binar justru membuat majikannya marah dengan menyaksikan adegan pribadinya.
Bayangan ekspresi tuannya tadi masih terbayang dan membuatnya gelisah.
"Binar! Kamu melamun lagi? Ini sarapan Tuan Bhaga, kenapa belum diantar?!" Maryam, kepala pelayan, menghampiri Binar dengan tatapan tajam.
“Ma-maaf, Bu. Saya lupa.” Dia membasahi tenggorokan dengan susah payah.
Tangannya yang memegang nampan berkeringat. Mengantar sarapan berarti harus bertatap muka dengan Tuan Bhaga lagi. Aduh, bagaimana ini, pikirnya.
"Lupa? Dasar anak baru. Cepat bawa ke kamarnya! Tuan sudah menunggu!" hardik Maryam.
Binar melirik ke arah ruang makan. Perutnya tiba-tiba mules. Dia tidak bisa. Tidak sekarang.
"Bu, em ... boleh... boleh saya minta tolong?" pintanya, suara bergetar takut. "Saya janji akan melakukan tugas apa pun. Saya... saya mules." Itu bohong, dan dari raut wajah Maryam, Binar tahu wanita itu tak percaya sepenuhnya.
Maryam mendengus, kesal tapi juga iba melihat wajah pucat Binar. “Dasar. Baiklah. Tapi sebagai gantinya, kau urus Ardan.”
Mendengar nama Ardan, beban di pundak Binar terasa sedikit lebih ringan.
Ardan. Anak Tuan Bhaga dan Nyonya Celia. Di rumah seluas dan semegah ini, bocah lima tahun itu adalah satu-satunya penghuni yang tidak membuatnya merasa terancam. Justru, dialah yang membuatnya betah.
Sayangnya anak itu justru yang paling kesepian. Binar pertama kali bertemu Ardan di taman belakang. Saat itu Ardan sedang main sendiri.
“Kenapa main sendiri, Tuan Muda?”
Ardan tak menoleh, tetap melanjutkan bermain, dan menjawab dengan malas. “Tidak ada yang mau main denganku.”
Binar tersenyum. “Kalau begitu saya temani ya?” tawarnya.
Ardan menoleh. “Benar?”
“Iya. Kapanpun Tuan Muda mau main, panggil saya saja. Oke?”
Suasana hati Binar sudah lebih baik setelah menghabiskan banyak waktu bersama Ardan. Ternyata, di balik sikap pendiam, Ardan adalah anak yang cerdas dan haus perhatian. Kemarin mereka melakukan banyak hal, mulai dari menggambar, main tebak-tebakan, dan bermain puzzle.
Untuk pertama kalinya, Binar mendengar suara tawa Ardan yang begitu hangat.
Keesokan harinya, sejak bangun tidur tadi, Ardan sudah mencari Binar. Kini mereka sedang di taman samping rumah.
“Ayo, Tuan Muda. Suap lagi, biar makin kuat,” bujuk Binar sambil menyuapi makan Ardan.
Ardan membuka lebar mulut, tapi matanya tidak lepas dari mainan barunya. Sebuah bola kristal berisi salju yang bisa berputar dan menyala dengan boneka kecil menari di dalamnya. Di sekelilingnya mainan lain berserakan, tapi Ardan tak peduli.
"Nanti saljunya turun banyak ya, Kak Bin? Seperti di TV," celetuk Ardan dengan mulut penuh.
"Bisa saja, asalkan Tuan Muda habiskan makannya dulu," jawab Binar sambil tersenyum.
Ardan mengangguk antusias dan mengunyah dengan lahap. Saat akan menyuap suapan terakhir, tangannya yang memegang bola kristal terlepas. Bola itu lepas dari tangannya, memantul di karpet tebal, dan menggelinding dengan cepat lalu melewati ruang keluarga.
"Yah!" seru Ardan, wajahnya berubah cemas.
"Jangan khawatir, Kakak ambilkan," tenang Binar. Dia meletakkan piring dan beranjak dari sana.
Dia mengikuti lintasan bola kristal itu yang ternyata berhenti persis di depan pintu ruang kerja Tuan Bhaga yang sedikit terbuka. Saat dia membungkuk untuk mengambilnya, suara itu tiba-tiba mengoyak kesunyian rumah yang biasanya hening.
Suara itu bukan desahan Tuan Bhaga seperti pagi itu, bukan juga teriakan Ardan yang ceria. Suara itu adalah perempuan yang dipenuhi amarah.
“BRENGSEK KAMU, BHAGA!”
Prang!
Diikuti suara barang-barang yang dilemparkan dan pecah.
ตอนที่ 20. ตอนอวสานภูมิหอบหายใจระรัว ก่อนจะค่อยๆ ชักท่อนชายออกจากปากของหล่อน จากนั้นก็ล้มตัวลงมานอนเคียงข้าง กอดหล่อนเอาไว้แนบอก“น้ำเสียวผมอร่อยไหมข้าว”หล่อนอมยิ้มหน้าแดงระเรื่อ แต่ก็ผงกศีรษะตอบรับออกไป“ผมดีใจนะที่คุณชอบ...”เขาอมยิ้ม และเริ่มลูบไล้เนื้อสาวอีกครั้ง“ผมจะให้คุณกินมันทุกคืนดีไหม”หล่อนยิ้มเอียงอาย แต่ก็ยอมตอบออกไป“ค่ะ ข้าวจะดื่มกินน้ำเสียวของคุณทุกคืน”“โอ้... ทูนหัว... คุณร้อนแรงเป็นบ้าเลย”แล้วภูมิก็เหมือนทนไม่ไหว เขาพลิกกายขึ้นทาบทับ และก็ก้มลงดูดหัวนมของหล่อน ขบด้วยฟันแรงๆ จนหล่อนครางเสียว“อ๊า... อา... ภูมิ... ไหนว่าจะพาไปพบใครไงคะ... อ๊า... ซี๊ดดด...”“ขออีกรอบ... แล้วผมจะพาคุณไป... โอ้วววว เมียจ๋า... ผัวหิวเมียอีกแล้ว... อืมมม โอ้วววว...”ภูมิสำรวจตรวจตรากายสาวอย่างละเอียดลออ ด้วยปาก ฝ่ามือ และเรียวลิ้นอ่อนนุ่มความรู้สึกแสนมหัศจรรย์ก่อเกิดในหัวใจมากมายจนตอนนี้ครอบงำไปทั้งจิตวิญญาณ หล่อนเด้งเร่าๆ หยัดยกความเป็นหญิงให้ดุ้นชายเสียบแทงด้วยความกระตือรือร้น ปากก็วิงวอนให้เขาเคลื่อนไหวดุดัน“อ๊า... ซี๊ดดด อา... ภูมิขา... ผัวขา... เอาแรงๆ อ๊า... กระเด้าหอยเมียแรงๆ
ตอนที่ 19.วันนี้ภูมิพาหล่อนกลับไปหามารดา ซึ่งหล่อนเพิ่งรู้เดี๋ยวนี้เองว่า ตั้งแต่วันนั้นที่แม่ทำสัญญายกหล่อนให้กลับภูมิ ชายหนุ่มก็ส่งคนมาพาแม่ไปรักษาอาการเสพติดสุราที่โรงพยาบาล และก็หางานอดิเรกให้มารดาทำ เพื่อแก้ปัญหาการเข้าบ่อน ซึ่งตอนนี้มารดาก็มีสภาพที่ดีขึ้นจนผิดหูผิดตาแม่ไม่ได้เป็นผีพนันอีกต่อไปแล้ว และภูมิก็ยังให้สัญญากับหล่อนอีกว่า หากเขากับหล่อนแต่งงานกัน เขาจะอนุญาตให้หล่อนพาแม่เข้ามาอยู่ด้วยกันภูมิใจดีกับหล่อนเหมือนเดิม...น้ำตาของหล่อนไหลรินออกมาอาบแก้ม มันเป็นน้ำตาแห่งความตื้นตันใจ“ยืนคิดอะไรอยู่ หื้อ...?”เขาสวมกอดหล่อนเข้ามาจากทางด้านหลัง ก่อนจะจับหล่อนให้หมุนตัวไปเผชิญหน้า“คิดถึงสิ่งดีๆ ที่คุณทำให้กับข้าวน่ะค่ะ”หล่อนยิ้มหวานให้กับเขา ก่อนจะเขย่งปลายเท้าขึ้นจูบปากหยักสวยภูมิยิ้มเจ้าเล่ห์ ก่อนจะสอดมือใต้ท้ายทอย และก็เป็นฝ่ายจูบหล่อนเสียเองเขาจูบหล่อนเนิ่นนาน จูบราวกับจะสูบทั้งจิตวิญญาณไปจากหล่อน“ทูนหัว... ยังมีสิ่งดีๆ อีกมากมายที่ผมรอจะทำให้คุณ...”“ภูมิ... ทำไมแสนดีกับข้าวนักละคะ” หล่อนมองอย่างซาบซึ้งในน้ำใจ“ยังจะมีหน้ามาถามอีกหรือ...”เขาเอานิ้วมาแตะปลายจมูกของ
ตอนที่ 18.ชายหนุ่มจ้องมองลึกเข้ามาในดวงตาของหล่อน และก่อนที่เขาจะพูดอะไรออกมา จูบร้อนแรงก็เกิดขึ้นเสียก่อน ภูมิหยอกเย้าบดคลึงกลีบปากนุ่มด้วยความหิวกระหาย สิ้นสากบุกรุกเข้ามาภายในที่เต็มไปด้วยหยาดน้ำหวาน ดูดกลืนรัดรึงด้วยแรงเสน่หาจูบจนพอใจจึงคลายออก และก็กระซิบเสียงแปร่งพร่า“แล้วที่ผมทำอยู่นี่... มันไม่ใช่ความรักหรอกหรือ ขวัญข้าว...”“บอส...”“คุณไม่เคยสงสัยเลยหรือว่าทำไมผมไม่มีใครเลย ทั้งๆ ที่ผมก็หน้าตาดี”เขาไม่ใช่แค่หน้าตาดี แต่เขาหล่อมากต่างหาก...“ก็... บอสบอกว่ามีคนที่รักอยู่แล้ว...” หล่อนตอบเสียงแผ่วเบาเขาผงกศีรษะตอบรับ ในขณะที่มือใหญ่ซุกซนไปทั่ว ทั้งกายสาว โดยเฉพาะที่หน้าอกถูกบีบถูกขยำหนักหน่วงจนหล่อนเผลอครวญครางลายครั้ง“แล้วไม่คิดบ้างหรือว่าคนๆ นั้นอาจจะเป็นตัวเอง”ดวงตากลมโตเบิกกว้าง ก่อนจะส่ายหน้าไปมา เสียวก็เสียว แต่สงสัยก็สงสัย“ไม่... เคยคิดเลยค่ะ”นี่ภูมิกำลังหมายความว่ายังไงกันนะ เขากำลังจะเฉลยใช่ไหมว่าคนที่เขารักคือใคร“คุณฉลาดเรื่องงานนะ แต่เรื่องความรัก ทำไมไม่เห็นฉลาดเลยล่ะ”“ข้าว...”“ผมรักคุณ ขวัญข้าว...”ในที่สุดเขาก็ตอบออกมา และมันก็ทำให้หล่อนถึงกับช็อกไม่
ตอนที่ 17.เขาหัวเราะข้างใบหู และก็ดันหล่อนให้แผ่นหลังชนกับกำแพงห้อง“ผมชอบเวลาคุณครางเสียว ข้าว... อืมมม คุณแฉะจังเลย... รอผมใช่ไหม”“อ๊า... ซี๊ดดด บอส... อ๊า... บอสขา...” หล่อนถูกล้วงลึกเข้าไปในกางเกงชั้นใน และนิ้วยาวก็ชอนไชเข้ามาทักทายกลีบเนื้ออ่อน“ภูมิ... ครางชื่อผม เวลาผมเอาคุณ... ข้าว... อืมมม หอยคุณตอดนิ้วผมแรงจังเลย...”เขาครางกระเส่า จงใจเอาท่อนชายที่กำลังโตวันโตคืนกระแทกเข้าหาเป็นจังหวะกายสาวร้อนวูบวาบ เนื้อตัวอ่อนระทวย และก็ไม่มีเรี่ยวแรงพอ ที่จะทัดทานความหิวกระหายของภูมิได้อีก“อืมมม... ผมต้องการเอาเอ็นยัดเข้าตัวคุณเดี๋ยวนี้เลย... ข้าว... รู้ไหมว่าผมคิดถึงคุณทั้งวัน... อยากกลับมาหาใจแทบขาด...”เขาสลัดเสื้อผ้าออกจากตัวอย่างรวดเร็ว เผยความเป็นชายยิ่งใหญ่แก่สายตา“อยากทำให้คุณร้องครางเหมือนทุกคืนของเรา... อืมมม ผมรอไม่ไหวแล้ว...”“อ๊ะ... อ๊า... บอส...”เขาสอดแขนกำยำใต้ข้อพับขาของหล่อน ยกขึ้นให้หล่อนยืนด้วยขาข้างเดียว มือเล็กเกาะบ่าทรงพลังเอาไว้เพื่อพยุงตัวเอง ความเป็นหญิงถูกท่อนเอ็นร้อนและแข็งจดจ่อ“ผม... หิว... อืมมม โอ้วววว ฟิตเหลือเกิน...”ซวบบบบ“อ๊ะ... อ๊า... ซี๊ดดด บอ
ตอนที่ 16.ขวัญข้าวน้ำตาร่วง ยกมือขึ้นป้ายน้ำตาจากสองแก้ม แล้วจะเดินหนี แต่ดวงดาวตามมากระชากแขนเอาไว้“จำเอาไว้ ชั้นต่ำ ก็อยู่ส่วนชั้นต่ำ”“คุณดาวไม่มีสิทธิ์พูดกับคุณข้าวแบบนี้นะคะ” ป้าอิ่มออกโรงปกป้องขวัญข้าว“ทำไมฉันจะพูดไม่ได้ ในเมื่ออีนี่มันก็แค่เลขาฯ กระจอกๆ ที่พี่ภูมิจ้างเอาไว้ใช้งานเท่านั้น
ตอนที่ 15.ความสัมพันธ์ของหล่อนกับภูมิเดินหน้าไปในทางที่ดีอย่างรวดเร็ว คงเพราะภูมิเป็นสุภาพบุรุษ เขาทำทุกอย่างให้หล่อนรู้สึกดีเสมอ และห่วงความรู้สึกของหล่อนทุกอย่าง ไม่เว้นแม้กระทั่งการบอกคนในบ้านถึงความสัมพันธ์ที่เปลี่ยนไปของหล่อนกับเขาหล่อนมีความสุข แม้ลึกๆ แล้วจะต้องการมากกว่าการดูแลเอาใจใส่ตาม
ตอนที่ 14.“อืมมม หวานจังข้าว... น้ำหอยข้าวหวานที่สุด อืมมม แพร่บบบบ”“อ๊า... ซี๊ดดด บอสขา... ได้โปรด... เอาข้าว... เอาข้าวแรงๆ เหมือนเมื่อคืน... อา...”คนตัวโตพึมพำด้วยแรงปรารถนา เขาตั้งใจจะทำให้ขวัญข้าวแตกใส่ปากสักสามสี่รอบ แต่ตอนนี้อดกลั้นไม่ไหวแล้วความเป็นชายของเขากำลังปวดร้าวทรมาน ความต้องการ
ตอนที่ 13.“เรื่องแบบนี้เกรงใจได้หรือ ไม่สนหรอก ยังไงผมก็ต้องรับผิดชอบคุณ”อ้อมแขนกำยำของภูมิโอบรัดรอบกายสาวแน่นมากยิ่งขึ้น จนหล่อนสัมผัสได้ถึงความแข็งชันของอะไรบางอย่างที่หน้าขา และจากประสบการณ์เมื่อคืน หล่อนรู้ดีว่ามันคืออะไร“ในเมื่อผมทำให้คุณมีมลทิน ผมก็ต้องรับผิดชอบดูแลคุณ”“บอส... ไม่ต้องทำถึ