Short
さよなら、私の命を救った裏切り者

さよなら、私の命を救った裏切り者

By:  千両箱Kumpleto
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
8Mga Kabanata
7.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

会社の親睦会の最中、長谷司朗(はせ しろう)は私のヘアゴムを女秘書に貸した。私はそれを見て、迷うことなく自分の結婚指輪を外すと、同じように彼女へと差し出した。 その光景を目にした司朗は、怒りを通り越して冷笑を浮かべた。 「たかがヘアゴム一つで、そこまで目くじらを立てるのか? 俺の周りに、異性の友人が一人もいちゃいけないっていうのか? 結婚指輪まで投げ出すなんて……本当に俺と別れたいみたいだな」 私は彼を見つめ、静かな口調で答えた。「ええ、その通り。もう、あなたとはやっていけないわ」

view more

Kabanata 1

第1話

"Sayang, ini terakhir kali aku memandikanmu ...."

"Kita sudah menikah tiga tahun, tapi kita masih belum pernah bercinta ...."

"Sebelum bercerai, aku ingin memberikan malam pertamaku kepadamu ...."

Ardika Mahasura duduk di dalam bak mandi, Luna Basagita yang bertubuh seksi sedang duduk di belakangnya. Kedua tangannya yang putih mulus itu sedang menggosok tubuh Ardika.

Ketika air membasahi tubuh mereka, aroma yang harum pun memenuhi udara.

Luna mengoleskan sabun mandi ke tubuh yang kekar itu, ketika kedua tangannya melewati otot perut Ardika, wajah Luna langsung merona.

Namun, ketika melihat wajah Ardika, rasa sedih membuat air mata Luna ikut terjatuh.

Saat ini, Ardika sedang memiringkan kepalanya. Wajah yang tampan itu terlihat bengong, air liur juga menetes dari sudut mulutnya. Dia benar-benar seorang idiot.

"Sayang, apa yang terjadi selama tiga tahun ini? Kenapa kamu menjadi seperti ini?" ucap Luna sambil terisak.

Tiga tahun lalu, Ardika tiba-tiba menghilang di malam pertama mereka.

Dalam satu malam, kabar tentang pengantin pria yang melarikan diri pun tersebar. Hal itu membuat Keluarga Basagita menjadi bahan tertawaan di seluruh Kota Banyuli.

Tuan Besar Basagita menyuruh Luna untuk bercerai, tetapi Luna bersikeras untuk menunggu Ardika. Dia percaya Ardika yang pergi tanpa pamit itu punya alasan sendiri. Luna juga percaya bahwa Ardika akan kembali.

Disertai amarah yang besar, Tuan Besar Basagita pun mengambil semua sumber daya Luna, kemudian mengusir Luna sekeluarga dari posisi inti Grup Agung Makmur.

Di suatu hari tiga bulan lalu, Ardika yang sudah menjadi idiot dibuang oleh seseorang di depan pintu rumah Luna. Pada saat itu, Ardika tidak ingat apa pun lagi dan tidak bisa berbicara. Dia hanya bisa meneteskan air liur dengan ekspresi bodoh.

Luna yang tak berdaya pun membawa Ardika ke rumah sakit. Dia terus menemani Ardika setiap hari, sambil berharap Ardika bisa sembuh.

Ketika hal itu tersebar, harga diri Keluarga Basagita makin terpuruk. Tuan Besar Basagita menggunakan segala cara untuk memaksa Luna bercerai. Hal itu membuat Luna tak berdaya.

"Ardika, aku benar-benar ... nggak sanggup lagi."

"Kami sudah diusir dari rumah milik Keluarga Basagita, sekarang hanya bisa tinggal di rumah kontrakan ...."

"Modal perusahaan juga sudah ditarik, kondisi keuangan perusahaan makin buruk ...."

"Kalau aku nggak bercerai denganmu, Kakek akan memutuskan semua pemasukan keluarga kami ...."

"Sampai saat itu, aku bahkan nggak sanggup membayar biaya pengobatanmu lagi ...."

"Tapi, sebelum bercerai, aku ingin memberikan malam pertamaku kepadamu."

Dengan wajah merona, Luna menyandarkan kepalanya di bahu Ardika. Jemarinya mengikuti otot perut Ardika, lalu perlahan turun ke bawah ....

Saat ini, ponsel Luna tiba-tiba berdering.

"Luna, di mana kamu?" Suara ibunya Luna terdengar dari ujung telepon.

"Bu, aku ... aku sedang sibuk di luar," ucap Luna yang berbohong.

"Masih berani menipuku! Aku sudah mendengar suara air! Kamu pasti sedang memandikan si idiot itu, 'kan?" teriak ibunya yang kesal dengan keras. "Anakku, kenapa kamu masih nggak mau melepaskannya? Ada begitu banyak anak orang kaya yang mengejarmu, memangnya nggak ada yang kamu suka?"

"Tony Susanto, Tuan Muda dari Keluarga Susanto. Dia adalah pewaris takhta keluarga kelas atas di Kota Banyuli. Dia juga tinggi dan tampan, kenapa kamu menolaknya?"

"Bu ... cukup," jawab Luna dengan nada tak berdaya sambil mengernyit.

"Dikasih tahu malah melawan, benar-benar kurang ajar kamu!" ucap ibunya dengan kesal. "Cepat pulang sekarang juga! Kalau aku nggak melihatmu dalam setengah jam, aku akan mematahkan kakimu. Besok ulang tahun kakekmu yang ke-70. Cepat siapkan hadiah, kalau kakekmu senang, mungkin saja kita nggak perlu hidup menderita lagi."

Setelah itu, telepon pun dimatikan.

Mata Luna tampak merah. Ulang tahun kakeknya memang hal yang membahagiakan, tapi dari mana mereka punya uang untuk membeli hadiah?

"Ardika, aku pergi dulu ...." Luna tidak bisa berlama-lama karena sudah didesak oleh ibunya, dia khawatir ibunya akan datang membuat masalah di rumah sakit.

Ketika Luna pergi, Ardika yang memiringkan kepala tiba-tiba bergetar. Kedua matanya terbelalak, napasnya makin terengah-engah dan keringat dingin terus bercucuran.

"Kenapa aku bisa di sini?"

Duar!

Detik selanjutnya, rasa sakit yang hebat menyerang kepalanya. Semua ingatan memasuki benaknya seperti air banjir.

...

"Ardika, keluarga kita memerlukan seorang keturunan langsung untuk pergi ke medan perang. Tapi, nyawa adikmu terlalu berharga, sedangkan nyawa pecundang sepertimu nggak ada artinya, jadi kamu paling cocok bertaruh nyawa di medan perang."

"Pergilah ke medan perang, mungkin saja kamu bisa bertahan hidup. Kalau kamu berani menolak, kamu dan keluarga istrimu akan terbunuh."

...

"Dewa Perang, setelah tiga tahun perang berdarah, musuh akhirnya mundur, kita menang!"

"Dewa Perang hebat! Dewa Perang hebat!"

...

"Kakakku yang baik, terima kasih sudah menggantikanku untuk menjadi prajurit di medan perang selama tiga tahun. Tapi, harusnya kamu mati di medan perang saja, kenapa harus kembali?"

"Jadinya aku harus meracunimu. Jangan salahkan aku! Kalau kamu cacat, aku baru bisa menjadi pewaris nomor satu di Keluarga Mahasura."

"Tenang saja, aku nggak akan membunuhmu. Aku malah akan mengembalikanmu ke istrimu, biar kamu bisa hidup seperti seekor anjing ... hahaha ...."

...

Awalnya, Ardika Mahasura adalah Tuan Muda Pertama dari Keluarga Mahasura yang merupakan keluarga kelas atas di Provinsi Denpapan. Delapan belas tahun yang lalu, konflik internal keluarga membuat Ardika diusir dari keluarga dan terdampar di Kota Banyuli.

Ardika bekerja keras selama bertahun-tahun di Kota Banyuli. Namun, di hari pernikahan, Keluarga Mahasura justru mendatanginya dan memaksa dia pergi ke medan perang.

Selama tiga tahun, Ardika membuat prestasi selangkah demi selangkah, lalu berhasil menjadi seorang Dewa Perang.

Sayangnya, air susu dibalas air tuba. Ketika pulang, Ardika tidak menyangka akan diracuni oleh adik sepupunya. Walaupun Ardika berhasil mempertahankan nyawanya dengan tubuh yang kuat, hal itu juga membuat kerusakan di otaknya dan membuat dia menjadi idiot.

Sampai hari ini, Ardika berhasil sadar karena rangsangan dari Luna.

Sekarang, Ardika mengepalkan kedua tangannya, kukunya sudah menusuk ke dalam daging. Luka yang menganga pun meneteskan darah merah.

"Keluarga Mahasura! Adik sepupu! Kalian hebat!"

"Sudah saatnya kita menghitung utang selama bertahun-tahun ini!"

"Sayangnya, identitas diriku sebagai Dewa Perang dirahasiakan, sehingga kalian tidak tahu. Kalau tidak, kalian pasti akan membunuhku."

Setelah beberapa saat, Ardika akhirnya menenangkan diri. Hatinya pun mulai dipenuhi oleh rasa sedih dan perasaan bersalah.

Luna Basagita.

Kalau bukan karena dirinya, Luna bahkan tidak perlu hidup menderita.

Namun, Luna tidak pernah membencinya, bahkan tidak meninggalkan Ardika.

Istri yang begitu baik membuat Ardika sangat bersyukur.

Huh ....

Setelah mengembuskan napas panjang, kesadaran Ardika mulai jernih kembali.

"Karena aku sudah pulih, istriku, kamu tidak perlu hidup menderita lagi."

"Aku bersumpah, aku pasti akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia."

Sambil berpikir, Ardika mengeluarkan sebuah ponsel dari laci, kemudian menelepon sebuah nomor rahasia yang ada di ingatannya.

"Halo."

Telepon tersambung dengan cepat, sebuah suara yang dalam terdengar dari ujung telepon.

"Draco, ini aku."

Suara Ardika bercampur dengan sedikit perasaan rindu.

Draco Sutopo, dia merupakan salah satu dari delapan jenderal besar di bawah kepemimpinan Ardika dan juga merupakan bawahan yang paling dipercayai.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

Rebyu

ノンスケ
ノンスケ
なぜそれだけ大事にしていた彼女を裏切って、若い女に手を出したのかな。邂逅?代償はとてつもなく大きかったよね…
2026-03-01 18:55:55
2
0
松坂 美枝
松坂 美枝
主人公優しすぎる(泣) 二十年も籍も入れてくれない男に尽くしてプロポーズまでしようとして… 拓海と一緒に驚いたよね 全財産はやりすぎ
2026-03-01 09:58:56
5
0
8 Kabanata
第1話
会社の親睦会の最中、長谷司朗(はせ しろう)が一眼レフを構えて、斉藤佳雪(さいとう かゆき)の写真を熱心に撮っているのが見えた。興に乗った同僚たちが「私たちも撮って!」とせがむのを、司朗は苦笑いでさらりとかわした。「悪いな。このカメラは琉叶専用なんだ。他の人の写真は撮らないことにしてる」羨望の眼差しを向ける社員たちの傍らで、佳雪は、どこか気まずそうな表情を浮かべた。無理もない。彼が口にした「琉叶」とは、私、佐藤琉叶(さとう るか)のことだったのだから。司朗は口にした瞬間に失言だったと悟ったらしい。微かに眉を寄せ、佳雪の居心地の悪さを取りなそうと言葉を継ごうとした。だが、社員たちはすでに勝手に納得し、盛り上がっていた。「佳雪さん、幸せすぎますよ。社長のカメラに収まるなんて、それだけで特別扱いです」「佳雪さんは綺麗だし、社長とは本当にお似合いです」その言葉は無数の棘となり、私の心臓の奥深くまで突き刺し、じわじわとした痛みが広がっていく。私の姿に気づいた瞬間、社員たちは一様に口を噤んだ。それぞれの顔に複雑な色が浮かび、その場の空気が一気に凍りつく。佳雪は、殊更申し訳なさそうに身を縮めて謝ってきた。「すみません、琉叶さん。社長がカメラを持っていらしたので、つい甘えて撮っていただいちゃって……どうか、怒らないでくださいね」私が答えるより先に、司朗が淡々と言い放った。「写真を数枚撮っただけだ。そう怒るようなことじゃないだろう?さあ、次の場所へ行くぞ」移動中も、佳雪はずっとはしゃぎながら写真を見せてほしいとせがんでいた。彼女は人目も憚らず司朗の腕に絡みつき、今にもその懐に溶けてしまいそうなほどの距離感で寄り添っている。司朗はカメラを操作しながら、穏やかな顔で彼女と談笑していた。その姿は、どこからどう見ても、絵に描いたような睦まじい恋人同士そのものだった。その様子を見ていた社員が、堪えきれないといった風に羨望の溜息を漏らす。「社長は冷徹だって聞いてたけど、噂なんてあてにならないわね。あんなに細やかで優しい人だったなんて。琉叶さん、本当に羨ましいわ。あんなに素敵な旦那様がいるなんて。うちの無神経な夫も、爪の垢でも煎じて飲んでほしいくらいよ。容姿も財力もあって、その上あの優しさ……もう、完璧すぎて反則よ
Magbasa pa
第2話
数秒の沈黙の後、司朗は不快そうに眉をひそめ、冷え切った声を絞り出した。「琉叶、何の真似だ。ふざけるのもいい加減にしろ。たかがヘアゴム一つで、そこまで目くじらを立てるのか?いいから指輪を戻せ。結婚指輪まで投げ出すなんて……本当に俺と別れたいみたいだな」「ええ。その通り。もう、あなたとはやっていけないわ」淡々と返したものの、急激に目頭が熱くなるのがわかった。掌に爪を深く食い込ませても、痛みを感じないほど心はすでに麻痺していた。司朗は暗い眼差しで私を射抜き、唇を固く結んでいる。彼が激昂しているのは明白だった。以前の私なら、彼の不機嫌を察して、どうにか機嫌を取ろうと必死になっただろう。けれど今の私には、もうそんな余裕はどこにも残っていない。私だって、誰かに縋って、慰めてほしいくらいなのだ。最悪な雰囲気になった今回の親睦会を、私は途中で切り上げた。後から同僚に聞いた話では、私が去った後の司朗はずっと不機嫌なままで、結局、旅の行程をすべて放り出して途中で引き揚げてしまったらしい。もちろん、佳雪も彼に付き添って。ただ、司朗は社員たちに三日間の特別休暇を言い渡し、レジャー費用もすべて会社負担にするという大盤振る舞いをしたそうだ。深夜、司朗が帰宅した。彼は私の拒絶を無視し、力任せに指輪を私の指へとねじ込んだ。思わず痛みに声を上げると、彼はようやくその手の力を抜いた。「琉叶、佳雪とは本当に何でもないんだ。ただの友達だよ。俺たちがどれほどの苦難を共にしてきたか、分かっているだろう?愛しているのは君だけだ、それだけは信じてくれ。なのに俺は、身近に異性の友人を一人置くことさえ許されないのか?」彼の瞳に、湿っぽい優しさと苦渋の色が浮かぶ。私の指先にそっと唇を落とすと、彼は力なく微笑んだ。「琉叶……なあ、もう一度、子供を作らないか」子供?もし三年前、司朗がライバル企業に拉致されなかったら。もし私が不安に駆られて飛び出したりせず、家で大人しく彼の帰りを待っていられたなら。今頃、私たちの子供は二歳になっていたはずだ。けれどその子は、産声を上げる前に、冷たい闇の中へと消えてしまった。私は視線を落とし、彼に抱かれるがまま、耳元で語られる空虚な「未来予想図」を聞き流していた。「二人産もう。男の子と女の子だ。俺たちが受け
Magbasa pa
第3話
私は悲哀に満ちた笑みを浮かべた。「ねえ。私が胃の切除手術を受けたあの日、あなた、どこで何をしていたか覚えてる?」司朗は言葉を失い、後ろめたそうに視線を逸らした。私は小さく溜息をつく。「佳雪の正社員登用を祝って、彼女の隣で花火を見ていたのよね。違うかしら?」「……誰に聞いたんだ?」「それが、今更そんなに重要なこと?」司朗は重苦しいため息を吐き出すと、もどかしそうに目を閉じた。「……率直に言え。どうすれば君の気が済むんだ?佳雪に子供を諦めさせればいいのか?」この期に及んで、彼はまだ私が単に「嫉妬して拗ねている」だけだと思っている。私は深く煙草を吸い込み、立ち昇る煙越しに淡々と言った。「財産分与の案、あなたが決める?それとも、私に決めてほしい?」――パタン、と乾いた音を立てて司朗が出て行った。結局、彼は最後まで財産の話をうやむやにしたまま、現実から逃げ出した。その時、指先に焼けるような鋭い痛みが走った。熱さに息を呑んだ瞬間、堪えていた涙が、その痛みを利用するかのように堰を切って溢れ出した。短くなった煙草の火が、指を焼いていた。吸い殻が床に落ち、火を失った灰が、私たちの関係のように虚しく四散していった。スマホのバイブ音が鳴った。佳雪からの「宣戦布告」だった。【琉叶さん、私、司朗のためにこの子を産むことに決めたよ】……なんとも健気で、ご立派な覚悟だこと。その文字を眺めているうちに、意識がふわりと遠のき、かつての自分を思い出していた。十歳の時に児童養護施設に入り、そこで司朗に出会った。二歳年上の彼は、端正な顔立ちで機転が利き、施設長のお気に入りだった。他の子供たちは施設の門を一歩も出ることを許されなかったが、司朗だけは例外で、自由な外出が認められていた。施設に来たばかりの私は、誰とも馴染めず、周囲からは疎まれていた。そんな孤独な私に唯一、救いの手を差し伸べてくれたのが司朗だった。司朗は外出するたびに、私を元気づけようと飴を買ってきてくれた。私の髪が伸びてくると、いつも丁寧にポニーテールに結んでくれたのも司朗だ。それ以来、私の髪を結ぶのは、いつだって司朗だった。ある時、他の女の子が羨ましそうに「私にも結んで」と司朗にねだることがあった。けれど司朗は、真っ直ぐに私の方を見て、こう問いかけた。
Magbasa pa
第4話
司朗は、私の学費を稼ぐために、泥にまみれて工事現場で働き、時には誰かの舎弟として危ない橋を渡ることさえ厭わなかった。あの頃の彼は傷が絶えず、ボロボロになっていく姿を見るのが辛くて、私は「もう学校なんていい。一緒に働きたい」と泣いてすがった。そんな私を、彼は初めて激しい声で怒鳴りつけ、半月もの間、口をきいてくれなかった。それ以来、私は二度とそんな弱音は吐かないと誓い、死に物狂いで勉強して、常に学年トップの成績を維持し続けた。司朗も泥水をすするような下積みから這い上がり、ついには頂点へと昇り詰めた。彼は私を大切に守ってくれた。彼なしでは生きていけないと思い込んでしまうほどに。二十年。そのあまりに長い月日のせいで、私たちが入籍もしていなければ、式さえ挙げていなかったことを、私はすっかり忘れてしまっていた。手元にあるのは、たった一つの、飾りのないシンプルな指輪だけ。そして今、その指輪はもう、何一つ繋ぎ止めることはできない。私は弁護士を雇い、財産分与合意書を作成した。司朗が起業した際、ずっと隣で支え続けてきたのは私だ。接待の席で無理に酒を煽り、胃を壊してまで契約を勝ち取ってきた。この財産は、私が命を削って手に入れた、当然の対価だ。合意書は整ったが、司朗とは連絡がつかなかった。人づてに探りを入れると、彼は佳雪を連れて旅行に出かけているという。【琉叶さん、兄貴と何かあったのか?旅行、琉叶さんを置いてったってマジかよ?一緒にいるあの女、誰なんだ?まさか愛人か?琉叶さん、一体どうしちまったんだよ。計画してたあのプロポーズ、本当にこのまま進めるのか?】田中拓海(たなか たくみ)は、かつての司朗の舎弟だ。司朗が事業を成功させた後は、彼のホテルの切り盛りを任されている。拓海は、私と司朗がここまで歩んできた道のりを一番近くで見守ってきた男だった。そしてあの逆プロポーズは、司朗の三十二歳の誕生日に私が贈るはずだった、とっておきのサプライズだった。【もういいの。全部中止にして】拓海から、困惑を隠しきれないメッセージが届く。【どうしてだよ?やっぱりあの女のせいか?琉叶さん、兄貴がどれだけ君を愛してるか、俺たちが一番よく分かってる。入籍しなかったのは、まだ経営が不安定で、君に苦労をかけたくなかったからだ。彼は君の人生
Magbasa pa
第5話
離陸した飛行機が、厚い雲を切り裂いて高度を上げていく。ふと、十三歳のあの日の記憶が蘇った。高熱にうなされ、意識が朦朧としていた司朗に向かって、私は泣きじゃくりながら何度も遺言を伝えた。けれど、あの頃の純粋な私は思いもしなかっただろう。三十歳になった自分が、司朗との来世なんて、もう一欠片も期待していないなんて。……スマホから流れる、拒絶を突きつけるような無機質な電子音。司朗は不快そうに眉を寄せ、縋るようにかけ直した。だが、何度かけても琉叶の電話がつながることはなかった。「飛行機の中よ」「終わりにしましょう」その二言は、確かに彼の耳に届いていたが、彼はそれを信じたくなかった。十歳の頃から一日たりとも離れたことのない琉叶が、自分のもとを去る。そんな光景、司朗は一度だって想像したことがなかった。彼は思わず胸を強く押さえた。心臓の奥が、えぐられるようにズキズキと疼き、喉の奥まで苦いものがせり上がってくるような、不快な圧迫感。これまで感じたことのない、忌々しい感覚だった。司朗はすぐに拓海へ電話をかけ、琉叶の搭乗便を調べるよう命じた。拓海は戸惑いを隠せない。「兄貴、琉叶さんと一体どうなってるんだよ。マジで別れるつもりなのか?」別れる?どういう意味だ。俺がいつそんなことを言った。「拓海、お前何を知ってるんだ。隠さず全部話せ」「だって、あの日、琉叶さんから兄貴の行き先を聞かれて、兄貴が旅行に行ってるって答えちまったんだよ。あの時から琉叶さん、様子が変だった。そういえば琉叶さん、兄貴の三十二歳の誕生日に逆プロポーズしようとしてたんだぞ。会場も全部用意して。なのに、急に全部白紙にするから撤去しろって……」「プロポーズ……だと?」その瞬間、司朗の心臓には鋭利な刃で切り裂かれたような痛みが走った。琉叶と彼は、二十年という歳月を共にしてきた。もはや、お互いのいない人生なんて想像することさえできないほど、深く根を張っていた。かつて、琉叶が何度も「結婚」を口にした時期があった。けれど、当時の彼はまだ若く、金も力もなかった。手塩にかけて育てた琉叶を、苦労の渦中に引きずり込みたくなかった。その後、琉叶が妊娠し、ようやく彼も琉叶を守れるだけの力を手に入れた。けれど、あの日起きたあの惨劇が、彼の心を折った。琉叶
Magbasa pa
第6話
司朗は、まるで正気を失ったかのように、撤去作業をしていたスタッフたちに「元通りにしろ」と怒鳴り散らした。そんな彼のスマホに、拓海から琉叶の搭乗便の情報が届く。行き先は、二千キロも離れた海都。【兄貴、本気で追いかけるつもりかよ。あんな酷いことしておいて、琉叶さんが許してくれるわけないだろ】許してくれる?そんなはずがない。彼自身が一番よく分かっていた。けれど、彼は琉叶と離れることなんてできないのだ。二十年という歳月、生死を共にしてきた二人は、もう切り離せるような仲ではない。彼はそう信じ込んでいる。司朗はいくつもの信号を無視して車を飛ばし、家へと引き返した。琉叶を引き留めるための何かを、縋るための思い出を、一つでも多く手にするために。だが、家に着いた彼を待っていたのは、静寂に包まれたもぬけの殻の空間だった。琉叶の私物は、跡形もなく消え失せている。洗面台の歯ブラシも、玄関のスリッパさえも残っていない。彼の心にぽっかりと穴が開き、そこを冷たい風が容赦なく吹き抜けていく。彼は書斎へ駆け込み、金庫をこじ開けた。中に入っているのは、金目の物なんかじゃない。琉叶と彼が積み重ねてきた、二十年の歳月の欠片だ。ふと、司朗の視線が一枚の色褪せた絵で止まった。そこには一軒の家と、手を取り合う小さな二人の姿が描かれていた。右上の隅には、【二人で、お家をつくろうね】という拙い文字が添えられている。児童養護施設にいた頃描いた絵だ。二人で、お家をつくろう。家?確かに、本来はあったはずだった。けれど、それを完膚なきまでに踏みにじり、自らの手で壊してしまったのは、他ならぬ彼自身だった。司朗はその紙を胸に抱きしめ、激しい後悔に身をよじりながら床に蹲った。「琉叶……琉叶……」いくら名前を呼んでも、応える者はもういない。やがて、静寂を切り裂くようにスマホが何度も鳴り響いた。司朗は魂が抜けたような顔で、力なく通話ボタンを押した。「佳雪さんのご家族ですか?彼女に流産の兆候があります。至急、病院へ来てください」その言葉に、司朗は弾かれたように我に返り、病院へと急行した。病室のベッドに横たわる佳雪は、顔面蒼白で、瞼を真っ赤に腫らしていた。さぞかし、ひどく泣きはらした後なのだろう。医者の説明など、司朗の耳には入って
Magbasa pa
第7話
「琉叶、調子はどうだい?仕事には慣れたかな?」渡辺結仁(わたなべ ゆいと)がドアを開けて入ってきた。彼がパチンと指を鳴らすと、それを合図にヘアメイクやスタイリスト、給仕たちがぞろぞろと後に続いた。「衣装を選びに行く暇もないと思って、こちらに来てもらったよ。身支度が済んだら出発しよう」今夜は結仁の友人が主催するプライベートパーティーがある。私は彼のパートナーとして出席することになっていた。豪華なクルーズ船の上で、結仁が友人たちに私を紹介した。「結仁、見慣れない顔だね。もしかして、彼女さんかい?」結仁は耳の付け根を少し赤くして、「いや、まだだよ。今はまだ、大切な友人だ」と答えた。木村龍平(きむら りゅうへい)は私たちにニヤリと意味ありげな笑みを向けると、結仁の肩を抱いて甲板の方へと促した。「来いよ。雲都から来ている大物を紹介してやる」雲都?私は一瞬呆然としていた。けれど、あんなに広い街のことだ。必ずしも司朗だとは限らない。自分にそう言い聞かせ、平静を装った。しかし、現実は残酷なほど予想通りだった。そこに立っていたのは、紛れもなく司朗だった。司朗は一匹狼のように海を眺め、何事にも興味を惹かれないといった様子で佇んでいた。「司朗、せっかく来たんだから一緒に楽しもうぜ。紹介するよ、こちらは渡辺結仁だ」龍平が声をかけても、司朗はこれっぽっちも興味を示さない。「龍平、俺はお前が『人探しに協力する』と言ったから来たんだ。邪魔をするな」不機嫌そうに吐き捨てて振り返った瞬間、彼の言葉はぴたりと止まった。視線がぶつかったその刹那、私は彼の瞳に灯った鮮烈な驚喜を見た。それはまるで、失くしたはずの至宝をようやく見つけ出したかのような、激しい動揺と歓喜が混ざり合った表情だった。彼は私を腕に抱きしめた。鼻腔をくすぐる、懐かしいシダーウッドの香り。耳元で、司朗が震える声で私の名前を呼んだ。「琉叶……やっと、やっと見つけた。ごめん、俺が悪かった。全部、俺が間違っていたんだ。佳雪とはもう話がついた。彼女のお腹の子も……処置を終えた。もう彼女が俺たちの邪魔をすることはないから。見てくれ、琉叶。新しいヘアゴムを買ったんだ。これからは、これを君にだけ使う。君のためだけのものなんだ」彼はまるで宝物を披露する子供のよ
Magbasa pa
第8話
私はゆっくりと目を閉じ、その絵をぐしゃぐしゃに丸めてゴミ箱へ放り投げた。司朗の顔が驚愕に染まる。心臓を目に見えない手で鷲掴みにされたかのような衝撃が彼を襲った。「司朗、それはもう過去のことよ。私たちの夢を自らの手でぶち壊しておいて、今さらどの面下げてそんなことを言うの?……分かっているわ。あなたがいなければ、私はとっくに死んでいたかもしれない。でも、だからといって、自分を騙してまであなたを受け入れることなんて、もうできない。会社の持分はいらない。今まで助けてもらった恩返しだと思って。……もう二度と、私の前に現れないで」司朗は、一度こうと決めたら梃子でも動かない男だ。あれ以来、公然と姿を現すことはなくなったが、マスクで顔を隠し、車の中から私を監視するように付きまとう日々が続いた。結仁が「強引にでも連れ戻させましょうか」と提案してくれたが、私は首を振った。「いいえ。彼はもうすぐ、帰らざるを得なくなるわ」丸三ヶ月もの間、司朗は海都に居座り、業務をすべてリモートワークで済ませていた。佳雪はその不在という決定的な隙を突き、会社の重要機密を次々と競合他社へ売り飛ばしていた。異変に気づいた時には、すでに取り返しのつかない状況に陥っていた。「琉叶、どうしても一度戻らなきゃならなくなった。すぐに戻るから、安心して待っていてくれ。分かっているだろう、俺は君を諦めるような男じゃない」司朗はそう言い残し、雲都へと急行した。会社に戻った彼を待ち受けていたのは、まさに目も当てられない惨状だった。彼は即座に警察を介入させ、佳雪を刑務所の中へと叩き込んだが、その後は積み重なった損害を食い止めるため、身を粉にして奔走する日々が続いた。そんなある日、私の口座に身に覚えのない巨額の入金があった。司朗に連絡を試みるが、何度かけても電話は繋がらない。嫌な予感がして胸騒ぎが止まらなくなった私は、たまらず雲都へと引き返し、拓海を問い詰めた。「司朗はどうしたの?どうして社名まで変わっているのよ」拓海に案内されたのは、あるバーの薄暗い個室だった。ドアの隙間から中を覗き見ると、そこには司朗がいた。光の差さない個室の片隅で、彼はかつての覇気を完全に失い、打ちひしがれた様子で地べたに座り込んでいた。その周囲には空の酒瓶が乱雑に転がっていた
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status