Keenan menarik tangan Aruna lagi, mencium bibirnya dengan paksa dan penuh dominasi sebelum Nando benar-benar melangkah keluar dari ruangan VVIP itu. Ciuman itu terasa sangat panas, seakan Keenan sedang menyalurkan seluruh kekuatannya yang tersisa ke dalam tubuh Aruna. Gairah dan luka kini menyatu dalam tatapan mata Keenan yang menggelap, membuat suasana terasa mencekam. "Tunggu aku di sini, Aruna. Jangan pernah lepaskan genggamanmu, apapun yang terjadi setelah ini," bisik Keenan tepat di depan bibir Aruna, nafasnya yang berat terasa membakar kulit wajah istrinya. Nando mengangguk singkat, lalu keluar untuk memanggil Alexander. Tak lama kemudian, pintu besar itu terbuka kembali. Alexander Arkana melangkah masuk. Wajahnya yang biasanya angkuh kini tampak lelah, namun sorot matanya tetap tajam saat melihat anaknya sudah sadar. Di belakangnya, beberapa pengawal berjaga di luar pintu. "Kamu sudah sadar, Keenan," kata Alexander datar, mencoba menyembunyikan rasa leganya. Keenan ti
続きを読む