Beritahu Dandi dengan helaan napas berat, teringat raungan histeris Axel itu di rumah tadi. "Saat ini dia sedang frustrasi parah karena posisinya sebagai anak kami sedang terancam. Tapi biar saya yang urus. Mau tidak mau, dia harus mau."Darmawan dan yang lainnya pun setuju. Mereka mengobrolkan beberapa hal, Reno dan Dandi bertukar informasi tentang data dirinya dan Axel.Setelah itu, tanpa membuang waktu lagi, Dandi pamit dan langsung bergegas pulang.Keheningan tegang masih menggelayuti ruang tamu sepeninggal Dandi. Darwin, Darmawan, Reno, dan Viona masih terdiam, sibuk mencerna kerumitan benang merah yang baru saja terhampar di hadapan mereka.Tepat saat itu, langkah kaki memecah kesunyian. Rima melangkah masuk dengan gaya anggunnya setelah bepergian seharian, kumpul dengan teman-teman sosialitanya. Dahi wanita umur tiga puluhan itu berkerut dalam, di halaman depan tadi, ia sempat melihat Dandi dengan kilat raut wajah Dandi yang amat keruh. Dan sekarang begitu masuk rumah, suasana
อ่านเพิ่มเติม