"Apa kau bilang?! Jangan katakan padaku kalau kau mau kembali ke rumah yang sudah mempermalukan dan menghancurkan harga dirimu itu, Alina?!" Alina tersentak hebat, kaget bukan main mendengar nada tinggi dan bentakan yang baru saja meluncur dari bibir Andri. Langkah kakinya refleks mundur beberapa tapak ke belakang, sementara Andri justru melangkah maju dengan tatapan mata yang mendadak menajam, terus mengintimidasi dirinya. "Ndri, kenapa kau jadi membentakku seperti ini?" tanya Alina dengan suara gemetar, memeluk kedua lengannya sendiri. "Aku... aku punya pertimbangan sendiri. Sean membutuhkan aku, dan Tuan Reynard—" "Tuan Reynard lagi! Tuan Reynard lagi!" potong Andri dengan napas memburu, memotong kalimat Alina dengan tawa hambar yang menyiratkan rasa muak. "Kenapa dari dulu otasmu selalu dipenuhi oleh pria itu, Alina?! Apa kurangnya pembuktianku selama ini padamu?!" Alina menggelengkan kepala, merasa asing dengan sosok pria yang berdiri di hadapannya sekarang. "Ndri, kau ini
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-23 อ่านเพิ่มเติม