Kenan sudah memarkirkan mobilnya di salah satu rumah sakit di kawasan Menteng, setelah sebelumnya membeli hampers. Ia bergegas turun mengitari bagian depan mobil, lalu membuka pintu untuk Rania. Tanpa kata, tanpa tanggapan perihal tadi, Kenan justru menggenggam tangan Rania, menuntunnya masuk dengan sebelah tangan membawa hampers. Ia tidak membiarkan Rania membawanya. Rania hanya menghela napas berat dan membiarkan tangannya digenggam. "Maaf, Pak, tidak ada jadwal besok siang ini," kata seorang sekuriti yang berjaga. "Rolling jaga," jawab Kenan singkat. "Oh, silakan."Kenan dan Rania menaiki lift menuju lantai empat dimana Lim di rawat. Sampai lift terbuka, tak ada percakapan di antara mereka, hanya kedua tangan yang masih menggenggam. Itu pun Kenan yang tak mau melepaskan. Rania mengetuk pintu, lalu keduanya masuk. "Mi," sapa Rania saat melihat Maya yang sedang duduk di sofa. "Loh, kenapa ke sini?" Maya menyambut Rania, menghampiri, "pengantin baru bagusnya berduaan saja di r
Last Updated : 2026-08-11 Read more