Marry Woo Anna
Salahkah jika Tammy mencintai Jano, tetangga sebelah sekaligus sahabat kakaknya? Memang sih, Tammy agak terobsesi dengannya. Bagaimana tidak? Jano adalah satu-satunya cowok yang mau berteman dengannya, saat cowok lain tak ada yang meliriknya. Jano cowok super baik yang selalu perhatian padanya. Sayang, meski mereka akrab, Jano hanya menganggap Tammy tak lebih dari adik kecilnya.
Tammy sadar, ia bukan cewek cantik. Kulitnya gelap, rambut keriwil, bodi kerempeng mirip cowok! Padahal tiga kakaknya cakep-cakep, berkulit terang bening, berambut tebal, lurus, bagus. Keren pokoknya. Tammy sempat curiga, jangan-jangan ia anak pungut? Karena tiap berada di antara kakak-kakaknya Tammy merasa persis bebek hitam buruk yang tersesat di keluarga angsa.
Sampai lulus SMA Tammy tak pernah mengalami pacaran atau punya gebetan. Cowok mana coba yang mau pacaran dengan itik buruk selagi masih banyak angsa-angsa cantik yang berkeliaran?
Tapi hidup Tammy yang kelabu tiba-tiba berubah 180° saat bertemu dengan seseorang. Orang itu bukan hanya berjasa dalam masa depannya, tapi juga berhasil membuka 'mata batinnya', sehingga Tammy akhirnya bisa menerima dan berdamai dengan dirinya sendiri.
Lantas apakah hidup Tammy kemudian mulus dan mendapatkan happy ending? Nggak juga. Karena Tammy masih bermasalah dalam mendapatkan pacar. Apalagi jika Alena, salah satu kakaknya yang super cantik, jadi pesaing utamanya!
303