Sally
Ketika untuk kesembilan kalinya Keisha Sinaga membawa pisau untuk memergoki Omar Damanik berselingkuh di ranjang, dia justru mendapati bahwa perempuan yang berada di atas ranjang itu adalah adik kandungnya sendiri.
Omar yang selama ini selalu bersikap dingin, justru langsung merebut pisau itu dan menghunjamkannya dengan keras ke perutnya sendiri.
"Jangan sakiti Nadine."
Matanya memerah saat menatap Keisha tanpa berkedip, bahkan suaranya bergetar.
"Apa pun yang mau kamu lakukan buat membalas dendam padaku, aku bakal terima. Sekarang, apa kamu sudah puas?"
Keisha terpaku di tempat. Ujung jarinya mati rasa karena tersiram darah yang panas.
Pada detik berikutnya, ayah Keisha yang buru-buru datang langsung menamparnya dengan keras. Bentakan penuh amarah pun menghujaninya, "Keisha, kamu sudah gila, ya? Nadine cuma merebut suamimu. Memangnya itu masalah besar? Kamu malah datang ke sini dan mempermalukannya!"
Ibunya pun menunjuk Keisha sambil memakinya, "Kamu sudah lima tahun menikah dengan Keluarga Damanik, tapi nggak juga kunjung hamil. Entah sudah berapa banyak wanita simpanan yang menantang posisimu sebagai Nyonya Damanik. Adikmu mau membantumu, itu keberuntunganmu! Kamu bukannya tahu diri dan berterima kasih, malah membalas kebaikannya dengan keburukan!"
Pada saat itu, Keisha hanya merasa semua ini begitu gila dan menggelikan.
Suaminya yang telah bertahun-tahun berseteru dengannya, justru mengalah demi adiknya.
Orang tua kandungnya sejak awal sampai akhir tahu bahwa adiknya telah menjadi wanita simpanan, tetapi mereka tetap membiarkannya.
Sama seperti sejak kecil hingga dewasa, mereka selalu memanjakan dan lebih menyayangi Nadine Sinaga. Apa pun kesalahan yang dilakukan Nadine, mereka akan selalu memaafkannya.
Sedangkan terhadap dirinya, yang ada hanyalah tuntutan dan kecaman tanpa henti.
Kalau begitu, pernikahan dan keluarga yang sudah rusak ini ….
Semuanya tidak lagi dia inginkan.