DIA AYAHKU
Aku bahkan tak pernah lagi menyebut namanya di depan Ayah, terlebih lagi Paman.
"Bukankah sudah kukatakan, ha?" sindirnya merasa benar tentang penilaiannya terhadap Andar.
.
"Hei, jomblo! Sudah banyak duit kau sekarang, ya? Sampai-sampai tak mau lagi lembur di tempatku," protes Hana. Seperti dia pernah punya pacar saja memanggilku seperti itu.
"Sori, Bos. Terpaksa!" elakku. "Kau tak mau kalau sampai Paman Harun mengusirku karena melawan perintahnya, kan?" Aku berusaha membela diri.