Ada satu kutipan dari 'To Kill a Mockingbird' karya Harper Lee yang selalu membuatku merenung: 'Kamu tidak pernah benar-benar memahami seseorang sampai kamu melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya... sampai kamu merangkak masuk ke dalam kulitnya dan berjalan-jalan di dalamnya.' Kutipan ini begitu kuat karena bukan sekadar bicara tentang toleransi, tapi tentang empati yang mendalam. Sebagai seseorang yang tumbuh dengan membaca berbagai genre, aku menemukan bahwa pesan semacam ini sering muncul dalam karya klasik.
Novel-novel semacam 'The Kite Runner' juga mengajarkan toleransi dengan cara yang menyentuh. 'Bagiku, Amerika adalah tempat untuk melupakan, tapi bagi Baba, Amerika adalah tempat untuk mengenang,' kata Amir. Ini menunjukkan bagaimana toleransi terhadap perbedaan pengalaman hidup bisa menjadi jalan untuk saling memahami. Aku sering membagikan kutipan ini di forum diskusi buku karena relevansinya yang timeless.