Destiny About Me
Perempuan itu reflek memegang perutnya, ia tidak mau terjadi sesuatu kepada anaknya, cukup waktu itu ia hampir kehilangan dia, jangan sampai ini terulang kembali.
Aya mendesah frustasi, sebab orang itu tak kunjung pergi atau menghentikan ketukkannya.
Akhirnya, mau tidak mau Aya perlahan mendekati pintu, ia menempelkan telinganya ke daun pintu berwarna putih, siapa tau orang itu tidak datang sendiri.
Tapi sepertinya sepi, tidak ada lagi orang lain selain seseorang yang masih saja mengetuk pintu.
Chapitres populaires