Mantan Pacarku Adik Suamiku
Baru saja aku pulang berkencan dengan pacarku, tapi entah kenapa nasib malangku seolah tidak pernah membiarkanku bahagia lebih dari beberapa jam.
Yang lebih buruk, ini bukan kerumunan warga yang biasanya menggosip.
Haji Rasyid berdiri di tengah halaman, diapit dua orang suruhannya yang bertubuh kekar. Tiap kali berbicara, ia sengaja mengeraskannya supaya menggema ke seluruh gang.
Sementara ibu hanya bisa duduk berlutut.
Dan adikku, Laras, yang masih mengenakan seragam SMA-nya berdiri di belakang ibu sambil memeluknya. Wajahnya pucat pasi dan tangannya bergetar hebat.