Adik Angkat
Terlebih aku tak mencintainya, tak pernah terbesit apalagi membayangkan, jika aku bersanding dengan adikku sendiri, bagaimana tanggapan orang luar, dan para tetangga.
"Tia, duduk lagi yuk!" Mas Rio menghampiri ku, memegang kedua bahu, lalu mengiringku duduk kembali di sofa.
"Mas, gimana ini?" tanyaku menatap wajah Mas Rio, kegelisahan mulai hinggap di kepala ku. Bahkan sudah memenuhi ruang hati dan pikiran ku.
"Kita tunggu aja, moga Bibi bisa meluluhkan hati adik mu,"