Pura-Pura Buta
Aku mengangguk dan mengaminkan doanya.
Selama berada dalam kurungan jeruji, Sita masih bersedia untuk mengunjungiku, walaupun hanya sebulan sekali. Kami sering bertukar cerita, Ia berhenti kuliah, karena tidak mampu lagi membayar biayanya. Ia pun sudah mengubah sikap dan sifatnya. Tidak ada lagi sikap manja dan pemalas. Sekarang adikku sudah dewasa, dia tidak lagi menyalahkan Delia, penyebab aku dipenjara. Mulai membantu perekonomian keluarga dengan ikut bekerja. Rasanya sedih melihat dia berjuang sendiri untuk tetap bertahan hidup. Sedangkan aku tidak bisa berbuat banyak di dalam sini.
***