Jiwa Yang Tertukar
Sama saja sakitnya, cuma saat SC sakitnya setelah hilang biusnya.
"Kita lihat saja nanti, ya," ucapku sambil menguap, lalu kulanjutkan perkataanku, "sudah jam satu, tidur lagi, yuk. Jangan lupa salat tahajud. Berdo'alah agar semua kembali ke semula," Tanganku lagi-lagi menutup mulut yang sedang menguap karena tak tahan dengan rasa kantuk.
Akhirnya ia kembali juga ke kamar.