Merajut Asa
Ia sengaja hanya mengirim satu huruf tidak bermakna, sehingga apabila ternyata antara Ezra dan Aein sekadar hubungan pekerjaan, itu hanya akan dianggap sebagai ketidaksengajaan.
Jovita merasakan dada dan perutnya bergejolak menunggu respons dari si Aein, yang entah siapa nama aslinya. Satu detik terasa satu menit, satu menit terasa satu jam. Ia mulai gelisah, khawatir Ezra tiba-tiba terjaga. Dua menit, tiga menit, tidak juga ada balasan. Segera diputuskan untuk menghentikan penantian, tangannya bergerak hendak meletakkan kembali ponsel Ezra pada tempatnya. Gerakannya terhenti saat lampu ponsel menyala, menandakan ada pesan masuk. Pesan balasan dari Aein.
Ada apa, Chagia? Belum tidur? Katanya