AJISEKA
“Romo tidak tau, tapi jika Eyang sudah berkata seperti itu, Romo yakin Aji akan menemukannya sendiri. Tetapi, baiknya Aji berlatih dengan tetua muda di wilayah Selatan Punden terlebih dahulu. Mau?”
Netra Ajiseka menatap langit-langit rumah. Manik matanya sedikit menyerong, menandakan jika dirinya sedang berpikir dan menimbang ucapan sang ayah, tak lama kemudian Ajiseka mengangguk.
“Baik! Aji mau!” ucap mantab Ajiseka.
“Sementara Romo akan mencari tau padepokan yang Aji maksud, Aji tidak perlu risau. Apakah masih ada yang mengganjal, Nak?”
Bab Populer