Kutukan Perjaka Tua
Wanita itu mengaku ingat padaku ketika membelikannya untuk Acha.
"Wah, repot-repot, Tante." Aku menerima paper bag dari tangan Tante Fatma dengan canggung.
"Enggak. Kebetulan Tante ada arisan di dekat sini, jadi sekalian mampir sambil nengok kamu. Sudah lama lho kita nggak ketemu," kata wanita itu dengan ramah, kemudian menyentuh lenganku. "Kok, nggak pernah main ke rumah?"