Perfect CEO
Ibu Arul ingin bersuara, tapi Berlian sudah menatapnya tajam.
"Sekolah ini terkenal dengan sekolah berakreditasi baik, tapi ini kualitas aslinya seorang guru? Merayakan hari ayah dengan meriah di saat ada muridnya tidak mempunyai ayah. Guru, dimana hati nurani guru sebagai seorang perempuan. Kalau ibu sendiri di posisi anak yatim piatu, bagaimana perasaan guru? Hari ayah, hari ibu boleh dirayakan, tapi apa harus menyudutkan anak yang tidak memiliki orang tua? Guru itu sebagai teladan murid, tapi apa yang sudah guru-guru di sini lakukan? Sama sekali tidak mencerminkan seorang guru," ucap Berlian menatap guru itu dengan tajam. Semua terdiam, begitu pun dengan orang-orang yang tadi menertawakan
Bab Populer