MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!
Mencoba meredam rasa perih yang makin menjadi, lalu perlahan aku mengangkat wajah dan menatap tajam wajah Wak Tika.
“Wak, aku kira Uwak sudah berubah. Kalau mau hanya ngehina-hina aku dan Ibu, sebaiknya Uwak pulang saja!” Suaraku bergetar, menahan agar tak mengeluarkan kata-kata kasar. Bagaimanapun aku ini seorang pendidik, meskipun di rumah, citra sekolah akan tetap terbawa-bawa, tak peduli gajiku berapa, tak peduli statusku apa, tapi tanggung jawabku pada nama baik tetap sama. Aku adalah seorang guru.