OBSESI BARA
tanya Akmal membuat Silvy melotot.
"Berhenti membuatku pusing!" dengkusnya kesal. Namun berbeda dengan Akmal yang terkekeh dibuatnya.
"Menurutmu bagaimana dengan pimpinan yang sekarang?" tanya Akmal.
"Terlalu menyeramkan sih, tapi aku suka..."
Akmal melotot saat itu juga. "Kau menyukainya?"
Silvy melirik. Sebuah decakan terdengar dari bibirnya. "Siapa yang tidak suka padanya? Sudah tampan, kayak, tajir, keren lagi!"