Cinta di Balik Singgasana
Di ruang dalam, yang dihiasi pahatan kayu cendana dan dinding dari batu andesit halus, tampak sang Prabu duduk bersila di atas tikar pandan.
Prabu Linggabuana Wijaya, raja yang dikenal bijak dan tegas, menatap putrinya dengan mata yang teduh namun penuh wibawa. Usianya yang matang dan garis halus di wajahnya mencerminkan banyaknya peperangan dan keputusan besar yang telah ia lalui sebagai raja Galuh.
“Putriku, Dyah Pitaloka,” ucapnya perlahan, suaranya dalam, bergetar pelan seperti gamelan yang dipukul pelan. “Besok kau akan melakukan perjalanan ke Mandalawangi.”
Bab Populer