Teman Istriku,Kekasihku
Ia hanya bisa memandang wajah Rani yang mulai dipenuhi rasa sakit, bukan hanya gairah.
Ardi: “Ran… aku nggak siap ninggalin semuanya. Tapi aku juga nggak sanggup ninggalin kamu.”
Rani: menutup mata, lalu bersandar di kursi “Itu jawaban yang bikin aku takut, Di. Karena lama-lama aku bisa benci diriku sendiri.”
Ardi meraih tangannya kembali, mengecup punggungnya lembut. “Jangan benci diri kamu. Kalau ada yang salah, itu aku. Aku yang egois.”