Suami Adikku, Ayah Anakku
"Jadi, apa pun kebenaran yang nanti bakal kamu ketahui, jangan lupa fakta itu dan jangan terlalu marah sama dirimu sendiri."
Aku berdecak kagum pada Rahisa. Padahal, saat bercerita kemarin, aku itu cuma berkata begini,
"Akhirnya aku tahu kenapa Ibu sebenci itu ke aku. Dia memang enggak berharap aku ada. Aku cuma sesuatu yang enggak dia harapkan."
Dan lihat, dia mengatakan hal seperti tadi. Seolah tahu kalau aku mulai menganggap kehadiranku sungguh menjadi sebab Ibu menderita. Dan ya, aku mulai merasa membenci diri sendiri.