Dosa dalam Cinta
“Terimalah... takdirmu.”
Kalimat itu menggantung di udara, dingin, pekat, seperti kabut yang menyelimuti leher mereka. Dan seketika, akar-akar itu bergerak. Mereka menjalar cepat, seperti ular-ular hitam yang lapar, membelit kaki Sekar, Satrio, dan Rangga, menarik mereka dengan kekuatan yang tak terelakkan ke arah retakan tanah yang semakin menganga. Sekar berteriak, tangannya mencakar lantai, suaranya melengking di antara gemuruh guntur dan teriakan bisikan, namun tidak ada yang bisa menghentikan tarikan itu. Satrio berusaha bangkit, tubuhnya bergetar, darahnya mengucur, namun kakinya tertarik keras, matanya mencari Sekar dengan tatapan putus asa yang teriakkan tak terdengar. Rangga meronta
الفصول الرائجة