ANAK TUKANG CUCI PIRING
Ternyata di sana sudah banyak Ibu-ibu yang berjibaku dengan beberapa alat masakan di dapur.
“Teh, ini kelapanya,” ucap Ibu pada Wa Muniroh.
“Oh, iya. Simpan di dekat pintu saja, Is.” Wa Muniroh menyahut, wajahnya terlihat semringah sekali. Entah kenapa aku merasa aneh, seharusnya Wa Muniroh masih marah pada kami karena kejadian itu, bukan?
“Maaf, Teh. Memangnya mau ada acara apa, ya?” tanya Ibu setelah meletakkan kelapa-kelapa itu di dekat pintu dapur.