Pernah dengar tentang 'Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma'? Aku baru saja menyelesaikan novel ini, dan settingnya benar-benar memikat. Ceritanya berlatar di Roma, Italia, dengan atmosfer jalanan yang sempit dan gereja-gereja kuno yang megah. Penggambaran detail seperti aroma espresso dari kafe-kafe kecil atau cahaya matahari sore yang menyinari Piazza Navona membuatku merasa seperti benar-benar berada di sana.
Yang menarik, penulis juga menyelipkan lokasi fiktif seperti 'Jalan Lain' sebagai simbol pencarian karakter utamanya. Ini bukan sekadar latar fisik, tapi juga metafora perjalanan spiritual. Aku suka bagaimana setiap sudut kota seolah punya cerita sendiri, mirip dengan karya-karya Haruki Murakami yang sering menyatukan realism dengan elemen magis.