Pesona Perawat Papa
Kesal dan berwajah cemberut.
“Rossa, jangan marah dong. Ma-maksudnya bukan seperti itu,” Pak Abdi mencoba membujuk Rossa yang menjauhinya. Ngambek saat mendengar ucapannya tadi.
“Kalau masih mau cari sepuluh Rossa lagi, silahkan, Mas, tapi aku gak mau ikut andil dalam sepuluh Rossamu. Biarkan aku menjadi perawatmu, saja, itu cukup. Lagipula kamu sudah bisa berjalan, jadi aku pikir kehadiranku disini sudah gak dibutuhkan lagi.”
Hot Chapters