Pernah kepikiran gak sih kenapa judul 'Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma' terdengar begitu puitis? Aku selalu terpana sama cara Dee (Supernova) merangkai kata-kata yang ambigu tapi bermakna dalam. Ave Maria, selain doa Katolik, bisa jadi simbol kesucian atau titik awal perjalanan spiritual. Sedangkan 'Jalan Lain ke Roma' itu metafora pencarian alternatif—kayak ngubek-ubek jalan tikus demi mencapai tujuan utama. Novel ini seolah bilang, hidup itu penuh detour, dan Roma (simbol impian) bisa dicapai lewat rute tak terduga.
Yang bikin aku makin penasaran, Dee suka banget main-main dengan dualitas. Ave Maria (langit) vs Roma (bumi), harapan vs kenyataan, atau bahkan konflik identitas tokoh utamanya. Judul ini bukan cuma pemanis, tapi spoiler halus tentang inti cerita: perjalanan batin yang berliku. Aku sendiri setiap baca ulang selalu nemuin tafsir baru, kayak judulnya sengaja dibikin 'hidup' dan berkembang seiring pembaca.