Imperfect Love
“Tapi karena surat kemarin dari papi, aku langsung aja tanda tangan.”
“Papimu nggak ngomong apa-apa?” tanya Sinar tidak habis pikir. “Dan kamu juga nggak tanya apa-apa?”
“Nggak,” jawab Yasmen dengan menunjukkan wajah tanpa dosa. “Disuruh tanda tangan, ya, aku tanda tangan aja. Biasa sama papi juga begitu.”
Pras menarik napas panjang, lalu membuangnya dengan perlahan. “Sekarang pulanglah,” usir Pras seraya berdiri dari tempat duduknya. “Kamu boleh resign setelah tiga bulan.”