Selubung Memori
Aku tersentak, melompat ke belakang, hampir terjatuh.
Kemudian cewek itu terpingkal-pingkal.
Aku berhasil tidak jatuh, jadi langsung menuntut. “Jahat!”
Cewek itu—aku benar-benar tidak percaya—tetapi itu memang Mika yang kukenal. Mika yang menjadi tangan kanan Dhiena. Mika yang katanya dulu sering menghabiskan waktu denganku—dia di sini. Mika versi kecil, yang tidak kelihatan punya beban apa-apa, dengan pipi bulat dan senyum jail yang miring. Rambutnya masih lurus, berbeda dengan sekarang yang sedikit keriting. Auranya sama—benar-benar sama, bahkan tidak terasa berbeda. Mika kelihatan begitu manis.
Hot Chapters